KPAI Minta Evaluasi Program MBG, Anak PAUD Keracunan Makanan

Minggu, 21 September 2025 - 09:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jasra Putra KPAI soroti keamanan pangan dan kualitas Makan Bergizi Gratis untuk anak-anak. Dok-Istimewa

Jasra Putra KPAI soroti keamanan pangan dan kualitas Makan Bergizi Gratis untuk anak-anak. Dok-Istimewa

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Jasra Putra, menekankan evaluasi menyeluruh terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kasus keracunan makanan yang menimpa anak-anak di berbagai daerah dinilai sudah tidak bisa ditolerir.

Terbaru, sejumlah siswa kelompok Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) mengalami keracunan makanan. “Pertahanan anak sekecil itu sangat berbeda dengan orang dewasa. Kondisi di keluarga juga sulit terpantau,” ujar Jasra, Minggu (21/9/2025).

KPAI menyoroti peningkatan kasus keracunan makanan anak-anak, sehingga pemerintah perlu evaluasi menyeluruh, termasuk Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai penyelenggara MBG.

KPAI Usulkan Hentikan Sementara Program MBG

Baca Juga :  Kanwil KemenHAM DKI Jakarta Kawal Produk Hukum Daerah Agar Selaras dengan Prinsip HAM

“Pemerintah perlu evaluasi total program MBG. Kami usul hentikan sementara sampai panduan dan pengawasan BGN benar-benar dijalankan,” tegas Jasra.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

diingatkan untuk lebih peka terhadap kondisi kesehatan anak-anak penerima manfaat program MBG.

Penanganan Darurat Anak PAUD

KPAI menegaskan, pemerintah tidak boleh tutup mata jika terjadi kondisi darurat. “Anak-anak PAUD perlu penanganan khusus dan alat standar untuk menyelamatkan mereka. Pertahanan mereka belum sekuat orang dewasa,” lanjut Jasra.

Tim Pelaksana MBG Harus Perhatikan Kualitas Makanan

Jasra mengusulkan tim pelaksana MBG mendengar masukan tentang kualitas makanan, waktu pemberian, dan kebersihan. Ia menyoroti, pemahaman MBG sering hanya fokus pada dampak ekonomi, mengabaikan higienitas, bahan baku, proses memasak, dan penyajian.

Baca Juga :  Mayat Misterius Tertutup Kardus di Pondok Gede, Terdapat Luka Ditubuhnya

“Anak-anak senang budaya makan bersama, tapi kualitas dan penyajian menu MBG masih mengecewakan,” kata Jasra.

Prinsip Perlindungan Anak Harus Jadi Pedoman

KPAI menekankan prinsip perlindungan anak wajib diterapkan dalam MBG:

  • Non diskriminasi
  • Kepentingan terbaik bagi anak
  • Kelangsungan hidup dan perkembangan anak
  • Penghargaan terhadap pendapat anak

“Oleh karena itu, pemerintah harus menjamin anak memperoleh makan bergizi gratis yang aman dan berkualitas, dengan standar keamanan pangan dan pemenuhan gizi yang jelas,” tegas Jasra. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional
Pemerintah Terima 100 Ton Kurma Premium dari Arab Saudi untuk Ramadan 2026
Warga Sunter Agung Temukan Mayat Pria di Gorong-gorong, Polisi Evakuasi Korban
Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?
Penyerangan KKB di PT Freeport Mimika, 1 TNI Gugur dan 1 Warga Sipil Luka
Truk Tabrak 6 Mobil di Underpass Ciawi, Tol Jagorawi Sempat Ditutup
TransJabodetabek B51 Cawang–Cikarang: Solusi Kemacetan Jakarta Timur dan Cikarang
Richard Lee Dicekal Polda Metro Jaya, Penyidikan Kasus Produk Kecantikan Berlanjut

Berita Terkait

Rabu, 11 Februari 2026 - 21:02 WIB

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:55 WIB

Pemerintah Terima 100 Ton Kurma Premium dari Arab Saudi untuk Ramadan 2026

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:36 WIB

Warga Sunter Agung Temukan Mayat Pria di Gorong-gorong, Polisi Evakuasi Korban

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:34 WIB

Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:14 WIB

Penyerangan KKB di PT Freeport Mimika, 1 TNI Gugur dan 1 Warga Sipil Luka

Berita Terbaru

Semua orang menyukai nasi goreng. (Posnews/Ist)

KESEHATAN

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional

Rabu, 11 Feb 2026 - 21:02 WIB

Ilustrasi, Meretas batasan biologis. Di tahun 2026, biohacking bukan lagi milik ilmuwan laboratorium, melainkan gaya hidup berbasis data yang diadopsi masyarakat urban untuk mengejar performa puncak dan umur panjang. Dok: Istimewa.

KESEHATAN

Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:34 WIB