Lahan Pemakaman di Jakarta Menipis, Gubernur DKI Siapkan Solusi Buka TPU Baru

Jumat, 24 Oktober 2025 - 06:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Krisis lahan Taman Pemakaman Umum (TPU) yang kini makin menumpuk di jakarta. Dok: Istimewa

Krisis lahan Taman Pemakaman Umum (TPU) yang kini makin menumpuk di jakarta. Dok: Istimewa

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Pemprov DKI Jakarta harus segera mencari jalan keluar ditengah semakin krisis lahan Taman Pemakaman Umum (TPU)

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan pihaknya segera menuntaskan krisis lahan Taman Pemakaman Umum (TPU) yang kini makin menumpuk di Ibu Kota.

“Kami akan mencari solusi terbaik,” tegas Pramono di kolong Tol Wiyoto Wiyono, Jalan Jampea, Koja, Jakarta Utara, Kamis (23/10/2025).

Ia mengaku sudah memerintahkan Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) DKI Jakarta untuk mencari lokasi baru yang bisa dijadikan TPU.

Baca Juga :  Gawat! Taman Daan Mogot Sering Dijadikan Lokasi Prostitusi Sesama Jenis, Gubernur Pramono Akan Segera Revitalisasi

Saat ini hanya tersisa 11 TPU yang masih bisa menerima jenazah tanpa sistem tumpang.

“Dari 80 TPU di Jakarta, 69 sudah penuh. Sisanya pun terbatas dan hanya bisa menerima pemakaman tumpang. Ini masalah nyata kota besar seperti Jakarta yang harus segera kita atasi,” ungkapnya.

Pemprov DKI, lanjut Pramono, juga tengah mengkaji penggunaan lahan makam Covid-19 yang tidak memiliki keluarga sebagai makam umum. Langkah ini dilakukan sambil menunggu pembukaan lahan baru.

“Beberapa makam Covid-19 tidak diketahui keluarganya. Makam seperti itu akan kami manfaatkan kembali untuk TPU umum,” jelasnya.

Rencananya, Pemprov DKI akan menggelar rapat khusus membahas percepatan pembukaan TPU baru agar warga tak kesulitan mencari lahan pemakaman. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional
Pemerintah Terima 100 Ton Kurma Premium dari Arab Saudi untuk Ramadan 2026
Warga Sunter Agung Temukan Mayat Pria di Gorong-gorong, Polisi Evakuasi Korban
Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?
Penyerangan KKB di PT Freeport Mimika, 1 TNI Gugur dan 1 Warga Sipil Luka
Truk Tabrak 6 Mobil di Underpass Ciawi, Tol Jagorawi Sempat Ditutup
TransJabodetabek B51 Cawang–Cikarang: Solusi Kemacetan Jakarta Timur dan Cikarang
Richard Lee Dicekal Polda Metro Jaya, Penyidikan Kasus Produk Kecantikan Berlanjut

Berita Terkait

Rabu, 11 Februari 2026 - 21:02 WIB

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:55 WIB

Pemerintah Terima 100 Ton Kurma Premium dari Arab Saudi untuk Ramadan 2026

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:36 WIB

Warga Sunter Agung Temukan Mayat Pria di Gorong-gorong, Polisi Evakuasi Korban

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:34 WIB

Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:14 WIB

Penyerangan KKB di PT Freeport Mimika, 1 TNI Gugur dan 1 Warga Sipil Luka

Berita Terbaru

Semua orang menyukai nasi goreng. (Posnews/Ist)

KESEHATAN

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional

Rabu, 11 Feb 2026 - 21:02 WIB

Ilustrasi, Meretas batasan biologis. Di tahun 2026, biohacking bukan lagi milik ilmuwan laboratorium, melainkan gaya hidup berbasis data yang diadopsi masyarakat urban untuk mengejar performa puncak dan umur panjang. Dok: Istimewa.

KESEHATAN

Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:34 WIB