Lamanya Izin Pendirian Gereja di Jakarta, Gubernur Pramono Anung Beberkan Penyebabnya

Minggu, 14 Desember 2025 - 20:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Pramono Anung membuka Christmas Carol Colossal di Bundaran HI Jakarta. (Posnews/Kominfo)

Gubernur Pramono Anung membuka Christmas Carol Colossal di Bundaran HI Jakarta. (Posnews/Kominfo)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Kerukunan ummat beragama wajib dijunjung tinggi siapa pun di Indonesia. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkap penyebab lambatnya izin pendirian gereja di Ibu Kota.

Ia menjelaskan, proses izin panjang karena berjenjang mulai dari RT, RW, Kelurahan, Kecamatan, hingga FKUB, baru kemudian ke Gubernur.

“Jika ada pihak yang tidak setuju, izin bisa terhenti. Prosesnya memang sangat pelik dan harus diperbaiki,” ujar Pramono usai meresmikan Gereja HKBP Ressort Pondok Kelapa, Minggu (14/12/2025).

Baca Juga :  DPRD DKI Desak Pemprov Prioritaskan Warga Jakarta di Rekrutmen Damkar

Pramono menyoroti contoh Gereja HKBP Pondok Kelapa yang memerlukan 35 tahun untuk izin rampung. “Mungkin pendetanya saat ini masih anak-anak ketika proses dimulai,” ucapnya.

Sebelumnya, Gubernur menegaskan, izin rumah ibadah tidak boleh ditahan jika persyaratan sudah lengkap.

Pernyataan itu disampaikannya saat meresmikan renovasi Gereja HKI Tanjung Priok, Jakarta Utara, 16 November 2025.

Baca Juga :  Rute Transjakarta Diubah saat Jakarta Penuh Warna 2025, Catat Perubahannya

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya sampaikan ke FKUB, bila persyaratan lengkap, pembangunan rumah ibadah tidak boleh ditunda lagi,” tegas Pramono.

Gubernur DKI menegaskan komitmen memimpin untuk semua umat beragama tanpa pengecualian.

Ia meminta jajarannya lebih teliti dan adil dalam memproses izin rumah ibadah agar seluruh masyarakat mendapat perlakuan sama. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional
Pemerintah Terima 100 Ton Kurma Premium dari Arab Saudi untuk Ramadan 2026
Warga Sunter Agung Temukan Mayat Pria di Gorong-gorong, Polisi Evakuasi Korban
Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?
Penyerangan KKB di PT Freeport Mimika, 1 TNI Gugur dan 1 Warga Sipil Luka
Truk Tabrak 6 Mobil di Underpass Ciawi, Tol Jagorawi Sempat Ditutup
TransJabodetabek B51 Cawang–Cikarang: Solusi Kemacetan Jakarta Timur dan Cikarang
Richard Lee Dicekal Polda Metro Jaya, Penyidikan Kasus Produk Kecantikan Berlanjut

Berita Terkait

Rabu, 11 Februari 2026 - 21:02 WIB

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:55 WIB

Pemerintah Terima 100 Ton Kurma Premium dari Arab Saudi untuk Ramadan 2026

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:36 WIB

Warga Sunter Agung Temukan Mayat Pria di Gorong-gorong, Polisi Evakuasi Korban

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:34 WIB

Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:14 WIB

Penyerangan KKB di PT Freeport Mimika, 1 TNI Gugur dan 1 Warga Sipil Luka

Berita Terbaru

Semua orang menyukai nasi goreng. (Posnews/Ist)

KESEHATAN

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional

Rabu, 11 Feb 2026 - 21:02 WIB

Ilustrasi, Meretas batasan biologis. Di tahun 2026, biohacking bukan lagi milik ilmuwan laboratorium, melainkan gaya hidup berbasis data yang diadopsi masyarakat urban untuk mengejar performa puncak dan umur panjang. Dok: Istimewa.

KESEHATAN

Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:34 WIB