Menko Polkam Atensi Keamanan Papua, Negara Tak Mundur Hadapi Teror Bandara

Sabtu, 21 Februari 2026 - 14:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pesawat Smart Air di Bandara Korowai Boven Digoel usai insiden penembakan. (Posnews/Ist)

Pesawat Smart Air di Bandara Korowai Boven Digoel usai insiden penembakan. (Posnews/Ist)

PAPUA, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah bergerak cepat merespons insiden penembakan pesawat perintis milik Smart Air di Bandara Koroway Batu, Papua Selatan.

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago, langsung pasang perhatian serius terhadap kondisi keamanan penerbangan perintis dan layanan publik di Papua.

Ia memerintahkan evaluasi cepat serta penguatan pengamanan demi memastikan keselamatan warga tetap terjaga.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, insiden penembakan yang pecah pada Rabu, 11 Februari 2026, membuat situasi mendadak genting. Sebanyak 11 bandara di Papua terpaksa ditutup sementara.

Akibatnya, arus logistik tersendat, pelayanan kesehatan terganggu, dan aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah nyaris lumpuh.

Negara Tidak Mundur

Deputi Bidang Koordinasi Pertahanan Negara dan Kesatuan Bangsa, Purwito Hadi Wardhono, menegaskan pemerintah tidak akan mundur menghadapi ancaman terhadap objek vital nasional.

“Pemerintah mengambil langkah cepat, terukur, dan terkoordinasi. Kami evaluasi total sistem pengamanan penerbangan di Papua,” tegas Purwito, Sabtu (21/2/2026).

Baca Juga :  Keluarga Tak Saksikan Ekshumasi Sutrimo, Penyidik Fokus Ungkap Kematian

Menurutnya, penutupan sementara bandara dilakukan sebagai langkah preventif demi menjamin keselamatan awak pesawat dan masyarakat. Selain itu, aparat TNI-Polri memperkuat pengamanan di sejumlah titik rawan.

Ia menekankan, gangguan terhadap bandara dan fasilitas publik merupakan ancaman serius terhadap keselamatan rakyat dan tidak akan ditoleransi.

“Aparat akan bertindak tegas sesuai hukum. Kami juga mengajak masyarakat tidak terprovokasi isu menyesatkan,” ujarnya.

Setelah evaluasi keamanan, pemerintah memutuskan membuka kembali Bandara Koroway Batu, Bandara Beoga, dan Bandara Iwur secara bertahap. Pembukaan dilakukan setelah pengamanan dinyatakan memadai.

Langkah ini diambil untuk memastikan konektivitas tetap terjaga, distribusi logistik kembali lancar, serta pelayanan publik di Papua tidak terputus.

Kronologi Penembakan

Pesawat Smart Air ditembaki sesaat setelah mendarat di Bandara Koroway Batu, Boven Digoel, Papua Selatan. Pesawat berangkat dari Bandara Tanah Merah pukul 10.35 WIT dan membawa 13 penumpang.

Baca Juga :  Istana Tegaskan Reshuffle Budi Gunawan dan Sri Mulyani Bukan Terkait Demo Ricuh

Kelompok bersenjata melepaskan tembakan dari arah hutan di samping area bandara. Aksi brutal itu diduga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Batalyon Kanibal dan Semut Merah pimpinan Elkius Kobak.

Pesawat dipiloti Kapten Egon Erawan dan Kopilot Kapten Baskoro. Akibat serangan tersebut, pilot dan kopilot meninggal dunia. Sementara itu, seluruh penumpang, termasuk seorang balita, selamat.

Saat ini, aparat TNI dan Polri memperketat pengamanan bandara perintis serta jalur distribusi logistik di wilayah rawan.

Pemerintah juga melakukan koordinasi lintas kementerian untuk menjamin pasokan bahan pokok dan layanan kesehatan tetap berjalan.

Insiden ini menjadi alarm keras bagi keamanan penerbangan perintis di Papua. Pemerintah memastikan stabilitas dan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ibu Ditemukan Tewas di Rumah, Anak yang Bertugas sebagai Polisi Ditahan
Tawuran Maut Kebon Jeruk Demi Eksistensi di Medsos, 19 Orang Diamankan
Polisi Pantau Pergerakan Pelajar di Jakut, Antisipasi Ikut Demo di Pusat Kota
Mahasiswa Gagal Long March ke Bundaran HI, Demo di Sudirman Diadang Aparat
Dapur Nelayan Terancam Cuaca Buruk, Kapolda Bengkulu Sigap Turun ke Lapangan
Polri dan Tiongkok Perkuat Aliansi Bongkar Clandestine Lab 1,2 Ton Sabu di Aceh
Viral Warga Ambil Besi Proyek Jembatan Rusun, Begini Penjelasan Polsek Cilincing
Sopir Maxim Dibacok Penumpang hingga 22 Jahitan, Begini Kronologinya

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:29 WIB

Ibu Ditemukan Tewas di Rumah, Anak yang Bertugas sebagai Polisi Ditahan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:58 WIB

Tawuran Maut Kebon Jeruk Demi Eksistensi di Medsos, 19 Orang Diamankan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:36 WIB

Polisi Pantau Pergerakan Pelajar di Jakut, Antisipasi Ikut Demo di Pusat Kota

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:38 WIB

Mahasiswa Gagal Long March ke Bundaran HI, Demo di Sudirman Diadang Aparat

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:53 WIB

Polri dan Tiongkok Perkuat Aliansi Bongkar Clandestine Lab 1,2 Ton Sabu di Aceh

Berita Terbaru