BOGOR, POSNEWS.CO.ID – Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Narogong, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (5/10/2026) dini hari.
Motor roda tiga yang membawa tujuh orang bertabrakan dengan dump truck dari arah berlawanan.
Insiden tersebut merenggut dua nyawa. Lima korban lainnya mengalami luka-luka dan langsung mendapat penanganan medis.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kanit Gakkum Satlantas Polres Bogor Ipda Arif Rahman mengatakan dua korban meninggal dunia, satu orang mengalami luka berat, sedangkan empat lainnya luka ringan.
“Korban laka dua orang meninggal dunia, satu luka berat, dan empat luka ringan,” kata Arif, Senin (5/10/2026).
Motor Roda Tiga Bawa Tujuh Orang
Kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 02.45 WIB. Saat itu, motor roda tiga Viar bernomor polisi F-3053-FJF melaju dari arah Klapanunggal menuju Cileungsi.
Kendaraan tersebut membawa tujuh orang, terdiri dari seorang pengemudi dan enam penumpang.
Setibanya di lokasi kejadian, pengemudi motor roda tiga berupaya mendahului kendaraan di depannya. Namun, manuver tersebut berujung petaka karena pada saat bersamaan melaju dump truck dari arah berlawanan.
“Di TKP (motor tiga roda) bergerak ke kanan jalan mendahului truk di depannya. Pada saat bersamaan, bagian bak depan sebelah kanan kendaraan roda tiga Viar tersebut membentur bagian depan sebelah kanan dump truck yang sedang bergerak di lajurnya dari arah berlawanan,” ujar Arif.
Benturan keras pun tidak dapat dihindari. Kedua kendaraan akhirnya terlibat kecelakaan di ruas Jalan Raya Narogong tersebut.
Dua Korban Meninggal Dunia
Polisi memastikan seluruh korban dalam kecelakaan berasal dari motor roda tiga.
Dua korban meninggal dunia dalam insiden tersebut. Sementara itu, pengemudi dan empat penumpang lainnya mengalami luka dengan tingkat keparahan berbeda.
“Korban meninggal dan luka dari pihak motor tiga roda. Dua korban meninggal (merupakan) penumpang, kalau pengendara luka-luka, sudah dibawa ke rumah sakit,” kata Arif.
Korban yang mengalami luka berat dan luka ringan kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Kecelakaan ini kembali menjadi pengingat bahwa manuver mendahului kendaraan di jalan raya membutuhkan perhitungan matang.
Kondisi jalan, jarak aman, kecepatan kendaraan, serta situasi dari arah berlawanan harus menjadi pertimbangan sebelum pengemudi mengambil jalur untuk menyalip.
Terlebih, kendaraan roda tiga yang membawa banyak penumpang memiliki risiko lebih besar ketika harus bermanuver secara mendadak.
Polisi masih menangani kecelakaan tersebut untuk memastikan rangkaian kejadian dan faktor lain yang berkontribusi terhadap insiden.
Masyarakat yang melintas di Jalan Raya Narogong juga diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama pada malam hingga dini hari ketika jarak pandang dan kondisi lalu lintas dapat berubah cepat.
Kecelakaan itu meninggalkan duka bagi keluarga korban. Dua orang kehilangan nyawa hanya karena perjalanan yang semestinya berlangsung biasa, sementara lima lainnya harus menjalani perawatan akibat luka yang mereka alami. **
Editor : Hadwan













