Parkir Liar dan Lawan Arus, 7.256 Kendaraan Ditindak Dishub Jakarta Timur

Jumat, 17 Oktober 2025 - 12:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Dishub Jakarta Timur menderek mobil parkir liar saat Operasi Lintas Jaya di kawasan Jatinegara, Jumat (17/10/2025). Dok: Kominfo DKI Jakarta

Petugas Dishub Jakarta Timur menderek mobil parkir liar saat Operasi Lintas Jaya di kawasan Jatinegara, Jumat (17/10/2025). Dok: Kominfo DKI Jakarta

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Tindak tegas itu yang dilakukan Dinas Perhubungan (Dishub) dalam Operasi Lintas Jaya Jakarta Timur 2025 sejak Januari hingga 16 Oktober.

Sebanyak 7.256 kendaraan terjaring Dis menegakkan sanksi sesuai jenis pelanggaran untuk menekan angka ketidakdisiplinan pengendara di jalan.

Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur, Reny Dwi Astuti, menegaskan pihaknya menggelar operasi setiap hari di lokasi berbeda.

Targetnya, kendaraan yang parkir liar, kelebihan muatan, mangkal di terminal bayangan, melawan arus, melanggar rute, serta pelanggaran lalu lintas lainnya.

“Operasi Lintas Jaya ini rutin kami lakukan untuk mengajak masyarakat lebih disiplin dan tertib dalam berlalu lintas,” ujar Reny di Jakarta, Jumat (17/10).

Baca Juga :  Revolusi Roda Empat: Dari Kereta Uap 1769 hingga Era Hibrida

Sementara itu, Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian Sudin Perhubungan Jakarta Timur, Riki Erwinda, menjelaskan bahwa dari total pelanggaran tersebut, 1.254 kendaraan dikenakan tilang BAP Dishub, 676 kendaraan setop operasi, dan 585 kendaraan ditilang BAP polisi.

Selain itu, petugas juga menindak 1.798 sepeda motor yang melawan arah. Sebanyak 446 sepeda motor, 105 kendaraan roda tiga, dan 76 mobil dikenai Operasi Cabut Pentil (OCP).

Baca Juga :  Ikan Cupang Lawan Nyamuk DBD, 1.700 Ekor Ditebar di Tebet

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Untuk kendaraan yang diderek karena parkir liar mencapai 2.277 unit, sementara 39 sepeda motor diangkut dalam operasi jaring,” terang Riki.

Dalam operasi harian, Sudin Perhubungan Jakarta Timur mengerahkan sekitar 45 personel gabungan. Mereka terdiri dari Dishub Jakarta Timur, Satwil Lantas, Garnisun, POM TNI, Brimob, dan unsur terkait lainnya.

“Kami tidak hanya menindak, tetapi juga mengedukasi agar pengendara lebih sadar pentingnya keselamatan di jalan,” tandas Reny. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional
Pemerintah Terima 100 Ton Kurma Premium dari Arab Saudi untuk Ramadan 2026
Warga Sunter Agung Temukan Mayat Pria di Gorong-gorong, Polisi Evakuasi Korban
Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?
Penyerangan KKB di PT Freeport Mimika, 1 TNI Gugur dan 1 Warga Sipil Luka
Truk Tabrak 6 Mobil di Underpass Ciawi, Tol Jagorawi Sempat Ditutup
TransJabodetabek B51 Cawang–Cikarang: Solusi Kemacetan Jakarta Timur dan Cikarang
Richard Lee Dicekal Polda Metro Jaya, Penyidikan Kasus Produk Kecantikan Berlanjut

Berita Terkait

Rabu, 11 Februari 2026 - 21:02 WIB

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:55 WIB

Pemerintah Terima 100 Ton Kurma Premium dari Arab Saudi untuk Ramadan 2026

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:36 WIB

Warga Sunter Agung Temukan Mayat Pria di Gorong-gorong, Polisi Evakuasi Korban

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:34 WIB

Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:14 WIB

Penyerangan KKB di PT Freeport Mimika, 1 TNI Gugur dan 1 Warga Sipil Luka

Berita Terbaru

Semua orang menyukai nasi goreng. (Posnews/Ist)

KESEHATAN

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional

Rabu, 11 Feb 2026 - 21:02 WIB

Ilustrasi, Meretas batasan biologis. Di tahun 2026, biohacking bukan lagi milik ilmuwan laboratorium, melainkan gaya hidup berbasis data yang diadopsi masyarakat urban untuk mengejar performa puncak dan umur panjang. Dok: Istimewa.

KESEHATAN

Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:34 WIB