BANGKOK, POSNEWS.CO.ID – Pemungutan suara untuk pemilihan anggota parlemen Thailand resmi dimulai pada Minggu pukul 08.00 waktu setempat. Sekitar 50 juta pemilih kini mendatangi berbagai tempat pemungutan suara (TPS) di seluruh negeri.
Warga akan memilih 500 anggota Majelis Rendah dalam proses yang sangat menentukan masa depan politik Thailand. TPS akan tutup pada pukul 17.00 waktu setempat, dengan hasil tidak resmi yang petugas perkirakan muncul pada malam yang sama.
Sistem Tiga Surat Suara yang Unik
Dalam pemilu kali ini, setiap pemilih menerima tiga surat suara dengan warna yang berbeda. Surat suara hijau berfungsi untuk memilih kandidat lokal berdasarkan daerah pemilihan masing-masing. Selanjutnya, surat suara merah muda memungkinkan pemilih untuk menentukan partai politik pilihan mereka melalui daftar partai nasional.
Hal yang paling menarik adalah kehadiran surat suara kuning. Kartu ini merupakan bagian dari referendum nasional mengenai amandemen konstitusi. Rakyat akan memutuskan apakah parlemen harus segera memulai proses penyusunan konstitusi baru atau tetap mempertahankan aturan yang ada saat ini.
Struktur Parlemen dan Jalur Koalisi
Berdasarkan hukum Thailand, parlemen akan mengalokasikan 500 kursi Majelis Rendah melalui dua skema. Sebanyak 400 kursi akan terisi oleh pemenang di daerah pemilihan langsung. Sementara itu, 100 kursi sisanya akan terbagi kepada partai-partai politik secara proporsional berdasarkan perolehan suara nasional.
Opini publik lokal melihat pemilihan ini sebagai arena tempur bagi tiga kekuatan politik utama. Ketiga partai tersebut adalah Partai Bhumjaithai, Partai Rakyat, dan Partai Pheu Thai. Oleh karena itu, kecil kemungkinan ada satu partai yang mampu mengamankan kursi yang cukup untuk membentuk pemerintahan sendirian. Akibatnya, partai-partai besar tersebut harus segera melakukan lobi untuk membentuk pemerintahan koalisi setelah hasil resmi keluar.
Jadwal Pasca-Pemungutan Suara
Sesuai aturan yang berlaku, Komisi Pemilihan Umum harus merilis penghitungan suara resmi paling lambat pada 9 April mendatang. Setelah itu, parlemen baru wajib mengadakan sesi perdana dalam waktu 15 hari untuk memilih ketua parlemen.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Begitu ketua parlemen terpilih, Majelis Rendah akan segera melakukan pemungutan suara untuk menentukan Perdana Menteri baru. Hasil referendum konstitusi juga akan menjadi panduan bagi parlemen dalam memulai proses amandemen. Dunia internasional kini memantau dengan cermat apakah proses transisi kepemimpinan ini akan berjalan stabil dan mampu menjaga pertumbuhan ekonomi Thailand di kawasan Asia Tenggara.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia





















