Kapal Induk AS Merapat ke Timur Tengah, Iran Siaga

Kamis, 15 Januari 2026 - 12:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Diplomasi di tengah hujan rudal. Tim negosiasi AS dan Iran tiba di Doha saat eskalasi militer di Selat Hormuz mengancam kesepakatan damai. Dok: Istimewa.

Diplomasi di tengah hujan rudal. Tim negosiasi AS dan Iran tiba di Doha saat eskalasi militer di Selat Hormuz mengancam kesepakatan damai. Dok: Istimewa.

TEHERAN, POSNEWS.CO.ID – Bayang-bayang perang besar kembali menyelimuti Timur Tengah pada hari Rabu (14/1). Berbagai sumber mengonfirmasi bahwa Amerika Serikat sedang menggerakkan kelompok tempur kapal induk (carrier strike group) dari Laut Cina Selatan menuju wilayah tanggung jawab Komando Pusat (CENTCOM) di Timur Tengah.

Langkah militer masif ini terjadi di tengah ketegangan yang meningkat tajam antara Washington dan Teheran.

Kellie Meyer, reporter NewsNation, melaporkan pergerakan strategis tersebut. Di sisi lain, Iran tidak tinggal diam. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan bahwa negara tersebut kini berada pada tingkat kesiapan tempur tertinggi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Majid Mousavi, komandan Pasukan Dirgantara IRGC, mengirim sinyal peringatan keras. Ia menegaskan bahwa stok rudal Iran telah meningkat signifikan sejak perang 12 hari dengan Israel tahun lalu.

Ancaman Balasan ke Pangkalan Regional

Teheran telah menarik garis merah yang tegas. Pejabat senior Iran menyatakan bahwa mereka telah memberi tahu sekutu AS di kawasan—mulai dari Arab Saudi, Uni Emirat Arab, hingga Turki. Pesannya jelas: jika Washington menyerang Iran, pangkalan AS di wilayah mereka akan menjadi target serangan balasan.

Baca Juga :  Uni Eropa Ragukan Legalitas Board of Peace

Amerika Serikat memang mempertahankan kekuatan militer yang luas di Timur Tengah. Ini termasuk markas depan CENTCOM di Al Udeid, Qatar, dan markas Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain.

Menanggapi potensi serangan, Qatar mengonfirmasi bahwa penarikan personel (drawdowns) di Pangkalan Udara Al Udeid sedang berlangsung. Sky News melaporkan bahwa Inggris juga mulai menarik sebagian personelnya dari pangkalan udara di Qatar sebagai langkah antisipasi.

Eksodus Warga Asing dan Penarikan Personel

Situasi yang memburuk memicu kepanikan diplomatik. Beberapa negara Eropa—termasuk Inggris, Polandia, Italia, dan Spanyol—mendesak warganya untuk segera meninggalkan Iran. Sebelumnya, Amerika Serikat dan Prancis telah mengeluarkan peringatan serupa.

Seorang pejabat AS, yang berbicara tanpa menyebut nama, mengakui bahwa Washington menarik beberapa personel dari pangkalan regional utama sebagai tindakan pencegahan.

Seorang pejabat militer Barat menggambarkan situasi ini kepada Reuters. “Semua sinyal menunjukkan bahwa serangan AS sudah dekat. Namun, begitulah cara pemerintahan ini berperilaku untuk membuat semua orang waspada. Ketidakpastian adalah bagian dari strategi.”

Baca Juga :  Ditolak Negara Arab, Trump Coret Tony Blair dari Dewan Perdamaian Gaza

Trump: “Bantuan Sedang Dalam Perjalanan”

Di Gedung Putih, Presiden Donald Trump memberikan sinyal yang campur aduk. Ia menerapkan pendekatan “tunggu dan lihat”, namun tidak mengesampingkan aksi militer.

Dalam wawancara dengan CBS News pada hari Selasa, Trump bersumpah akan mengambil “tindakan yang sangat kuat” jika Iran mengeksekusi para demonstran. Ia mendesak rakyat Iran untuk terus memprotes dan “mengambil alih institusi”, seraya menjanjikan bahwa “bantuan sedang dalam perjalanan.”

Dua pejabat Eropa memperkirakan intervensi militer AS bisa terjadi dalam 24 jam ke depan. Seorang pejabat Israel juga menyebut bahwa Trump tampaknya telah memutuskan untuk campur tangan, meskipun waktu dan cakupannya masih belum jelas.

Diplomasi Terputus

Jalur diplomasi tampaknya telah buntu. Pejabat Iran mengonfirmasi bahwa kontak langsung antara Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan Utusan Khusus AS Steve Witkoff telah terhenti.

Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Abdolrahim Mousavi, menyalahkan musuh asing atas kerusuhan di negaranya. Ia menyebut Iran “belum pernah menghadapi volume kehancuran seperti ini” dan menuduh AS serta Israel mendalangi kerusuhan yang bermula dari krisis ekonomi dua minggu lalu.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pentagon Tuduh Jenderal Brett Sylvia Bocorkan Rahasia Negara
Hakim Federal Tolak Permintaan Pemerintahan Trump Soal Suara
Menhan AS Pete Hegseth Pecat Perencana Militer Utama
Biaya Perang Iran Melonjak Hingga 47,1 Miliar Dolar AS
Tabrakan Kereta Cepat di Toledo Spanyol Menewaskan 68 Orang
Jepang dan Jerman Sepakat Perkuat Kerja Sama Mineral Kritis
Perayaan Meriah Festival Sembilan Dewa Kaisar
Fenomena Fesyen Gothic Lolita Jepang Kembali Memikat Hati

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:44 WIB

Pentagon Tuduh Jenderal Brett Sylvia Bocorkan Rahasia Negara

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:42 WIB

Hakim Federal Tolak Permintaan Pemerintahan Trump Soal Suara

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Menhan AS Pete Hegseth Pecat Perencana Militer Utama

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:42 WIB

Biaya Perang Iran Melonjak Hingga 47,1 Miliar Dolar AS

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:40 WIB

Tabrakan Kereta Cepat di Toledo Spanyol Menewaskan 68 Orang

Berita Terbaru

Pasar anime Jepang tembus rekor 4,45 triliun yen pada 2025 didorong lonjakan penjualan luar negeri dan tayangan streaming. Simak ulasan lengkapnya. Dok: Istimewa.

ENTERTAINMENT

Pasar Anime Jepang Cetak 4,45 Triliun Yen, Luar Negeri Dominasi

Selasa, 3 Nov 2026 - 06:33 WIB