WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Hubungan antara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan donatur terbesarnya, Amerika Serikat, mencapai titik nadir baru pada hari Sabtu (24/1). Kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, secara terbuka menyerang balik alasan Washington untuk meninggalkan badan kesehatan PBB tersebut.
Dalam pernyataan yang tajam, Tedros menepis kritik AS sebagai hal yang “tidak benar”. Ia juga memberikan peringatan serius mengenai dampak geopolitik dari keputusan tersebut.
“Pengumuman AS minggu ini… membuat baik AS maupun dunia menjadi kurang aman,” tegas Tedros.
Melalui unggahan di platform X, ia menambahkan, “Sayangnya, alasan yang dikutip untuk keputusan AS menarik diri dari WHO tidak benar.” Ia bersikeras bahwa WHO selalu terlibat dengan AS dan semua negara anggota dengan “rasa hormat penuh terhadap kedaulatan mereka.”
Tuduhan Kegagalan Pandemi
Konflik ini memuncak setelah Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dan Menteri Kesehatan Robert F. Kennedy Jr. mengeluarkan pernyataan bersama pada hari Kamis. Mereka mengumumkan bahwa Washington telah secara resmi menarik diri dari WHO.
Duo pejabat tinggi pemerintahan Trump itu menuduh WHO melakukan banyak “kegagalan selama pandemi Covid-19”. Lebih lanjut, mereka menuding agensi tersebut bertindak “berulang kali melawan kepentingan Amerika Serikat.”
Namun, WHO belum mengonfirmasi bahwa penarikan diri tersebut telah berlaku secara efektif.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sengketa Tagihan $278 Juta
Di balik retorika politik, terdapat masalah administrasi yang pelik: uang. Perselisihan ini muncul saat Washington berjuang melepaskan diri dari WHO, setahun setelah Presiden Donald Trump menandatangani perintah eksekutif untuk itu.
Proses penarikan satu tahun sebenarnya mencapai penyelesaian pada hari Kamis. Namun, Kennedy dan Rubio menyatakan penyesalan bahwa WHO “belum menyetujui penarikan kami dan, pada kenyataannya, mengklaim bahwa kami berhutang kompensasi.”
WHO memegang kartu as hukum dari tahun 1948. Ketika Washington bergabung, mereka menyetujui syarat bahwa AS berhak menarik diri asalkan memberikan pemberitahuan satu tahun dan telah memenuhi “kewajiban keuangannya kepada organisasi secara penuh untuk tahun fiskal berjalan.”
Seorang pejabat pers WHO mengonfirmasi kepada Xinhua bahwa AS belum membayar iuran keanggotaannya yang tertunggak.
“Hingga hari ini, AS belum membayar jumlah yang ditagihkan untuk kontribusi yang dinilai untuk dua tahunan 2024-2025,” ungkap pejabat tersebut.
Laporan National Public Radio (NPR) memperkirakan jumlah tunggakan tersebut mencapai sekitar $278 juta (Rp 4,3 triliun).
Pintu Masih Terbuka?
WHO menyatakan bahwa pemberitahuan penarikan ini “menimbulkan masalah” yang akan dibahas dalam pertemuan Dewan Eksekutif bulan depan dan Majelis Kesehatan Dunia tahunan pada bulan Mei.
Meski tegang, Tedros masih menyisakan ruang diplomasi. “Kami berharap AS akan kembali berpartisipasi aktif di WHO di masa depan,” ujarnya.
Sementara itu, ia menegaskan bahwa WHO tetap berkomitmen teguh bekerja dengan semua negara demi misi intinya: standar kesehatan tertinggi sebagai hak fundamental bagi semua orang.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia


















