Pemprov DKI Copot Sekkel Petojo Selatan Gegara Pamer Kemewahan di Medsos

Jumat, 10 Oktober 2025 - 17:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Kelurahan Petojo Selatan. Dok: Walikota Jakpus

Kantor Kelurahan Petojo Selatan. Dok: Walikota Jakpus

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Pejabat publik kembali mendapat sorotan. Kali ini Sekretaris Kelurahan (Sekkel) Petojo Selatan, Febriwaldi, resmi dicopot sementara usai aksinya pamer gaya hidup mewah alias flexing viral di media sosial.

Inspektur Provinsi DKI Jakarta, Dhany Sukma, menegaskan pencopotan itu dilakukan untuk menjaga integritas pelayanan publik dan memberi ruang bagi proses pemeriksaan.

“Pembebasan sementara dilakukan demi pemeriksaan lanjutan. Kami menegakkan aturan dengan hati-hati dan sesuai prosedur,” tegas Dhany, Jumat (10/10/2025).

Baca Juga :  Pemprov DKI Relokasi Pedagang Barito Selama Penataan Taman Bendera Pusaka

Menurut Dhany, Febriwaldi diduga melanggar disiplin ASN sesuai PP Nomor 94 Tahun 2021 dan Pergub DKI Nomor 8 Tahun 2024.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Wali Kota Jakarta Pusat dan Inspektur Pembantu Kota untuk mengambil langkah cepat,” ujarnya.

Kasus ini mencuat setelah foto-foto Febriwaldi beredar di media sosial. Dalam unggahan itu, ia tampak liburan ke luar negeri, membeli motor mewah, dan memamerkan sepeda mahal.

Baca Juga :  Menlu China Wang Yi Mulai Tur Afrika, 70 Tahun Persahabatan

Aksi pamer harta itu dinilai bertentangan dengan aturan hidup sederhana ASN di Pemprov DKI.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Perilaku seperti ini mencoreng citra ASN. Ini harus jadi pelajaran bagi aparatur lain,” tegas Dhany.

Ia memastikan Pemprov DKI tak akan mentolerir pejabat yang bergaya hidup mewah.

“ASN harus jadi teladan, baik dalam kinerja maupun gaya hidup,” tandasnya. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Zelenskyy Jual Teknologi Drone ke Teluk demi Devisa dan Energi
Timur Tengah Membara: Houthi Serang Israel Saat AS Terjunkan Divisi Airborne ke-82
Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi
20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan
Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton
Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun
Update Arus Balik Lebaran 2026, 186 Ribu Kendaraan Serbu Jabodetabek
Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 21:54 WIB

Zelenskyy Jual Teknologi Drone ke Teluk demi Devisa dan Energi

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:47 WIB

Timur Tengah Membara: Houthi Serang Israel Saat AS Terjunkan Divisi Airborne ke-82

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:00 WIB

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi

Minggu, 29 Maret 2026 - 19:30 WIB

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:30 WIB

Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton

Berita Terbaru

Membalikkan keadaan. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengklaim telah mengubah peta geopolitik Timur Tengah melalui ekspor teknologi pencegat drone ke negara-negara Teluk yang kini menjadi target serangan Iran. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy Jual Teknologi Drone ke Teluk demi Devisa dan Energi

Minggu, 29 Mar 2026 - 21:54 WIB

Pemberontakan sipil di seluruh negeri. Gelombang ketiga aksi

INTERNASIONAL

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi

Minggu, 29 Mar 2026 - 20:00 WIB

Sisi gelap perang energi. Sekitar 20.000 pelaut sipil kini terperangkap di kawasan Teluk, menghadapi kelangkaan pasokan dasar dan ancaman serangan udara saat operator kapal mulai mengabaikan hak-hak keselamatan mereka. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Mar 2026 - 19:30 WIB