Penumpang Kereta Wajib Tahu, Aturan Keselamatan Ketat di Stasiun dan Gerbong

Minggu, 2 November 2025 - 10:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Calon penumpang ingin naik Kereta Api. (Ist)

Ilustrasi, Calon penumpang ingin naik Kereta Api. (Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID — Jangan anggap enteng ketika berada di satsiun Kereta Api, apa saja bisa terjadi kalau kita melanggar aturan di  PT Kereta Api Indonesia (KAI)

KAI mengingatkan seluruh penumpang agar lebih waspada selama berada di stasiun hingga perjalanan dalam kereta. Keselamatan jadi nomor satu, apalagi jelang lonjakan mobilitas akhir tahun.

KAI menegaskan masih banyak penumpang yang cuek dan melanggar aturan keselamatan dasar. Karena itu, perusahaan memperketat imbauan demi mencegah kecelakaan fatal.

Di Stasiun Jangan Nekat, Ini Aturan Wajib Penumpang

1. Hanya Menyeberang via Passenger Crossing

Penumpang harus menengok kanan–kiri sebelum melintas dan wajib mengikuti arahan petugas. Zona ini rawan dan tak boleh disepelekan.

Baca Juga :  Cuaca Jakarta Hari Ini Cerah, Aman untuk Aktivitas Luar Ruangan

2. Berdiri di Belakang Garis Kuning

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Garis kuning bukan pajangan! Berdiri melewati garis bisa tersambar angin dari kereta yang melintas dan terhempas. Jika barang jatuh ke rel, jangan ambil sendiri — panggil petugas.

3. Waspada Celah Peron

Perhatikan langkah saat naik-turun kereta. Dahulukan penumpang yang turun. Disiplin bantu cegah jatuh dan cedera.

4. Awas Lantai Licin

Petugas sudah memasang tanda bahaya. Penumpang wajib waspada, terutama lansia yang rentan terpeleset.

Di Dalam Kereta: Jangan Asal Gerak, Bisa Celaka!

1. Dilarang Nongkrong di Bordes

Bordes hanya untuk akses toilet atau pindah gerbong. Tekanan angin tinggi dan getaran kereta bisa bikin tubuh oleng — dan risiko fatal lebih besar jika terjadi kecelakaan.

Baca Juga :  Ditpolairud PMJ Gelar Bakti Kesehatan, Serahkan Kursi Roda untuk Warga Pesisir Pluit

2. Hindari Terjepit Pintu

Setelah keluar/masuk kabin, tutup pintu kembali. Selain menjaga kenyamanan dan suhu kabin tetap dingin, ini mencegah cedera pintu otomatis.

3. Hati-Hati Bawa Makanan/Minuman Panas

Makanan dan minuman bisa dipesan lewat prama–prami atau di kereta makan. Tapi ingat, jangan sampai tumpah dan melukai penumpang lain. Etika dan keselamatan jalan bareng.

KAI menegaskan seluruh aturan ini demi keamanan bersama. Siapa pun yang abai bisa mencelakakan diri sendiri dan orang lain. Ingat perjalanan nyaman dimulai dengan disiplin keselamatan. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional
Pemerintah Terima 100 Ton Kurma Premium dari Arab Saudi untuk Ramadan 2026
Warga Sunter Agung Temukan Mayat Pria di Gorong-gorong, Polisi Evakuasi Korban
Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?
Penyerangan KKB di PT Freeport Mimika, 1 TNI Gugur dan 1 Warga Sipil Luka
Truk Tabrak 6 Mobil di Underpass Ciawi, Tol Jagorawi Sempat Ditutup
TransJabodetabek B51 Cawang–Cikarang: Solusi Kemacetan Jakarta Timur dan Cikarang
Richard Lee Dicekal Polda Metro Jaya, Penyidikan Kasus Produk Kecantikan Berlanjut

Berita Terkait

Rabu, 11 Februari 2026 - 21:02 WIB

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:55 WIB

Pemerintah Terima 100 Ton Kurma Premium dari Arab Saudi untuk Ramadan 2026

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:36 WIB

Warga Sunter Agung Temukan Mayat Pria di Gorong-gorong, Polisi Evakuasi Korban

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:34 WIB

Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:14 WIB

Penyerangan KKB di PT Freeport Mimika, 1 TNI Gugur dan 1 Warga Sipil Luka

Berita Terbaru

Semua orang menyukai nasi goreng. (Posnews/Ist)

KESEHATAN

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional

Rabu, 11 Feb 2026 - 21:02 WIB

Ilustrasi, Meretas batasan biologis. Di tahun 2026, biohacking bukan lagi milik ilmuwan laboratorium, melainkan gaya hidup berbasis data yang diadopsi masyarakat urban untuk mengejar performa puncak dan umur panjang. Dok: Istimewa.

KESEHATAN

Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:34 WIB