Polisi Periksa Mantan Ketua Yayasan terkait 995 Senapan Angin di Jaksel

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 12:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Polisi mengamankan ratusan senapan angin yang ditemukan di sekolah kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.(Posnews/Polres Jaksel)

Polisi mengamankan ratusan senapan angin yang ditemukan di sekolah kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.(Posnews/Polres Jaksel)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID β€” Polda Metro Jaya mulai mengurai misteri penemuan 995 senapan angin di sebuah sekolah milik yayasan di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Penyidik mengaku telah mengantongi dokumen izin impor dan kini menelusuri asal negara, tujuan pengiriman, serta kecocokan jumlah senjata dengan dokumen manifes.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan senapan angin tersebut diimpor melalui PT Lokta Karya Perbakin (LKP).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

β€œIzin impor sudah kami kantongi dan terkait PT LKP dengan inisial IWD,” kata Budi, Sabtu (8/8/2026).

Baca Juga :  Jejak KKB Yahukimo Diburu, 133 Anak Panah hingga Senapan Angin Disita

Polisi Periksa Mantan Ketua Yayasan

Penyidik akan memanggil IWD, mantan Ketua Yayasan, pada pekan depan. Pemeriksaan itu bertujuan mengungkap jalur impor, waktu kedatangan, serta tujuan penyimpanan ratusan senapan angin tersebut.

Selain itu, polisi akan mencocokkan seluruh barang bukti dengan manifes impor.

Penyidik akan menyatakan impor resmi jika jumlahnya sesuai dokumen. Namun, jika menemukan selisih, penyidik akan mendalami dugaan penyelundupan.

Dari 996 Pucuk, Hanya Satu Senjata Api

Penemuan hampir 1.000 pucuk senjata di sekolah kawasan Pondok Pinang sempat memicu kehebohan publik.

Baca Juga :  Polres Metro Jakarta Utara Aman Usai Didatangi Massa, Polisi Perketat Patroli

Setelah mendalami kasus tersebut, Polda Metro Jaya memastikan 995 pucuk merupakan senapan angin, sedangkan satu pucuk adalah senjata api jenis Franchi SPAS-15 kaliber 12 GA.

Menurut Budi, senjata api tersebut merupakan milik seseorang berinisial DS.

Sementara itu, 995 senapan angin terdiri dari 4 senapan angin, 215 pistol angin, dan 776 revolver angin kaliber 4,5 mm.

Subdit Wasendak Dit Intelkam Polda Metro Jaya mengamankan seluruh barang bukti di gudangnya.

Penyidik masih mendalami legalitas impor dan distribusi ratusan senapan angin tersebut untuk memastikan tidak ada pelanggaran dalam proses pemasukan maupun penyimpanannya. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

WN India Dijambret di Menteng, Pelaku Samsung S25 Diciduk Polisi
BYD Tabrak Innova, Fortuner Oleng, Satu Keluarga Tewas di Kembangan
Dua Pelaku Berboncengan Gasak Samsung S25 Turis India di Menteng
Kapolres Bekasi Lindungi Pelajar dari Aksi Berbahaya dan Provokasi Digital
Polisi Bongkar Gudang Narkoba di Kalideres, Ribuan Ekstasi Disita
Dua ART Lapor Disekap di Penjaringan, Polisi Bongkar Fakta Sebenarnya
Toko Berjalan di Bekasi Digerebek, 2.451 Pil Keras Disita dari Mobil
TPPU Indosterling P-21, Bareskrim Sita Aset Rp84 Miliar

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 21:30 WIB

WN India Dijambret di Menteng, Pelaku Samsung S25 Diciduk Polisi

Minggu, 6 September 2026 - 06:08 WIB

BYD Tabrak Innova, Fortuner Oleng, Satu Keluarga Tewas di Kembangan

Sabtu, 5 September 2026 - 19:58 WIB

Dua Pelaku Berboncengan Gasak Samsung S25 Turis India di Menteng

Sabtu, 5 September 2026 - 19:23 WIB

Kapolres Bekasi Lindungi Pelajar dari Aksi Berbahaya dan Provokasi Digital

Sabtu, 5 September 2026 - 06:46 WIB

Polisi Bongkar Gudang Narkoba di Kalideres, Ribuan Ekstasi Disita

Berita Terbaru

Polisi mengungkap korban  Mozza Axillia dibunuh MDVA setelah cekcok akibat cemburu lalu jasadnya dibuang ke jurang Tol Jangli. (Posnews/Ist)

JABODETABEK

Misteri Mozza Terbongkar, Pelaku Ditangkap Saat Nonton Voli

Senin, 7 Sep 2026 - 06:05 WIB

Ilustrasi, Commuter Line tetap beroperasi di tengah aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
(Posnews/KAI)

JABODETABEK

Gunung Anak Krakatau Erupsi, KAI Commuter Merak Tetap Jalan

Senin, 7 Sep 2026 - 05:51 WIB

Ilustrasi, cuaca cerah mendominasi Jabodetabek Senin 7 September 2026 dengan suhu hingga 35 derajat Celsius.
(Posnews/Ist)

JABODETABEK

Senin 7 September, Jabodetabek Cerah tapi Suhu Bisa Menyengat

Senin, 7 Sep 2026 - 05:41 WIB

Polisi membagikan masker kepada warga Bekasi untuk mengantisipasi paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. (Posnews/Ist)

JABODETABEK

Abu Anak Krakatau Menerpa Bekasi, Pengendara Dibagikan Masker

Minggu, 6 Sep 2026 - 21:17 WIB