JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Video perselisihan dua pengemudi mobil listrik di pintu keluar Gerbang Tol Tomang, Jakarta Barat, mendadak ramai di media sosial.
Bukan sekadar senggolan kendaraan, insiden itu berujung pada sopir taksi listrik Green SM yang terseret mobil BYD hingga sekitar 50 meter.
Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (19/9/2026) sekitar pukul 11.30 WIB di keluaran Gerbang Tol Tomang arah timur, wilayah Grogol Petamburan, Jakarta Barat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kecelakaan itu melibatkan mobil listrik BYD bernomor polisi B-1366-AZL yang dikemudikan Agustam dan taksi listrik Green SM B-1070-SLF yang dikendarai Budi Hendra.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Metro Jakarta Barat AKP Joko Siswanto menjelaskan, insiden bermula ketika BYD melaju searah di belakang taksi Green SM.
Mobil BYD kemudian menabrak bagian belakang taksi tersebut. Benturan membuat bumper belakang kanan taksi Green SM mengalami penyok.
“Kendaraan BYD menabrak taksi listrik Green yang melaju searah di depannya. Akibatnya, taksi tersebut mengalami penyok pada bumper belakang kanan,” kata Joko dalam keterangannya, Senin (21/9/2026).
Minta Pertanggungjawaban, Sopir Malah Terseret
Setelah benturan, Budi Hendra menghampiri pengemudi BYD untuk meminta pertanggungjawaban atas kerusakan kendaraannya.
Situasi kemudian berubah tegang. Budi berada di bagian pintu depan kiri mobil BYD ketika kendaraan tersebut kembali bergerak.
Mobil itu melaju hingga Budi ikut terseret sekitar 50 meter. Rekaman kejadian tersebut kemudian beredar luas dan memicu perhatian warganet.
Polisi memastikan insiden itu tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka.
“Pada saat meminta pertanggungjawaban, pengemudi taksi terseret kendaraan BYD sejauh 50 meter,” ungkap Joko.
Usai kejadian, Agustam sempat menyerahkan KTP kepada Budi sebagai jaminan.
Namun, ketika polisi mendatangi alamat yang tercantum dalam identitas tersebut di wilayah Curug, Kabupaten Tangerang, Agustam diketahui sudah tidak tinggal di sana.
Polisi Telusuri Kejadian
Viralnya video membuat polisi melakukan penelusuran terhadap kedua pengemudi. Petugas juga mendatangi pool taksi Green SM untuk meminta keterangan dari Budi Hendra.
Polisi menyatakan penyebab dan rangkaian kejadian tetap menjadi bagian dari proses penanganan kecelakaan lalu lintas.
Namun, perkembangan terbaru terjadi pada Senin (21/9/2026). Budi Hendra dan Agustam dipertemukan dalam proses mediasi di bagian Laka Lantas Samsat Jakarta Barat.
Setelah pertemuan tersebut, kedua pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan dan berdamai tanpa melanjutkan tuntutan hukum.
Pelajaran dari Insiden Viral di Jalan Tol
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa persoalan kecil di jalan dapat berkembang menjadi situasi berbahaya ketika emosi mengambil alih.
Benturan kendaraan seharusnya diselesaikan dengan kepala dingin. Pengemudi dapat menepi di lokasi yang aman, menghubungi petugas, serta mengumpulkan bukti seperti foto, video, dan data kendaraan.
Terlebih, posisi di sekitar pintu keluar tol memiliki risiko tersendiri karena kendaraan lain masih melintas dengan kecepatan tinggi.
Karena itu, pengemudi sebaiknya menghindari tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lain saat menyelesaikan perselisihan setelah kecelakaan.
Kasus kecelakaan BYD dan taksi Green SM di Exit Tol Tomang kini berakhir melalui kesepakatan kedua pihak.
Meski demikian, insiden tersebut meninggalkan pelajaran penting tentang pentingnya menahan emosi dan mengutamakan keselamatan ketika terjadi kecelakaan di jalan. **
Editor : Hadwan













