Pria di Pasar Minggu Habisi Kakak Ipar Pakai Palu Gada, Motifnya Bikin Ngeri

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 16:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Tewas. (Pixabay)

Ilustrasi, Tewas. (Pixabay)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID — Sadis, itu-lah gambaran yang dilakukan pria ini. Ia mengamuk dengan membabi buta menghajar Kakak Iparnya pakai palu gada hingga tewas ditempat.

Pria berinisial ARH (30) tega menghabisi nyawa kakak iparnya, BSP (39) di rumahnya kawasan Rawa Bambu, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Aksi berdarah itu dipicu dendam lama karena korban kerap memarahinya.

Kapolsek Pasar Minggu Kompol Anggiat Sinambela menjelaskan, pelaku sudah lama menyimpan amarah terhadap korban.

Baca Juga :  Terkuak! Pengusaha Bimbel Jadi Otak Penculikan dan Pembunuhan Kepala Bank BRI

Pada malam kejadian, emosinya meledak setelah dimarahi karena merokok di kamar.

“Pelaku memukul korban berkali-kali dengan palu gada hingga tewas. Dia mengaku sudah lama menahan emosi karena sering dimarahi korban,” ungkap Kompol Anggiat, Sabtu (25/10/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, usai melakukan aksi sadis itu, pelaku mencoba kabur. Namun warga yang mendengar teriakan minta tolong langsung mengejar dan berhasil menangkap pelaku di jalan.

Baca Juga :  Longsor Maut Trenggalek: Satu Keluarga Tertimbun, Empat Tewas di Desa Depok

“Warga di pos ronda mengejar dan menangkap pelaku yang berusaha melarikan diri. Polisi kemudian datang dan mengamankannya ke kantor,” ujarnya.

Saat ini, pelaku diperiksa intensif di Polsek Pasar Minggu. Polisi juga telah melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi, termasuk keluarga korban.

“Kami masih mendalami motif dan kronologi lengkap penganiayaan ini,” tegas Kompol Anggiat. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional
Pemerintah Terima 100 Ton Kurma Premium dari Arab Saudi untuk Ramadan 2026
Warga Sunter Agung Temukan Mayat Pria di Gorong-gorong, Polisi Evakuasi Korban
Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?
Penyerangan KKB di PT Freeport Mimika, 1 TNI Gugur dan 1 Warga Sipil Luka
Truk Tabrak 6 Mobil di Underpass Ciawi, Tol Jagorawi Sempat Ditutup
TransJabodetabek B51 Cawang–Cikarang: Solusi Kemacetan Jakarta Timur dan Cikarang
Richard Lee Dicekal Polda Metro Jaya, Penyidikan Kasus Produk Kecantikan Berlanjut

Berita Terkait

Rabu, 11 Februari 2026 - 21:02 WIB

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:55 WIB

Pemerintah Terima 100 Ton Kurma Premium dari Arab Saudi untuk Ramadan 2026

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:36 WIB

Warga Sunter Agung Temukan Mayat Pria di Gorong-gorong, Polisi Evakuasi Korban

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:34 WIB

Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:14 WIB

Penyerangan KKB di PT Freeport Mimika, 1 TNI Gugur dan 1 Warga Sipil Luka

Berita Terbaru

Semua orang menyukai nasi goreng. (Posnews/Ist)

KESEHATAN

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional

Rabu, 11 Feb 2026 - 21:02 WIB

Ilustrasi, Meretas batasan biologis. Di tahun 2026, biohacking bukan lagi milik ilmuwan laboratorium, melainkan gaya hidup berbasis data yang diadopsi masyarakat urban untuk mengejar performa puncak dan umur panjang. Dok: Istimewa.

KESEHATAN

Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:34 WIB