Pulang Malam Berujung Maut, Dua Pelajar Diserang Air Keras di Bogor

Rabu, 22 April 2026 - 15:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Disiram air keras. (Posnews/Ist)

Ilustrasi, Disiram air keras. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Teror air keras kembali mengguncang. Dua pelajar SMA disiram cairan berbahaya saat pulang malam di Parungpanjang, Senin (20/4/2026).

Serangan brutal itu terjadi tiba-tiba dan meninggalkan luka serius di wajah korban.

Berdasarkan keterangan keluarga, dua korban sempat nongkrong usai pulang sekolah sebelum akhirnya berjalan pulang.

Namun di tengah perjalanan, pelaku misterius muncul dan langsung menyiramkan cairan keras ke arah wajah mereka.

“Menurut pelapor, korban pulang sekolah lalu sempat nongkrong sebelum kejadian,” tegas Kasatres PPA & PPO Polres Bogor AKP Silfi Adi Putri, Rabu (22/4/2026).

Baca Juga :  BNPB Perpanjang Pencarian Korban Longsor Pandanarum, Total Korban 12 Jiwa

Serangan berlangsung cepat dan kejam. Pelaku langsung kabur, meninggalkan korban dalam kondisi kesakitan.

Korban Dirawat Intensif, Luka Wajah Disorot

Akibat siraman tersebut, kedua pelajar mengalami luka serius di bagian wajah. Hingga kini, korban masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Polisi belum bisa memastikan tingkat keparahan luka karena tim medis masih melakukan penanganan.

“Korban belum bisa dimintai keterangan, fokus kami pemulihan dulu,” ujar Silfi.

Polisi Buru Pelaku, TKP Disisir

Sementara itu, polisi langsung bergerak melakukan penyelidikan. Petugas menyisir lokasi kejadian, mengumpulkan bukti, dan memburu pelaku yang hingga kini masih misterius.

Baca Juga :  Tragedi Sungai Kendal: 6 Mahasiswa UIN Walisongo Hanyut, 3 Tewas

“Iya, anggota masih di lapangan,” tegas Silfi.

Kasus ini kembali menyoroti maraknya aksi kekerasan dengan air keras yang menyasar remaja.

Selain menimbulkan luka fisik, serangan ini juga berpotensi meninggalkan trauma berat bagi korban.

Polisi mengimbau masyarakat tetap waspada dan segera melapor jika melihat aktivitas mencurigakan di sekitar lingkungan.

Perburuan pelaku kini jadi prioritas. Aparat berjanji akan mengungkap motif dan menangkap pelaku yang tega melancarkan aksi sadis tersebut. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Trump Luncurkan Dana Kompensasi $1,7 Miliar: Pendukung Beraksi
Gencatan Senjata di Ujung Tanduk: Trump Ancam Serangan
Pengadilan Australia Denda X Corp: Kegagalan Transparansi
Kejagung Musnahkan Jam Rolex KW Sitaan Koruptor Asabri Jimmy Sutopo
Densus 88 Soroti Ancaman Digital terhadap Anak, Literasi dan Deteksi Dini Diperkuat
Marinir AS Uji Sistem HIMARS untuk Deteksi Ancaman China
Pigai Kritik Media Dipenuhi Berita Negatif, Minta Jurnalis Lebih Objektif
Pramono Anung Warning Jual Beli Kartu Layanan Gratis, Pemprov DKI Siap Tindak Tegas

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 13:47 WIB

Trump Luncurkan Dana Kompensasi $1,7 Miliar: Pendukung Beraksi

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:43 WIB

Gencatan Senjata di Ujung Tanduk: Trump Ancam Serangan

Kamis, 21 Mei 2026 - 11:40 WIB

Pengadilan Australia Denda X Corp: Kegagalan Transparansi

Kamis, 21 Mei 2026 - 11:23 WIB

Kejagung Musnahkan Jam Rolex KW Sitaan Koruptor Asabri Jimmy Sutopo

Kamis, 21 Mei 2026 - 11:01 WIB

Densus 88 Soroti Ancaman Digital terhadap Anak, Literasi dan Deteksi Dini Diperkuat

Berita Terbaru

Kompensasi bagi

INTERNASIONAL

Trump Luncurkan Dana Kompensasi $1,7 Miliar: Pendukung Beraksi

Kamis, 21 Mei 2026 - 13:47 WIB

Diplomasi penuh ancaman. Presiden Donald Trump mengeklaim negosiasi damai dengan Iran berada di tahap akhir, namun tetap memberikan ultimatum serangan militer. Kebuntuan ini terus memicu volatilitas harga minyak global. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Gencatan Senjata di Ujung Tanduk: Trump Ancam Serangan

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:43 WIB

Ilustrasi, Kepatuhan digital menjadi pertaruhan. Pengadilan Federal Australia menjatuhkan denda A$650.000 kepada X Corp karena gagal memberikan informasi mengenai penanganan konten eksploitasi seksual anak kepada otoritas keamanan daring. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pengadilan Australia Denda X Corp: Kegagalan Transparansi

Kamis, 21 Mei 2026 - 11:40 WIB