BEKASI, POSNEWS.CO.ID — Begini-lah jadinya jika tidak kuat iman dan cepat putus asa. Seorang remaja tewas gantung diri di dalam rumahnya pada Minggu (9/11/2025) siang.
Spontan warga Kampung Tapak Serang, Desa Lengahjaya, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, geger. Korban diketahui berinisial AFF, yang ditemukan sudah tidak bernyawa oleh kakaknya sendiri, Dini Agustin.
Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 12.10 WIB. Awalnya, sekitar pukul 11.00 WIB, Dini sempat menyuruh adiknya membeli makanan. Namun, korban menolak. Dini pun akhirnya pergi sendiri keluar rumah untuk membeli makanan.
Saat kembali, Dini terkejut melihat mesin cuci berantakan dan handuk tergantung mencurigakan. Ketika ia membuka handuk itu, Dini langsung syok berat—adiknya tergantung dengan leher terlilit tali.
Dengan panik, Dini mengambil gunting dan memotong tali tersebut. Begitu tali terputus, tubuh AFFÂ jatuh ke lantai.
Ia lalu memanggil tetangganya, Miran, dan berlari menjemput orang tuanya yang sedang berada di luar rumah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun nahas, saat orang tua korban tiba, jasad AFFÂ sudah dibawa Miran ke Puskesmas Cabangbungin. Tim medis menyatakan korban sudah meninggal dunia.
Tak lama kemudian, pihak keluarga melapor ke Polsek Cabangbungin. Polisi yang datang ke lokasi langsung melakukan olah TKP dan berkoordinasi dengan Identifikasi Polres Metro Bekasi.
Dari keterangan saksi, korban diduga nekat mengakhiri hidupnya karena putus cinta.
Kapolsek Cabangbungin, AKP Alex Chandra memastikan kasus ini murni dugaan bunuh diri. Pihak keluarga menolak autopsi dan sudah membuat surat pernyataan resmi untuk tidak menuntut pihak mana pun.
“Keluarga sudah menerima dengan ikhlas. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban,” ujar AKP Alex.
Kasus ini kini ditangani oleh Polsek Cabangbungin. Polisi mengimbau masyarakat agar lebih memperhatikan kondisi psikologis anggota keluarga, terutama anak muda yang sedang mengalami tekanan emosional. (red)





















