POSNEWS.CO.ID, KYIV – Pasukan militer Rusia meningkatkan intensitas serangan udara ke kawasan ibu kota Ukraina.
Serangan Drone dan Gangguan Lalu Lintas
Rusia menghantam jembatan utama di Kyiv selama dua hari berturut-turut.
Serangan drone tersebut melumpuhkan akses transportasi di atas Sungai Dnipro.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Akibatnya, kemacetan panjang melanda berbagai sudut kota sepanjang hari Jumat.
Wali Kota Vitali Klitschko menyebut kondisi keamanan Kyiv saat ini sangat dramatis.
Sebab, serangan drone terus mengincar berbagai infrastruktur vital di ibu kota.
Perubahan Strategi dan Dampak Musim Dingin
Rusia meluncurkan puluhan drone cepat untuk merusak fasilitas penting Ukraina.
Serangan drone di Kyiv menewaskan satu warga dan melukai dua orang lainnya.
Selain itu, bom Rusia menewaskan dua warga di kota Kharkiv.
Serangan ini mengganggu aktivitas harian 500 ribu warga yang menyeberangi sungai.
Presiden Vladimir Putin memerintahkan pengintensifan serangan udara tanpa batasan sejak bulan lalu.
Balasan Ukraina dan Kebutuhan Amunisi
Sementara itu, militer Ukraina membalas dengan menyerang kilang minyak di Volgograd.
Presiden Vladimir Putin mengakui serangan Ukraina merusak ekonomi Rusia hingga satu persen.
Oleh karena itu, antrean panjang muncul di berbagai stasiun pengisian bahan bakar Rusia.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Ukraina meminta sekutu mengirimkan amunisi jet F-16.
Ukraina membutuhkan setidaknya 300 rudal Patriot untuk menghadapi serangan musim dingin Rusia.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













