Rusia Menghantam Jembatan Utama di Kyiv Dua Hari

Minggu, 4 Oktober 2026 - 10:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Rusia menghantam jembatan strategis di Kyiv dua hari berturut-turut dengan drone, mengganggu akses warga dan kelistrikan kota. Dok: Istimewa.

Rusia menghantam jembatan strategis di Kyiv dua hari berturut-turut dengan drone, mengganggu akses warga dan kelistrikan kota. Dok: Istimewa.

POSNEWS.CO.ID, KYIV – Pasukan militer Rusia meningkatkan intensitas serangan udara ke kawasan ibu kota Ukraina.

Serangan Drone dan Gangguan Lalu Lintas

Rusia menghantam jembatan utama di Kyiv selama dua hari berturut-turut.

Serangan drone tersebut melumpuhkan akses transportasi di atas Sungai Dnipro.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Akibatnya, kemacetan panjang melanda berbagai sudut kota sepanjang hari Jumat.

Wali Kota Vitali Klitschko menyebut kondisi keamanan Kyiv saat ini sangat dramatis.

Sebab, serangan drone terus mengincar berbagai infrastruktur vital di ibu kota.

Baca Juga :  Drone Rusia Serang Kyiv Tujuh Hari Berturut-turut

Perubahan Strategi dan Dampak Musim Dingin

Rusia meluncurkan puluhan drone cepat untuk merusak fasilitas penting Ukraina.

Serangan drone di Kyiv menewaskan satu warga dan melukai dua orang lainnya.

Selain itu, bom Rusia menewaskan dua warga di kota Kharkiv.

Serangan ini mengganggu aktivitas harian 500 ribu warga yang menyeberangi sungai.

Presiden Vladimir Putin memerintahkan pengintensifan serangan udara tanpa batasan sejak bulan lalu.

Baca Juga :  Kiamat Energi Teluk: Serangan Lapangan Gas Pars dan Rudal Iran ke Qatar-Saudi

Balasan Ukraina dan Kebutuhan Amunisi

Sementara itu, militer Ukraina membalas dengan menyerang kilang minyak di Volgograd.

Presiden Vladimir Putin mengakui serangan Ukraina merusak ekonomi Rusia hingga satu persen.

Oleh karena itu, antrean panjang muncul di berbagai stasiun pengisian bahan bakar Rusia.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Ukraina meminta sekutu mengirimkan amunisi jet F-16.

Ukraina membutuhkan setidaknya 300 rudal Patriot untuk menghadapi serangan musim dingin Rusia.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Arab Saudi Merancang Serangan Militer Besar-Besaran
Korea Utara Meluncurkan Rudal Balistik Usai Menolak Permintaan
Identitas Ko-Pilot FlyDubai Terungkap Usai Serang Kapten
Sebuah Mobil Menabrak Kerumunan Warga di Newcastle Australia
Ko-Pilot Mencoba Menjatuhkan Pesawat Rute Dubai Tel Aviv
Amerika Serikat Mengirimkan 9.000 Prajurit dan Kapal Induk Ketiga
Taiwan Menyambut Dua Jet Tempur F-16V Pertama
Gelombang Unjuk Rasa Siswa Tutup Ratusan Sekolah di Prancis

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 10:49 WIB

Rusia Menghantam Jembatan Utama di Kyiv Dua Hari

Minggu, 4 Oktober 2026 - 09:45 WIB

Arab Saudi Merancang Serangan Militer Besar-Besaran

Minggu, 4 Oktober 2026 - 08:40 WIB

Korea Utara Meluncurkan Rudal Balistik Usai Menolak Permintaan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 06:30 WIB

Sebuah Mobil Menabrak Kerumunan Warga di Newcastle Australia

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:37 WIB

Ko-Pilot Mencoba Menjatuhkan Pesawat Rute Dubai Tel Aviv

Berita Terbaru

Rusia menghantam jembatan strategis di Kyiv dua hari berturut-turut dengan drone, mengganggu akses warga dan kelistrikan kota. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Rusia Menghantam Jembatan Utama di Kyiv Dua Hari

Minggu, 4 Okt 2026 - 10:49 WIB

Arab Saudi merencanakan serangan militer besar-besaran bersama pasukan Yaman untuk mengamankan Selat Bab el-Mandeb dari Houthi. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Arab Saudi Merancang Serangan Militer Besar-Besaran

Minggu, 4 Okt 2026 - 09:45 WIB

Korea Utara meluncurkan rudal balistik dari Wonsan usai Kim Yo Jong menolak permintaan maaf terkait ledakan ranjau darat. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Korea Utara Meluncurkan Rudal Balistik Usai Menolak Permintaan

Minggu, 4 Okt 2026 - 08:40 WIB