Senat Italia Sahkan Aturan Kerangka Hukum Energi Nuklir

Jumat, 25 September 2026 - 15:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Senat Italia menyetujui RUU kerangka hukum energi nuklir generasi baru. Simak rincian kebijakan PM Giorgia Meloni dan reaksi aktivis. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Senat Italia menyetujui RUU kerangka hukum energi nuklir generasi baru. Simak rincian kebijakan PM Giorgia Meloni dan reaksi aktivis. Dok: Istimewa.

POSNEWS.CO.ID, ROMA – Senat Italia menyetujui rancangan undang-undang pengembalian energi nuklir pada Rabu.

Pengesahan Kerangka Hukum dan Target Energi Meloni

Para senator Italia memberikan dukungan melalui pemungutan suara resmi dengan hasil 81 banding 51 suara.

Pemerintahan Perdana Menteri Giorgia Meloni merancang aturan ini demi meningkatkan ketahanan energi nasional.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Undang-undang baru memberi mandat 12 bulan bagi pemerintah untuk menyusun petunjuk teknis pelaksanaan.

Pemerintah akan mengatur standar keselamatan, lisensi reaktor, hingga kriteria lokasi penyimpanan limbah.

Aturan ini memprioritaskan pengembangan reaktor modular kecil atau SMR ketimbang reaktor raksasa masa lalu.

Baca Juga :  Petinggi Chubu Electric Mundur Usai Skandal Pemalsuan Data

Perubahan Sikap Publik dan Dorongan Menteri Energi

Menteri Lingkungan Hidup Gilberto Pichetto Fratin menyebut keputusan parlemen sebagai langkah bersejarah bagi Italia.

Fratin mengintegrasikan teknologi nuklir dengan energi terbarukan demi mencapai hasil ketahanan energi yang optimal.

Masyarakat Italia pernah menolak penggunaan energi nuklir melalui referendum pasca bencana Chernobyl dan Fukushima.

Namun, lembaga survei Only Numbers mencatat 55 persen warga Italia kini mendukung reaktor generasi baru.

Dukungan terbesar datang dari kalangan generasi muda yang menginginkan pasokan listrik bersih tanpa emisi.

Baca Juga :  Sistem yang Pincang: Si Kaya Makin Kaya

Penolakan Kelompok Lingkungan dan Tantangan Investasi

Meskipun demikian, berbagai kelompok lingkungan seperti Greenpeace dan WWF Italia mengkritik keras aturan baru tersebut.

Mereka menilai keputusan pemerintah melanggar kehendak rakyat serta tidak menyelesaikan krisis energi Italia secara cepat.

Analis energi Michele Governatori mengkhawatirkan minimnya minat investor swasta terhadap proyek reaktor SMR mahal.

Pemerintah Italia juga belum memiliki fasilitas penyimpanan permanen untuk limbah radioaktif dari program sebelumnya.

Oposisi dan aktivis lingkungan berencana mengajukan penolakan terhadap penetapan lokasi reaktor di masa depan.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Senator AS Mendesak Donald Trump Membatalkan Kesepakatan
Inisiatif Label Karya Manusia Pada Buku Bebas AI Semakin Marak
Jepang Menegaskan Dukungan Mahkamah Pidana Internasional
Polisi India Menangkap 2.000 Pengunjuk Rasa Gerakan Pemuda
Serangan Rudal Rusia Menewaskan 20 Warga Zaporizhzhia
Kelompok Houthi Menyerang Bandara Internasional Riyadh
Donald Trump Kecam Komite Nobel dan Norwegia
Gencatan Senjata Gaza: Serangan Israel Masih Berlangsung

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Senator AS Mendesak Donald Trump Membatalkan Kesepakatan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:23 WIB

Inisiatif Label Karya Manusia Pada Buku Bebas AI Semakin Marak

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:21 WIB

Jepang Menegaskan Dukungan Mahkamah Pidana Internasional

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Polisi India Menangkap 2.000 Pengunjuk Rasa Gerakan Pemuda

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Serangan Rudal Rusia Menewaskan 20 Warga Zaporizhzhia

Berita Terbaru