Direktur FBI Kash Patel Bela Kebijakan Rekrutmen Korban

Kamis, 17 September 2026 - 10:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur FBI Kash Patel membela kebijakan rekrutmen korban prostitusi di sidang Senat AS. Simak rincian perdebatan dan pengawasan pemilu. Dok: Istimewa.

Direktur FBI Kash Patel membela kebijakan rekrutmen korban prostitusi di sidang Senat AS. Simak rincian perdebatan dan pengawasan pemilu. Dok: Istimewa.

POSNEWS.CO.ID, WASHINGTON — Direktur FBI Kash Patel memberikan kesaksian di hadapan Komite Yudisial Senat Amerika Serikat pada Selasa. Patel membela perubahan kebijakan rekrutmen lembaga yang mengizinkan korban prostitusi dan bestialitas mendaftar pekerjaan.

Pembelaan Panduan Rekrutmen dan Perlindungan Korban

Patel memberikan klarifikasi mengenai panduan rekrutmen terbaru Biro Investigasi Federal (FBI) di hadapan anggota Senat. Panduan ini menghapus diskualifikasi otomatis bagi pelamar yang memiliki riwayat keterlibatan prostitusi atau bestialitas.

Patel menegaskan bahwa kebijakan ini bertumpu pada upaya perlindungan korban kejahatan eksploitasi. Pihaknya menolak menghukum para korban perdagangan manusia yang dipaksa melakukan tindakan kejam tersebut. Sementara itu, Senator Republik John Kennedy mempertanyakan rasionalitas dasar perubahan panduan rekrutmen tersebut kepada Patel.

Ketegangan Sidang Senat dan Perdebatan Pemecatan Agen

Sidang yang berlangsung selama beberapa jam tersebut diwarnai perdebatan sengit antara Patel dan senator Partai Demokrat. Senator Cory Booker menyuarakan kritik pedas terhadap kepemimpinan serta kualifikasi Patel sebagai Direktur FBI.

Sementara itu, Senator Richard Blumenthal mempertanyakan keputusan Patel memecat sejumlah agen senior penanganan isu Iran. Patel bergeming dan menegaskan komitmennya untuk menghapus praktik politisasi di dalam tubuh lembaga. Selain itu, Patel membantah tuduhan penyalahgunaan anggaran perjalanan dinas yang dituduhkan oleh anggota komite.

Baca Juga :  Pam Bondi Mangkir dari Sidang Kongres Soal Berkas Jeffrey Epstein

Pengawasan Pemilu Paruh Waktu dan Isu Pelanggaran

Para anggota Senat juga menyoroti peran FBI menjelang pelaksanaan Pemilu Paruh Waktu pada November mendatang. Patel menegaskan tanggung jawab utama pengawasan pemilu berada di bawah Departemen Keamanan Dalam Negeri.

Namun, Patel menolak menutup kemungkinan pengerahan agen ke lokasi pemungutan suara jika terjadi gangguan keamanan. Jawaban tersebut memicu kekhawatiran dari Senator Peter Welch terkait potensi campur tangan lembaga dalam pemilu. Dengan demikian, sidang ini memperlihatkan tajamnya perdebatan politik atas independensi FBI di Amerika Serikat.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Denmark Tegaskan AS Wajib Mematuhi Hukum Greenland
Kelompok Pengawas Pemerintah Menggugat Jared Kushner
Kondisi Kesehatan Paus Leo XIV Membaik Pasca Operasi
Kelompok Houthi Mengancam Akan Terus Menggempur
SpaceX Membatasi Layanan Starlink Militer Ukraina
Zelenskyy Sebut Rusia Tetap Menyerang Fasilitas Energi
Kelompok Houthi Mengancam Amerika Serikat Pasca Serangan
Aparat Federal Amerika Serikat Menggeledah Kediaman DPR

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:40 WIB

Denmark Tegaskan AS Wajib Mematuhi Hukum Greenland

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:34 WIB

Kelompok Pengawas Pemerintah Menggugat Jared Kushner

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:32 WIB

Kondisi Kesehatan Paus Leo XIV Membaik Pasca Operasi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 08:23 WIB

Kelompok Houthi Mengancam Akan Terus Menggempur

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:22 WIB

SpaceX Membatasi Layanan Starlink Militer Ukraina

Berita Terbaru

Denmark menegaskan eksplorasi sumber daya alam Greenland oleh AS harus mematuhi hukum lokal dan tidak mendapat keistimewaan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Denmark Tegaskan AS Wajib Mematuhi Hukum Greenland

Kamis, 15 Okt 2026 - 15:40 WIB