POSNEWS.CO.ID, WASHINGTON — Direktur FBI Kash Patel memberikan kesaksian di hadapan Komite Yudisial Senat Amerika Serikat pada Selasa. Patel membela perubahan kebijakan rekrutmen lembaga yang mengizinkan korban prostitusi dan bestialitas mendaftar pekerjaan.
Pembelaan Panduan Rekrutmen dan Perlindungan Korban
Patel memberikan klarifikasi mengenai panduan rekrutmen terbaru Biro Investigasi Federal (FBI) di hadapan anggota Senat. Panduan ini menghapus diskualifikasi otomatis bagi pelamar yang memiliki riwayat keterlibatan prostitusi atau bestialitas.
Patel menegaskan bahwa kebijakan ini bertumpu pada upaya perlindungan korban kejahatan eksploitasi. Pihaknya menolak menghukum para korban perdagangan manusia yang dipaksa melakukan tindakan kejam tersebut. Sementara itu, Senator Republik John Kennedy mempertanyakan rasionalitas dasar perubahan panduan rekrutmen tersebut kepada Patel.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketegangan Sidang Senat dan Perdebatan Pemecatan Agen
Sidang yang berlangsung selama beberapa jam tersebut diwarnai perdebatan sengit antara Patel dan senator Partai Demokrat. Senator Cory Booker menyuarakan kritik pedas terhadap kepemimpinan serta kualifikasi Patel sebagai Direktur FBI.
Sementara itu, Senator Richard Blumenthal mempertanyakan keputusan Patel memecat sejumlah agen senior penanganan isu Iran. Patel bergeming dan menegaskan komitmennya untuk menghapus praktik politisasi di dalam tubuh lembaga. Selain itu, Patel membantah tuduhan penyalahgunaan anggaran perjalanan dinas yang dituduhkan oleh anggota komite.
Pengawasan Pemilu Paruh Waktu dan Isu Pelanggaran
Para anggota Senat juga menyoroti peran FBI menjelang pelaksanaan Pemilu Paruh Waktu pada November mendatang. Patel menegaskan tanggung jawab utama pengawasan pemilu berada di bawah Departemen Keamanan Dalam Negeri.
Namun, Patel menolak menutup kemungkinan pengerahan agen ke lokasi pemungutan suara jika terjadi gangguan keamanan. Jawaban tersebut memicu kekhawatiran dari Senator Peter Welch terkait potensi campur tangan lembaga dalam pemilu. Dengan demikian, sidang ini memperlihatkan tajamnya perdebatan politik atas independensi FBI di Amerika Serikat.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













