Tahan Pantai Gading U-17, Garuda Muda Bidik Lolos 32 Besar Piala Dunia U-17 2025

Selasa, 28 Oktober 2025 - 08:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Susunan pemain Timnas Indonesia U-17 jelang laga hidup-mati melawan Honduras di Piala Dunia U-17 2025, Doha, Qatar. (PSSI)

Susunan pemain Timnas Indonesia U-17 jelang laga hidup-mati melawan Honduras di Piala Dunia U-17 2025, Doha, Qatar. (PSSI)

DUBAI, POSNEWS.CO.ID Timnas Indonesia U-17 terus berbenah menjelang Piala Dunia U-17 2025 Qatar. Dalam laga uji coba pasukan Nova Arianto tampil solid meski menghadapi lawan tangguh asal Afrika, Pantai Gading U-17.

Laga uji coba bertajuk U-17 Dubai Youth Challenge di Dubai, Uni Emirat Arab, Selasa (28/10/2025) dini hari, skuad Garuda Muda mampu menahan imbang 0-0.

Pertandingan ini menjadi ujian penting jelang tampil di Piala Dunia U-17 2025. Pantai Gading U-17 bukan lawan sembarangan.

Tim yang diperkuat Haidara Alynho itu merupakan semifinalis Piala Afrika U-17 2025 dan dikenal dengan gaya permainan cepat serta agresifmirip dengan calon lawan Indonesia, Zambia U-17.

Baca Juga :  Timnas Indonesia U-17 Catat Sejarah Manis di Piala Dunia, Nova Arianto: Ini Baru Awal

Modal Berharga Jelang Lawan Zambia U-17

Hasil imbang kontra Pantai Gading menjadi modal berharga bagi Timnas Indonesia U-17.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pasalnya, skuad asuhan Nova Arianto akan menantang Zambia U-17 pada laga perdana Grup H Piala Dunia U-17 2025, Selasa, 4 November 2025.

Zambia U-17 sendiri tengah percaya diri tinggi setelah menang 3-1 atas Meksiko U-17, salah satu tim unggulan turnamen.

Pertemuan nanti diprediksi berlangsung sengit karena kedua tim sama-sama berambisi membuka fase grup dengan kemenangan.

Nova Arianto Pasang Target Lolos 32 Besar

Pelatih Nova Arianto menegaskan, target realistis Timnas Indonesia U-17 adalah lolos ke fase gugur atau 32 besar.

Baca Juga :  Roy Suryo Cs Tantang Bukti Dugaan Ijazah Palsu Jokowi di Gelar Perkara Hari Ini

Namun, ia menekankan agar para pemain tetap fokus dan menikmati pertandingan tanpa beban.

Secara pribadi saya berharap kita bisa lolos dari fase grup. Tapi saya tidak mau memberikan beban berlebih kepada pemain,” ujar Nova kepada media, Rabu (15/10/2025).

“Yang penting mereka menikmati pengalaman di ajang Piala Dunia, karena ini adalah level tertinggi di usia mereka,” tambahnya.

Untuk bisa lolos, Garuda Muda wajib finis sebagai juara grup, runner-up, atau masuk delapan tim peringkat tiga terbaik. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Zelenskyy Jual Teknologi Drone ke Teluk demi Devisa dan Energi
Timur Tengah Membara: Houthi Serang Israel Saat AS Terjunkan Divisi Airborne ke-82
Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi
20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan
Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton
Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun
Update Arus Balik Lebaran 2026, 186 Ribu Kendaraan Serbu Jabodetabek
Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 21:54 WIB

Zelenskyy Jual Teknologi Drone ke Teluk demi Devisa dan Energi

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:47 WIB

Timur Tengah Membara: Houthi Serang Israel Saat AS Terjunkan Divisi Airborne ke-82

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:00 WIB

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi

Minggu, 29 Maret 2026 - 19:30 WIB

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:30 WIB

Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton

Berita Terbaru

Membalikkan keadaan. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengklaim telah mengubah peta geopolitik Timur Tengah melalui ekspor teknologi pencegat drone ke negara-negara Teluk yang kini menjadi target serangan Iran. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy Jual Teknologi Drone ke Teluk demi Devisa dan Energi

Minggu, 29 Mar 2026 - 21:54 WIB

Pemberontakan sipil di seluruh negeri. Gelombang ketiga aksi

INTERNASIONAL

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi

Minggu, 29 Mar 2026 - 20:00 WIB

Sisi gelap perang energi. Sekitar 20.000 pelaut sipil kini terperangkap di kawasan Teluk, menghadapi kelangkaan pasokan dasar dan ancaman serangan udara saat operator kapal mulai mengabaikan hak-hak keselamatan mereka. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Mar 2026 - 19:30 WIB