Tangkap 10 Remaja Tawuran di Cipayung, Polres Metro Depok Bina di Pesantren Kilat

Minggu, 22 Februari 2026 - 11:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tekan Aksi Tawuran 2026, Polres Depok Masukkan Pelaku ke Pesantren Kilat. (Posnews/Ist)

Tekan Aksi Tawuran 2026, Polres Depok Masukkan Pelaku ke Pesantren Kilat. (Posnews/Ist)

DEPOK, POSNEWS.CO.ID – Aparat Polres Metro Depok bergerak cepat membubarkan tawuran remaja di Cipayung, Pancoran Mas, Depok.

Polisi menangkap 10 pelajar yang terlibat bentrokan dan langsung memasukkan mereka ke program pesantren kilat di lingkungan Polres.

Kasi Humas Polres Metro Depok AKP Made Budi menjelaskan, petugas mengamankan para remaja itu pada Sabtu (21/2/2026) sekitar pukul 01.30 WIB di Jalan Rawasari 2, Cipayung.

“Sepuluh pelajar yang kami amankan karena tawuran langsung mengikuti program pesantren kilat di Masjid Polres,” tegas Made, Minggu (22/2/2026).

Dibina di Masjid, Diawasi Orang Tua

Setelah penangkapan, polisi mendata ulang seluruh remaja tersebut dengan disaksikan orang tua masing-masing.

Baca Juga :  Dari Netizen untuk Dedi Sitorus PDIP : Jangan Sok Bicara HAM! Tanya Ibu Mega, Pak Andhika dan Om Hendro: Bagaimana ‘Munir dan Theys’?

Selanjutnya, mereka wajib mengikuti pembinaan rohani, termasuk salat lima waktu berjamaah di Masjid Polres.

Petugas juga meningkatkan pengawasan agar para remaja disiplin menjalankan ibadah dan memahami konsekuensi hukum dari aksi tawuran.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kasat Binmas dan Kanit Bintibsos turun langsung memberikan bimbingan dan penyuluhan.

Mereka mengingatkan para remaja agar tidak mengulangi perbuatan yang merugikan masa depan serta menjaga kepercayaan orang tua.

Ketua DKM Masjid Al Ikhlas AKP H. Saimun bersama Aiptu Mulyasari turut memberikan arahan keagamaan dan mengajak para peserta membaca Al-Qur’an selama program berlangsung.

Strategi Cegah Tawuran Jelang Ramadan

Sebelumnya, Kapolres Metro Depok Kombes Abdul Waras menegaskan pihaknya menyiapkan pesantren kilat sebagai langkah preventif menekan angka tawuran, khususnya menjelang Ramadan 2026.

Baca Juga :  Aksi Pemerasan Sadis di Sawangan, Istri Diikat-Uang 2000 Euro dan HP Raib

“Kami ingin mengurangi niat anak-anak melakukan tawuran. Jika masih nekat, kami masukkan ke pesantren kilat di Polres Metro Depok,” tegas Abdul Waras, Rabu (18/2/2026).

Menurutnya, tawuran tidak hanya merugikan pelaku, tetapi juga mengganggu ketertiban masyarakat dan mencoreng nama baik keluarga.

Melalui program pembinaan berbasis keagamaan ini, Polres Metro Depok menargetkan penurunan signifikan kasus tawuran remaja di Kota Depok sepanjang 2026.

Polisi juga mengimbau orang tua memperkuat pengawasan dan komunikasi dengan anak agar aksi serupa tidak terulang. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Tangkap Mantan Suami Pembunuh Wanita di Pondok Pakulonan Serpong
Masa Depan Kendaraan Listrik di Indonesia: Infrastruktur vs Kesiapan Masyarakat
PC vs Laptop di Era Kerja Remote: Mana yang Lebih Worth It untuk Jangka Panjang?
Mengenal Metaverse di Tahun 2026: Masihkah Relevan atau Hanya Sekadar Tren?
5 Kebiasaan Buruk yang Membuat Data Pribadi Anda Terancam
49 Siswa MTs di Cilegon Keracunan Usai Menyantap MBG, Polisi Selidiki Dapur SPPG
Panduan Membangun Smart Home Budget Minimalis: Mulai dari Mana?
Suami Bunuh Istri 17 Tahun di Minahasa Tenggara, Cemburu Berujung Maut

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 15:28 WIB

Polisi Tangkap Mantan Suami Pembunuh Wanita di Pondok Pakulonan Serpong

Jumat, 17 April 2026 - 15:04 WIB

Masa Depan Kendaraan Listrik di Indonesia: Infrastruktur vs Kesiapan Masyarakat

Jumat, 17 April 2026 - 14:58 WIB

PC vs Laptop di Era Kerja Remote: Mana yang Lebih Worth It untuk Jangka Panjang?

Jumat, 17 April 2026 - 12:40 WIB

Mengenal Metaverse di Tahun 2026: Masihkah Relevan atau Hanya Sekadar Tren?

Jumat, 17 April 2026 - 11:32 WIB

5 Kebiasaan Buruk yang Membuat Data Pribadi Anda Terancam

Berita Terbaru

Ilustrasi, Benteng digital yang retak. Di tahun 2026, metode peretasan telah berevolusi menggunakan kecerdasan buatan, membuat kebiasaan lama kita tidak lagi cukup untuk melindungi identitas dan aset finansial di ruang siber. Dok: Istimewa.

NETIZEN

5 Kebiasaan Buruk yang Membuat Data Pribadi Anda Terancam

Jumat, 17 Apr 2026 - 11:32 WIB