Tiga Pelaku Curanmor Pikap Diciduk, Polisi Ungkap Dugaan Aksi di 14 Lokasi

Senin, 24 Agustus 2026 - 07:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, ditahan.(Shutterstock)

Ilustrasi, ditahan.(Shutterstock)

SERANG, POSNEWS.CO.ID – Aksi komplotan pencuri mobil pikap di Banten akhirnya terbongkar.

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Banten menangkap tiga orang yang diduga terlibat dalam sindikat pencurian kendaraan bermotor (curanmor) roda empat.

Ketiga pelaku diduga memiliki tugas berbeda. Ada yang berperan sebagai joki, eksekutor atau pemetik, hingga penadah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Polisi kini mengembangkan kasus tersebut untuk membongkar jejak aksi mereka di sejumlah lokasi.

Direktur Reskrimum Polda Banten Kombes Dian Setyawan mengatakan, pengungkapan bermula dari penyelidikan terhadap serangkaian pencurian mobil pikap di wilayah hukum Polda Banten.

โ€œDalam pengungkapan ini, kami berhasil mengamankan tiga orang pelaku yang memiliki peran berbeda, yaitu sebagai joki, pemetik atau eksekutor, dan penadah.โ€

Menurut Dian, pemeriksaan awal mengungkap dugaan aksi pencurian di 14 lokasi. Fakta tersebut membuat penyidik terus bergerak untuk memastikan sejauh mana jaringan ini beroperasi.

Baca Juga :  Sindikat Haji Ilegal Diburu, Satgas Haji 2026 Ungkap Fakta Mengejutkan

Beraksi Saat Dini Hari

Kasus ini mencuat setelah sebuah mobil pikup dicuri di Kampung Cigelam, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, pada Jumat (21/8/2026) sekitar pukul 02.00 WIB.

Waktu dini hari diduga dimanfaatkan pelaku ketika situasi lingkungan lebih sepi. Namun, aksi tersebut justru menjadi pintu masuk bagi polisi untuk membongkar jaringan yang lebih besar.

Penyidik kemudian melakukan serangkaian langkah penyelidikan. Dari proses tersebut, polisi berhasil mengidentifikasi orang-orang yang diduga terlibat.

Tiga pelaku akhirnya diamankan. Polisi memastikan pemeriksaan terus dilakukan untuk mengurai peran masing-masing sekaligus mencari kemungkinan adanya pelaku lain.

Bukan Sekadar Satu Kasus

Dugaan aksi di 14 lokasi menjadi bagian paling mengejutkan dalam pengungkapan ini.

Artinya, penyidik tidak hanya menghadapi dugaan pencurian kendaraan secara sporadis, tetapi juga kemungkinan adanya pola kejahatan yang dilakukan secara berulang.

Karena itu, polisi kini mendalami seluruh laporan pencurian mobil pikap yang memiliki pola serupa.

Penyidik juga akan menelusuri alur kendaraan setelah dicuri. Peran penadah menjadi perhatian penting karena keberadaan pasar penampungan dapat membuat aksi curanmor terus berulang.

Baca Juga :  Keluarga Korban Konfrontasi Pemilik Bar Swiss

Waspada, Mobil Pikap Jadi Sasaran

Kasus tersebut menjadi peringatan bagi pemilik mobil pikap, khususnya kendaraan yang digunakan untuk menunjang kegiatan usaha.

Kendaraan yang diparkir di lokasi terbuka dan minim pengamanan berpotensi menjadi sasaran pencurian.

Masyarakat sebaiknya menambah sistem pengamanan kendaraan, memilih tempat parkir yang aman, serta memastikan kendaraan tidak mudah diakses ketika ditinggalkan.

Selain itu, warga juga perlu segera melapor apabila melihat aktivitas mencurigakan di sekitar lingkungan.

Polda Banten masih mengembangkan perkara tersebut. Polisi berupaya memastikan apakah jaringan tersebut memiliki anggota lain dan apakah masih ada kendaraan hasil kejahatan yang belum ditemukan.

Pengungkapan ini menjadi pesan tegas: mobil pikap bukan sekadar kendaraan usaha, tetapi juga aset yang harus dijaga.

Di sisi lain, polisi perlu membongkar jaringan hingga ke penadah agar rantai curanmor tidak terus menemukan korban baru. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Demi Anak Masuk Sekolah Kedinasan, Ayah 69 Tahun Kehilangan Rp150 Juta
Demi Menyelamatkan Ibu, Anak Ini Berjalan 2 Kilometer ke Kantor Polisi
Subsidi Gas Diduga Diselewengkan, Bareskrim Bongkar Gudang LPG di Sidoarjo
Tubuh Penuh Luka Tusuk, Muhammad Imran Tewas di Parit Kebun Sawit
Belum Sebulan Menikah, Perempuan 18 Tahun di Takalar Kritis Diduga Ditikam Suami
Petaka Pasar Malam Lombok Utara, SPG 20 Tahun Tewas Terjatuh dari Kora-Kora
Perjalanan Keluarga di Magelang Berakhir Maut, Ayah Ibu dan Anak Tewas
KMP Batumandi Terbakar di Merak, Nelayan Bantu Evakuasi Bayi dan Anak-anak

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:45 WIB

Demi Anak Masuk Sekolah Kedinasan, Ayah 69 Tahun Kehilangan Rp150 Juta

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:15 WIB

Demi Menyelamatkan Ibu, Anak Ini Berjalan 2 Kilometer ke Kantor Polisi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 06:06 WIB

Subsidi Gas Diduga Diselewengkan, Bareskrim Bongkar Gudang LPG di Sidoarjo

Jumat, 23 Oktober 2026 - 05:59 WIB

Tubuh Penuh Luka Tusuk, Muhammad Imran Tewas di Parit Kebun Sawit

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:45 WIB

Belum Sebulan Menikah, Perempuan 18 Tahun di Takalar Kritis Diduga Ditikam Suami

Berita Terbaru

EA DICE dan Respawn Entertainment dikabarkan berkolaborasi menggarap Star Wars Battlefront 3, menggeser keterlibatan studio Bungie. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

DICE dan Respawn Dikabarkan Berduet Kembangkan Star Wars

Jumat, 23 Okt 2026 - 11:32 WIB

Menlu AS Marco Rubio sebut pembatasan akses Starlink di Ukraina merupakan wewenang SpaceX dan Elon Musk, bukan Gedung Putih. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Marco Rubio Tegaskan Akses Starlink Ukraina Keputusan SpaceX

Jumat, 23 Okt 2026 - 10:28 WIB

Elon Musk melayangkan ancaman terbuka kepada Partai Demokrat yang berencana menyelidiki peran pemerintahannya usai pemilu sela AS. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Elon Musk Ancam Politisi Demokrat Terkait Rencana Penyelidikan

Jumat, 23 Okt 2026 - 09:23 WIB