Tragedi Kebakaran Jakarta Utara, Cas Mobil Listrik Picu Ledakan, 5 Korban Tewas

Jumat, 19 Desember 2025 - 15:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi petugas mengevakausi korban tewas. (Posnews/Humas)

Ilustrasi petugas mengevakausi korban tewas. (Posnews/Humas)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Kebakaran sadis dan mematikan melahap rumah tinggal sekaligus tempat usaha aksesoris di Jalan Lopis Teluk Gong, Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.

Tragedi ini merenggut lima nyawa dan membuat warga sekitar panik berhamburan menyelamatkan diri, Kamis (18/12/2025) malam.

Lebih lanjut, Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu mengungkap dugaan awal penyebab kebakaran maut tersebut.

Petugas menduga api berasal dari aktivitas pengecasan mobil listrik di halaman rumah korban.

Kepala Seksi Operasi Sudin Gulkarmat Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, Gatot Sulaeman, menjelaskan api pertama kali muncul saat pemilik rumah mengisi daya baterai mobil listrik.

“Saat pengisian berlangsung, terjadi gangguan listrik yang memicu ledakan pada kendaraan,” ujar Gatot, Jumat (19/12/2025).

Baca Juga :  Tragedi di Magelang: Pelajar 14 Tahun Tewas Usai Jatuh Saat Dikejar Klitih

Akibat ledakan itu, api langsung menyambar minyak cat dan bahan aksesoris yang digunakan untuk membuat vas bunga. Dalam hitungan menit, kobaran api membesar dan melahap seluruh bangunan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Warga yang menyaksikan kejadian langsung berusaha memadamkan api sambil menghubungi petugas pemadam kebakaran sekitar pukul 20.13 WIB.

Tak berselang lama, petugas dari Pos Damkar Pejagalan bergerak cepat ke lokasi pada pukul 20.14 WIB dan tiba lima menit kemudian.

Proses Pemadaman Sulit

Selanjutnya, petugas melakukan pemadaman besar-besaran dengan dukungan 21 unit tambahan dari berbagai pos damkar.

Namun demikian, proses pemadaman dan pendinginan berjalan sangat sulit. Petugas menghadapi banyak bahan berbahaya (B3) seperti minyak cat, cat, biji plastik, dan tumpukan kertas yang mudah terbakar.

Baca Juga :  Update Tragedi Kemayoran: 20 Orang Tewas dalam Kebakaran Sadis Gedung Terra Drone

Selain itu, akses jalan yang sempit dan bangunan bersekat turut menghambat upaya pendinginan di lokasi kebakaran, sehingga api sulit dikendalikan.

Akhirnya, Sudin Gulkarmat membutuhkan waktu hampir 10 jam untuk menjinakkan api.

“Kami mulai pemadaman pukul 20.20 WIB dan api benar-benar padam pada Jumat pagi sekitar pukul 08.08 WIB,” jelas Gatot.

Dalam operasi pemadaman ini, petugas mengerahkan 110 personel dan 22 unit mobil damkar untuk menaklukkan kobaran api yang menghanguskan area seluas 1.680 meter persegi tersebut.

Tragedi kebakaran ini menjadi salah satu insiden paling mematikan di Jakarta Utara sepanjang 2025. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Timur Tengah Membara: Houthi Serang Israel Saat AS Terjunkan Divisi Airborne ke-82
Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi
20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan
Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton
Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun
Update Arus Balik Lebaran 2026, 186 Ribu Kendaraan Serbu Jabodetabek
Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global
Tantangan Ekonomi Perempuan dalam Ekonomi Gig

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:47 WIB

Timur Tengah Membara: Houthi Serang Israel Saat AS Terjunkan Divisi Airborne ke-82

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:00 WIB

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi

Minggu, 29 Maret 2026 - 19:30 WIB

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:30 WIB

Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:00 WIB

Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun

Berita Terbaru

Pemberontakan sipil di seluruh negeri. Gelombang ketiga aksi

INTERNASIONAL

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi

Minggu, 29 Mar 2026 - 20:00 WIB

Sisi gelap perang energi. Sekitar 20.000 pelaut sipil kini terperangkap di kawasan Teluk, menghadapi kelangkaan pasokan dasar dan ancaman serangan udara saat operator kapal mulai mengabaikan hak-hak keselamatan mereka. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Mar 2026 - 19:30 WIB

Ilustrasi, Modernisasi vs Tradisi. Kyoto mengkaji rencana pelonggaran batas tinggi bangunan dari 31 meter menjadi 60 meter guna menarik investasi, memicu perdebatan mengenai identitas visual ibu kota kuno Jepang tersebut. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun

Minggu, 29 Mar 2026 - 18:00 WIB