Tragedi Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, 20 Santri Tewas 15 Belum Teridentifikasi

Minggu, 5 Oktober 2025 - 07:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim SAR gabungan mengevakuasi korban dari reruntuhan Musala Ponpes Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur. Dok: BNPB

Tim SAR gabungan mengevakuasi korban dari reruntuhan Musala Ponpes Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur. Dok: BNPB

SIDOARJO, POSNEWS.CO.ID – Tangis pecah di lokasi ambruknya musala Ponpes Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo. Para santri dan warga hanya bisa menangis saat tim SAR gabungan menggali puing-puing bangunan yang menelan banyak korban.

Hingga Sabtu (4/10/2025), atau hari keenam pencarian, jumlah korban tewas mencapai 20 orang — sebagian masih sulit dikenali karena tertimbun reruntuhan.

Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, yang juga bertindak sebagai On Scene Coordinator (OSC), mengungkapkan bahwa total korban dalam insiden tragis ini mencapai 124 orang. Dari jumlah tersebut, 104 korban berhasil selamat, sementara 20 lainnya meninggal dunia.

“Dari 20 korban meninggal dunia, baru lima yang berhasil diidentifikasi. Sisanya masih dalam proses pemeriksaan tim DVI Polda Jatim,” jelas Nanang.

Baca Juga :  Banjir Bekasi 2025: Ribuan Warga Terdampak, 1.377 Rumah Terendam dan 7 Kecamatan Lumpuh

Korban yang sudah ditemukan langsung dibawa ke RS Bhayangkara Surabaya untuk menjalani proses identifikasi lebih lanjut.

Proses Evakuasi Penuh Risiko

Nanang menegaskan, proses pencarian tidak berjalan mudah. Tim SAR harus ekstra hati-hati karena banyak korban tertimbun reruntuhan bangunan berat.

“Petugas harus mengangkat puing, memotong rangka baja, lalu menyingkirkan material sebelum bisa mengevakuasi korban,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Cuaca yang tidak menentu dan kondisi bangunan yang labil membuat proses evakuasi semakin menantang. Meski begitu, tim tetap bekerja tanpa henti siang dan malam untuk menemukan seluruh korban.

Korban Tewas yang Telah Teridentifikasi

Berdasarkan data dari situs resmi Tanggap Darurat Sidoarjo, lima korban yang sudah berhasil diidentifikasi yaitu:

  1. Muhammad Alfan Ibrahimavic
  2. Mochammad Mashudulhaq
  3. Muhammad Soleh
  4. Rafi Catur Okta Mulya Pamungkas
  5. Moch. Agus Ubaidillah
Baca Juga :  BNPB Peringatkan Longsor Susulan, Pasca Sampah TPST Bantargebang Tewaskan 4 Orang

Sementara 15 korban lainnya masih menunggu hasil identifikasi DNA dan pencocokan sidik jari dari tim DVI.

BMKG mengingatkan masyarakat sekitar lokasi agar waspada terhadap potensi hujan deras dan tanah labil di wilayah Sidoarjo dan sekitarnya. Sementara BNPB menegaskan, bencana ini dikategorikan sebagai kegagalan teknologi bangunan, bukan akibat gempa.

Petugas gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, dan relawan masih terus disiagakan di lokasi hingga seluruh korban berhasil ditemukan. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan
Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton
Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun
Update Arus Balik Lebaran 2026, 186 Ribu Kendaraan Serbu Jabodetabek
Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global
Tantangan Ekonomi Perempuan dalam Ekonomi Gig
Membedah Ekofeminisme dan Krisis Ekologi Global
Mengapa Interseksionalitas Menjadi Kunci Keadilan Sosial

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 19:30 WIB

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:30 WIB

Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:00 WIB

Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun

Minggu, 29 Maret 2026 - 17:56 WIB

Update Arus Balik Lebaran 2026, 186 Ribu Kendaraan Serbu Jabodetabek

Minggu, 29 Maret 2026 - 17:30 WIB

Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global

Berita Terbaru

Sisi gelap perang energi. Sekitar 20.000 pelaut sipil kini terperangkap di kawasan Teluk, menghadapi kelangkaan pasokan dasar dan ancaman serangan udara saat operator kapal mulai mengabaikan hak-hak keselamatan mereka. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Mar 2026 - 19:30 WIB

Ilustrasi, Modernisasi vs Tradisi. Kyoto mengkaji rencana pelonggaran batas tinggi bangunan dari 31 meter menjadi 60 meter guna menarik investasi, memicu perdebatan mengenai identitas visual ibu kota kuno Jepang tersebut. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun

Minggu, 29 Mar 2026 - 18:00 WIB

Membongkar narasi perang. Perspektif Keamanan Kritis mengungkap bagaimana konstruksi maskulinitas militeristik mendominasi kebijakan luar negeri dan sering kali mengabaikan kerentanan nyata perempuan di wilayah konflik. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global

Minggu, 29 Mar 2026 - 17:30 WIB