Tragedi Sungai Kendal: 6 Mahasiswa UIN Walisongo Hanyut, 3 Tewas

Selasa, 4 November 2025 - 19:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim SAR mengevakuasi jenazah mahasiswa UIN Walisongo yang hanyut di Sungai Singorojo Kendal. (BPBD Kendal)

Tim SAR mengevakuasi jenazah mahasiswa UIN Walisongo yang hanyut di Sungai Singorojo Kendal. (BPBD Kendal)

KENDAL, POSNEWS.CO.ID Kondisi cuaca yang tidak menentu saat ini sebaiknya menghindari wisata ke alam terbuka. Jika tidak wisata alam akan berubah jadi petaka.

Enam mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang terseret arus deras saat bermain tubing di Sungai Singorojo, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Selasa (4/11/2025).

Hingga sore ini, tiga korban ditemukan tewas. Sementara itu, tiga mahasiswa lainnya masih hilang dan tim gabungan terus melakukan pencarian.

Sudah tiga korban yang ditemukan dan jenazah dievakuasi ke Puskesmas Singorojo. Untuk jenazah ketiga masih proses evakuasi,” tegas Kapolsek Singorojo AKP Sudali, Selasa (4/11/2025).

Baca Juga :  Membongkar State Capture: Siapa Penulis Asli Regulasi Bisnis?

Peristiwa maut itu terjadi ketika rombongan mahasiswa tubing Jolinggo menikmati arus sungai pada siang hari. Namun, derasnya aliran tiba-tiba menyeret mereka.

Lalu, pencarian berlangsung cepat. Korban pertama ditemukan di bawah Jembatan Kaliringin, Kecamatan Singorojo.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selanjutnya, korban kedua ditemukan di Banyuringin, dan korban ketiga ditemukan tidak jauh dari lokasi kejadian.

“Korban pertama di bawah Jembatan Kaliringin, korban kedua di Banyuringin, dan korban ketiga tidak jauh dari TKP,” jelas Sudali.

Hujan Deras Picu Arus Bahaya

Menurut warga, hujan deras mengguyur kawasan hulu. Akibatnya, air sungai diduga menerima banjir kiriman dan arus mendadak membesar, menyeret para mahasiswa tanpa ampun.

Baca Juga :  Ledakan Petasan di Pekalongan, 2 Remaja Kehilangan Tangan dan 3 Orang Terluka Parah

Kini, Basarnas, BPBD, Polri, dan relawan terus menyisir aliran sungai untuk menemukan tiga mahasiswa yang masih hilang.

Operasi pencarian diperkuat perahu karet, drone pemantau, dan penyelam lokal.

Insiden ini menjadi alarm keras bagi wisatawan sungai, terutama saat cuaca tidak bersahabat. Arus deras di kawasan perbukitan Kendal kerap meningkat tanpa tanda-tanda.

Selanjutnya, pihak kampus UIN Walisongo disebut sudah menerima laporan dan berkoordinasi untuk pendampingan keluarga korban.

Publik berharap ketiga korban lainnya segera ditemukan. Posnews akan terus memantau perkembangan di lapangan. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Timur Tengah Membara: Houthi Serang Israel Saat AS Terjunkan Divisi Airborne ke-82
Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi
20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan
Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton
Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun
Update Arus Balik Lebaran 2026, 186 Ribu Kendaraan Serbu Jabodetabek
Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global
Tantangan Ekonomi Perempuan dalam Ekonomi Gig

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:47 WIB

Timur Tengah Membara: Houthi Serang Israel Saat AS Terjunkan Divisi Airborne ke-82

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:00 WIB

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi

Minggu, 29 Maret 2026 - 19:30 WIB

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:30 WIB

Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:00 WIB

Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun

Berita Terbaru

Pemberontakan sipil di seluruh negeri. Gelombang ketiga aksi

INTERNASIONAL

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi

Minggu, 29 Mar 2026 - 20:00 WIB

Sisi gelap perang energi. Sekitar 20.000 pelaut sipil kini terperangkap di kawasan Teluk, menghadapi kelangkaan pasokan dasar dan ancaman serangan udara saat operator kapal mulai mengabaikan hak-hak keselamatan mereka. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Mar 2026 - 19:30 WIB

Ilustrasi, Modernisasi vs Tradisi. Kyoto mengkaji rencana pelonggaran batas tinggi bangunan dari 31 meter menjadi 60 meter guna menarik investasi, memicu perdebatan mengenai identitas visual ibu kota kuno Jepang tersebut. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun

Minggu, 29 Mar 2026 - 18:00 WIB