POSNEWS.CO.ID, JAKARTA – Ledakan granat kejut polisi menghancurkan tangan seorang remaja 15 tahun di kota Lens.
Peristiwa tragis ini berlangsung saat gelombang unjuk rasa pelajar memasuki minggu ketiga.
Oleh karena itu, ketegangan aksi protes pelajar di berbagai kota Prancis terus meningkat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, para siswa memprotes kekurangan anggaran serta kondisi fasilitas sekolah yang buruk.
Pemerintah Menuduh Kelompok Sayap Kiri Memprovokasi Massa
Sebelumnya, aparat kepolisian menahan ribuan demonstran muda di berbagai wilayah Prancis.
Bahkan, kelompok demonstran membakar puluhan gedung sekolah serta merusak berbagai fasilitas publik.
Namun, pemerintah menuduh partai politik sayap kiri menghasut para siswa untuk merusuh.
Meskipun demikian, pemimpin sayap kiri Jean-Luc Melenchon menolak tegas tuduhan pemerintah tersebut.
Serikat Buruh Mendukung Aksi Demonstrasi Nasional
Sementara itu, organisasi hak asasi manusia mengecam tindakan keras aparat terhadap remaja.
Sebab, polisi menyemprotkan gas air mata serta menembakkan peluru karet ke arah kerumunan.
Selanjutnya, serikat buruh berjanji mengawal unjuk rasa besar-besaran pada hari Selasa.
Dengan demikian, gelombang unjuk rasa ini makin memperberat beban politik pemerintah Presiden Macron.













