Mafia Elpiji 3 Kg Dibongkar Polda Metro, Gas Oplosan Beroperasi 18 Bulan di Jaktim–Depok

Rabu, 24 Desember 2025 - 18:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Polisi Polda Metro Jaya menggerebek gudang gas oplosan elpiji 3 kg di Jakarta Timur dan Depok

Polisi Polda Metro Jaya menggerebek gudang gas oplosan elpiji 3 kg di Jakarta Timur dan Depok

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Polda Metro Jaya menggerebek jaringan gas oplosan yang menyalahgunakan elpiji subsidi. Dua gudang ilegal di Jakarta Timur dan Depok dibongkar.

Alhasil, tiga pelaku langsung ditetapkan tersangka dan ditahan.

Pengungkapan ini bermula dari praktik pemindahan isi gas elpiji 3 kg bersubsidi ke tabung 12 kg dan 50 kg non-subsidi. Gas oplosan itu lalu dijual ke masyarakat dengan harga komersial, meraup untung besar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Penyidik mengungkap praktik pemindahan gas 3 kg ke tabung 12 kg dan 50 kg untuk dijual non-subsidi,” tegas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto, Rabu (24/12/2025).

Selanjutnya, Dirkrimsus Polda Metro Jaya Kombes Edy Suranta Sitepu mengungkap dua lokasi operasi ilegal berada di Cakung, Jakarta Timur, dan Cipayung, Depok. Gudang-gudang itu berfungsi sebagai tempat penyimpanan sekaligus pengoplosan.

Baca Juga :  Misteri Kematian Wanita Muda di Kos Tanjung Priok, Polisi Buru Fakta Penyebabnya

Saat digerebek, polisi menemukan tabung 12 kg dan 50 kg berisi gas hasil pemindahan dari elpiji 3 kg. Para pelaku menggunakan alat suntik dan metode manual yang sangat berbahaya.

“Mereka menurunkan suhu dengan es balok agar gas tidak memuai dan mencegah ledakan,” ujar Edy.

Namun demikian, Edy menegaskan cara ini berisiko tinggi. Kebocoran, kebakaran, hingga ledakan mengancam keselamatan pelaku dan warga sekitar.

Dari hasil penyidikan, pelaku membeli gas subsidi seharga Rp18–20 ribu per tabung. Untuk mengisi 12 kg, dibutuhkan sekitar empat tabung 3 kg; sedangkan 50 kg perlu hingga 18 tabung.

Baca Juga :  Demo Ojol di Kedubes AS Dijaga Polisi, Polda Metro Jaya Bagi Logistik ke Massa

Keuntungan pun menggiurkan:

12 kg: untung >Rp50 ribu per tabung

50 kg: untung Rp480–510 ribu per tabung

Praktik ini diketahui berjalan sekitar 18 bulan.

Dalam kasus ini, polisi menetapkan PBS sebagai pemilik dan pelaku utama, SH sebagai pembeli gas subsidi, serta JH yang memindahkan dan menjual gas oplosan. Ketiganya dijerat UU Migas sebagaimana diubah dalam UU Cipta Kerja.

Di sisi lain, Polda Metro Jaya menegaskan komitmen menyikat habis mafia gas oplosan karena merugikan negara dan mengancam keselamatan publik.

“Kami akan terus menindak praktik gas oplosan yang membahayakan masyarakat,” pungkas Edy.

Penulis : Hadwan

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jaringan Narkoba Lintas Sumatera-Jawa Digulung, Pengendali Berinisial CA Diburu
Motif Percobaan Penculikan Lansia di PIK Terungkap, Dipicu Asmara Tak Direstui
Tragedi Pesawat Terjun Payung di Missouri: 12 Tewas Setelah Pesawat Jatuh dan Terbakar
Polsek Koja Gelar Nobar Piala Dunia, Polisi dan Warga Bersorak Bersama
Samurai Blue Tahan Imbang Belanda di Piala Dunia
Polisi Kantongi Identitas Pelaku Percobaan Penculikan Lansia di PIK, Pelaku Masih Diburu
Presiden Jerman Kunjungi Jakarta, Ini 10 Ruas Jalan yang Ditutup Sementara
KJP 2 Pelaku Bullying Bocah Autis Kesetrum Tiang Listrik Dicabut, Satu Ditahan

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 18:36 WIB

Jaringan Narkoba Lintas Sumatera-Jawa Digulung, Pengendali Berinisial CA Diburu

Senin, 15 Juni 2026 - 18:11 WIB

Motif Percobaan Penculikan Lansia di PIK Terungkap, Dipicu Asmara Tak Direstui

Senin, 15 Juni 2026 - 17:59 WIB

Tragedi Pesawat Terjun Payung di Missouri: 12 Tewas Setelah Pesawat Jatuh dan Terbakar

Senin, 15 Juni 2026 - 15:32 WIB

Polsek Koja Gelar Nobar Piala Dunia, Polisi dan Warga Bersorak Bersama

Senin, 15 Juni 2026 - 08:35 WIB

Samurai Blue Tahan Imbang Belanda di Piala Dunia

Berita Terbaru