TMII Tiadakan Kembang Api Tahun Baru 2026, Ganti 1.000 Lilin untuk Korban Bencana

Minggu, 28 Desember 2025 - 17:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Perayaan malam Tahun Baru 2026 di TMII tanpa kembang api, diganti aksi menyalakan 1.000 lilin sebagai bentuk kepedulian terhadap korban bencana

Perayaan malam Tahun Baru 2026 di TMII tanpa kembang api, diganti aksi menyalakan 1.000 lilin sebagai bentuk kepedulian terhadap korban bencana

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Hingga kini Indonesia masih berduka. Taman Mini Indonesia Indah (TMII) juga resmi meniadakan pesta kembang api pada perayaan malam Tahun Baru 2026.

Kebijakan ini diambil sebagai bentuk empati dan kepedulian atas rangkaian bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia.

Sebagai gantinya, TMII menggelar aksi simbolik menyalakan 1.000 lilin pada malam pergantian tahun.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Plt Direktur Utama TMII, Ratri Paramita, menegaskan keputusan tersebut merupakan sikap bersama manajemen TMII dan aparat keamanan.

Alih-alih kembang api, TMII memilih 1.000 lilin sebagai simbol doa dan solidaritas bagi para korban bencana.

Baca Juga :  Seni Manajemen Panggung di Instagram: Mengapa Kita Selalu Ingin Terlihat Sempurna?

“Biasanya kembang api hanya digelar pada 31 Desember seperti tahun lalu. Namun tahun ini kami tiadakan. Sebagai gantinya, atas arahan Pak Kapolres, kami menyalakan 1.000 lilin sebagai wujud kepedulian,” ujar Ratri di TMII, Jakarta Timur, Minggu (28/12/2025).

Sementara itu, Ratri mengungkapkan jumlah kunjungan TMII selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) tetap tinggi.

Saat ini, TMII mencatat 20 ribu hingga 25 ribu pengunjung per hari, dengan target total 300 ribu pengunjung hingga 4 Januari 2026.

“Alhamdulillah, capaian kunjungan masih sesuai target. Hingga hari ini jumlah pengunjung sudah mencapai sekitar 120 ribu orang, dan kami optimistis target 300 ribu tercapai,” jelasnya.

Baca Juga :  Polda Metro Gagalkan Peredaran 2.000 Ekstasi di Cililitan Jaktim, Seorang Pelajar Ditangkap

Lebih lanjut, Ratri menekankan bahwa aksi 1.000 lilin bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari gerakan kemanusiaan TMII.

Selama momen Nataru, TMII juga menggelar penggalangan dana untuk membantu korban bencana di wilayah Sumatera.

“Ini bentuk simpati dan solidaritas kami. Selain menyalakan lilin, kami juga membuka penggalangan dana untuk Sumatera. Semua dilakukan secara sukarela dan melibatkan pengunjung,” tandas Ratri.

Dengan kebijakan ini, TMII menegaskan komitmennya menghadirkan perayaan Tahun Baru yang bermakna, aman, dan penuh empati, tanpa mengurangi antusiasme wisatawan yang memadati ikon wisata budaya nasional tersebut.

Penulis : Hadwan

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Cuaca Jabodetabek Rabu 8 Juli 2026: Cerah Berawan, Suhu Maksimal 34 Derajat
Pramono Siapkan Jalur Bawah Tanah Senayan, UMKM dan Pejalan Kaki Diuntungkan
PWI Jakut Gelar Sharing Session Jurnalistik, Perkuat Literasi Digital dan Tangkal Hoaks
Polisi Ringkus Pemotor Ninja RR yang Tampar Pengendara di Jagakarsa
Prakiraan Cuaca Jabodetabek Senin 6 Juli 2026, Mayoritas Wilayah Cerah
Sumur Minyak Tradisional Meledak di Aceh Timur, Kobaran Api Masih Berkobar
Kapal Mati Mesin di Perairan Pulau Pari, Gulkarmat Evakuasi 150 Penumpang
Home Industry Vape THC di Bali Terbongkar, Omzet Diduga Capai Rp300 Miliar

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 06:21 WIB

Cuaca Jabodetabek Rabu 8 Juli 2026: Cerah Berawan, Suhu Maksimal 34 Derajat

Selasa, 7 Juli 2026 - 11:44 WIB

Pramono Siapkan Jalur Bawah Tanah Senayan, UMKM dan Pejalan Kaki Diuntungkan

Senin, 6 Juli 2026 - 13:21 WIB

PWI Jakut Gelar Sharing Session Jurnalistik, Perkuat Literasi Digital dan Tangkal Hoaks

Senin, 6 Juli 2026 - 05:24 WIB

Polisi Ringkus Pemotor Ninja RR yang Tampar Pengendara di Jagakarsa

Senin, 6 Juli 2026 - 05:11 WIB

Prakiraan Cuaca Jabodetabek Senin 6 Juli 2026, Mayoritas Wilayah Cerah

Berita Terbaru

Hambatan di tengah krisis kesehatan. Warga di kamp pengungsian Kpangba mengusir petugas medis yang berupaya melacak kontak erat korban meninggal akibat Ebola. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Wabah Ebola Kongo Meluas: WHO Peringatkan Bahaya

Rabu, 8 Jul 2026 - 18:48 WIB