Kejar Pemulihan Sebelum Ramadan, Mendagri Tito Ajukan 5.000 BKO TNI-Polri ke Sumatra

Minggu, 11 Januari 2026 - 00:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mendagri Tito Karnavian saat rapat koordinasi pemulihan pascabencana Sumatra membahas penambahan 5.000 personel BKO TNI dan Polri. (Posnews/Kemendagri)

Mendagri Tito Karnavian saat rapat koordinasi pemulihan pascabencana Sumatra membahas penambahan 5.000 personel BKO TNI dan Polri. (Posnews/Kemendagri)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian bergerak cepat merespons lambannya pembersihan lumpur pascabencana di sejumlah wilayah Sumatera.

Untuk mempercepat pemulihan, Tito secara resmi meminta tambahan 5.000 personel Bawah Kendali Operasi (BKO) dari TNI dan Polri.

Permintaan itu disampaikan guna mengejar target pemulihan sebelum memasuki bulan Ramadan 2026, sekaligus memastikan aktivitas masyarakat dapat kembali normal.

Tito menegaskan, hasil temuan Satgas DPR RI menunjukkan bahwa pembersihan lumpur masih menjadi pekerjaan krusial di wilayah terdampak. Oleh karena itu, ia mendorong percepatan dengan dukungan personel tambahan.

“Kami sependapat dengan Satgas DPR RI. Jalan memang relatif sudah bagus, tetapi pembersihan lumpur ini sangat penting dan harus dipercepat,” ujar Tito dalam Rapat Koordinasi Satgas Pemulihan Bencana Sumatra di Banda Aceh, Sabtu (10/1/2026).

Sebagai Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra, Tito menilai penambahan personel menjadi kunci agar proses pemulihan tidak berlarut-larut.

Baca Juga :  KPK Periksa Istri Ono Surono, Kasus Suap Proyek Bekasi Makin Panas

Permintaan Langsung ke Kapolri dan Panglima TNI

Lebih lanjut, Tito mengungkapkan bahwa permintaan tambahan personel tersebut telah ia sampaikan langsung kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Jenderal Agus Subianto.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Permintaan itu disampaikan saat menghadiri taklimat Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, Selasa (6/1/2026).

“Saya sampaikan langsung, apakah bisa ditambah sekitar 5.000 personel BKO TNI dan Polri,” tegas Tito.

Menurut Tito, saat ini merupakan waktu yang tepat untuk menggenjot pemulihan. Pasalnya, seluruh rangkaian libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) telah berakhir, sehingga kekuatan personel tidak lagi terbagi.

“Sebelumnya sudah ada tambahan 1.000 personel sebelum Nataru. Sekarang Nataru sudah selesai, jadi momentumnya pas,” jelasnya.

Selain TNI dan Polri, Tito juga menyoroti kontribusi praja IPDN dalam membantu pemulihan. Namun, ia mengakui keterlibatan mereka masih terbatas di beberapa wilayah saja.

Baca Juga :  Indonesia Dikepung 3 Siklon, BMKG Peringatkan Hujan Ekstrem dan Gelombang Tinggi

“Kami sudah kirim 1.200 Praja IPDN, tetapi baru fokus di kawasan kedinasan di Tamiang. Di Aceh Timur dan Gayo Lues masih ada persoalan,” ungkapnya.

Daerah Diminta Gerak Cepat Gunakan APBD

Meski mendorong bantuan pusat, Tito menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak boleh pasif. Ia meminta kepala daerah segera menggerakkan APBD tanpa menunggu sepenuhnya bantuan pusat.

“Kuncinya ada di daerah. Jangan semua minta dari pusat. APBD harus segera didisburskan, delivery-nya harus cepat,” tegas Tito.

Dengan tambahan personel dan percepatan anggaran daerah, pemerintah optimistis proses pemulihan pascabencana di Sumatra bisa rampung lebih cepat dan masyarakat dapat menyambut Ramadan dengan kondisi yang lebih aman dan layak.

Penulis : Hadwan

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dua Pria Curi Paket dari Mobil Box Saat Macet di Cilincing, Satu Pelaku Diamankan
Polda Kaltim Pecat AKP Deky Jonatan, Bareskrim Langsung Jemput ke Jakarta
Polisi Ringkus Jambret HP WNA Asal Italia di Bundaran HI
Fortuner Hantam Bajaj di Dekat Stasiun Jakarta Kota, Pengemudi Meninggal Dunia
Bripka Dedy Ditangkap, Oknum Polisi Jadi Sniper Kampung Narkoba Gang Langgar Samarinda
Bentrokan Suku di Wamena Mematikan, 13 Orang Tewas dan Ratusan Warga Mengungsi
TNI Dapat Jet Tempur Rafale Baru, Prabowo Serahkan Alutsista Canggih
Pramono Ungkap Rencana LRT Jakarta ke Ancol, PIK 2 hingga Bandara

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 19:16 WIB

Dua Pria Curi Paket dari Mobil Box Saat Macet di Cilincing, Satu Pelaku Diamankan

Senin, 18 Mei 2026 - 18:27 WIB

Polda Kaltim Pecat AKP Deky Jonatan, Bareskrim Langsung Jemput ke Jakarta

Senin, 18 Mei 2026 - 17:29 WIB

Polisi Ringkus Jambret HP WNA Asal Italia di Bundaran HI

Senin, 18 Mei 2026 - 17:16 WIB

Fortuner Hantam Bajaj di Dekat Stasiun Jakarta Kota, Pengemudi Meninggal Dunia

Senin, 18 Mei 2026 - 17:03 WIB

Bripka Dedy Ditangkap, Oknum Polisi Jadi Sniper Kampung Narkoba Gang Langgar Samarinda

Berita Terbaru

Rekaman aksi penjambretan terhadap warga negara Italia di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat. (Posnews/Instagram)

HUKRIM

Polisi Ringkus Jambret HP WNA Asal Italia di Bundaran HI

Senin, 18 Mei 2026 - 17:29 WIB