Bongkar Sarang Narkoba Pekanbaru, 4,2 Kg Sabu & 108 Ekstasi Disita – Dikendalikan Suami-Istri

Kamis, 23 April 2026 - 18:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Barang bukti sabu 4 kilogram dan pil ekstasi hasil penggerebekan jaringan narkoba oleh Bareskrim Polri di Pekanbaru Riau. (Posnews/Ist)

Barang bukti sabu 4 kilogram dan pil ekstasi hasil penggerebekan jaringan narkoba oleh Bareskrim Polri di Pekanbaru Riau. (Posnews/Ist)

RIAU, POSNEWS.CO.ID – Aparat Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menggulung jaringan peredaran narkotika kelas kakap di Pekanbaru, Riau.

Operasi senyap ini berujung dramatis: polisi menyita sabu lebih dari 4,2 kilogram dan 108 butir pil ekstasi, sekaligus meringkus empat pelaku yang berperan dari koordinator hingga pengendali.

Pengungkapan ini bermula dari laporan intelijen sejak Februari 2026. Tim Subdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri dipimpin Kombes Pol. Handik Zusen bersama Kanit III Kompol Reza Pahlevi langsung bergerak cepat, menyusun strategi, lalu menyisir titik-titik rawan.

Hasilnya, tiga lokasi berbeda digerebek dalam dua hari berturut-turut—Senin hingga Selasa (20–21 April 2026).

Penggerebekan Berantai, Pelaku Dibekuk Satu per Satu

Pertama, polisi menyergap Megawati alias Ega di kawasan Payung Sekaki. Perempuan ini diduga kuat menjadi ā€œotak lapanganā€ alias koordinator barang.

Dari tangannya, petugas mengamankan alat komunikasi yang diduga menjadi sarana transaksi.

Namun, pengembangan kasus langsung mengarah ke lokasi kedua. Di sebuah rumah di Jalan Teratai Bawah, polisi kembali bergerak.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat penggerebekan berlangsung, satu buronan bernama Dedek Junaidi kabur. Meski begitu, polisi tetap berhasil menciduk Ricky Riyansyah yang bertugas menjaga dan mengawasi ekstasi.

Baca Juga :  BMKG Ramal Jakarta Diguyur Hujan Ringan, Warga Pesisir Waspada Banjir Rob

Tak berhenti di situ, tim memburu mata rantai berikutnya. Selang sehari, polisi menggulung Rizal alias Ijal di sebuah gudang perabot.

Di lokasi ini, petugas menemukan ā€œharta haramā€ dalam jumlah besar: sabu kemasan teh kuning merek durian dengan berat total lebih dari 4 kilogram.

Peran Terstruktur: Dari Pengendali hingga Kurir

Polisi mengungkap jaringan ini bekerja rapi dan terstruktur. Megawati bertindak sebagai koordinator, sementara Ricky menjaga stok ekstasi.

Rizal berperan sebagai kurir sekaligus penyimpan barang. Di atas mereka, ada sosok Juliadi—suami Megawati—yang diduga menjadi pengendali utama.

Sementara itu, Dedek Junaidi masih buron dan masuk daftar pencarian orang (DPO). Polisi kini memburu pelaku tersebut untuk membongkar jaringan yang lebih luas.

Barang Bukti Fantastis, Nilai Miliaran Rupiah

Dari rangkaian penggerebekan, polisi menyita:

  • Sabu seberat netto 4.208 gram
  • Pil ekstasi sebanyak 108 butir
  • Uang tunai hasil transaksi
  • Timbangan digital dan ponsel operasional jaringan

Jika dikonversi, nilai sabu mencapai Rp7,5 miliar, sementara ekstasi mencapai sekitar Rp108 juta.

Lebih mencengangkan lagi, pengungkapan ini diperkirakan mampu menyelamatkan lebih dari 21 ribu jiwa dari ancaman narkoba.

Baca Juga :  Polda Sumut Gerebek Tempat Hiburan Malam di Sei Bingai, Amankan Waiter Diduga Pengedar Narkoba

Modus Licik: Jaringan Keluarga dan Distribusi Tersembunyi

Dari hasil interogasi, terungkap modus licik jaringan ini. Megawati menerima pasokan dari suaminya sendiri, lalu mendistribusikannya melalui kurir. Pelaku menyimpan barang haram itu di rumah-rumah berbeda untuk mengelabui petugas.

Selain itu, pelaku menjual barang secara bertahap, bahkan sebagian sudah sempat beredar di pasaran sebelum polisi akhirnya menggagalkan peredarannya.

Bareskrim Tegas: Perang Tanpa Ampun

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso, menegaskan pihaknya tidak akan memberi ruang bagi sindikat narkoba.

Polisi terus mengembangkan kasus, memburu DPO, dan menelusuri aliran dana yang diduga berkaitan dengan tindak pidana pencucian uang.

ā€œIni bukan sekadar penangkapan. Ini pukulan telak untuk jaringan narkoba. Kami akan kejar sampai ke akar-akarnya,ā€ tegasnya.

Saat ini, polisi telah mengamankan seluruh tersangka dan sedang memeriksa mereka secara intensif.

Polisi juga tengah menyiapkan gelar perkara, uji laboratorium barang bukti, hingga pemberkasan untuk proses hukum lebih lanjut.

Aparat terus memburu jaringan yang lebih besar. Mereka memastikan perang melawan narkoba belum selesai—justru semakin mereka gencarkan. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Trump Luncurkan Dana Kompensasi $1,7 Miliar: Pendukung Beraksi
Gencatan Senjata di Ujung Tanduk: Trump Ancam Serangan
Pengadilan Australia Denda X Corp: Kegagalan Transparansi
Kejagung Musnahkan Jam Rolex KW Sitaan Koruptor Asabri Jimmy Sutopo
Densus 88 Soroti Ancaman Digital terhadap Anak, Literasi dan Deteksi Dini Diperkuat
Marinir AS Uji Sistem HIMARS untuk Deteksi Ancaman China
Pigai Kritik Media Dipenuhi Berita Negatif, Minta Jurnalis Lebih Objektif
Pramono Anung Warning Jual Beli Kartu Layanan Gratis, Pemprov DKI Siap Tindak Tegas

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 13:47 WIB

Trump Luncurkan Dana Kompensasi $1,7 Miliar: Pendukung Beraksi

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:43 WIB

Gencatan Senjata di Ujung Tanduk: Trump Ancam Serangan

Kamis, 21 Mei 2026 - 11:40 WIB

Pengadilan Australia Denda X Corp: Kegagalan Transparansi

Kamis, 21 Mei 2026 - 11:23 WIB

Kejagung Musnahkan Jam Rolex KW Sitaan Koruptor Asabri Jimmy Sutopo

Kamis, 21 Mei 2026 - 11:01 WIB

Densus 88 Soroti Ancaman Digital terhadap Anak, Literasi dan Deteksi Dini Diperkuat

Berita Terbaru

Kompensasi bagi

INTERNASIONAL

Trump Luncurkan Dana Kompensasi $1,7 Miliar: Pendukung Beraksi

Kamis, 21 Mei 2026 - 13:47 WIB

Diplomasi penuh ancaman. Presiden Donald Trump mengeklaim negosiasi damai dengan Iran berada di tahap akhir, namun tetap memberikan ultimatum serangan militer. Kebuntuan ini terus memicu volatilitas harga minyak global. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Gencatan Senjata di Ujung Tanduk: Trump Ancam Serangan

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:43 WIB

Ilustrasi, Kepatuhan digital menjadi pertaruhan. Pengadilan Federal Australia menjatuhkan denda A$650.000 kepada X Corp karena gagal memberikan informasi mengenai penanganan konten eksploitasi seksual anak kepada otoritas keamanan daring. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pengadilan Australia Denda X Corp: Kegagalan Transparansi

Kamis, 21 Mei 2026 - 11:40 WIB