Kejar-kejaran Dramatis di Dumai, Bareskrim Sita Narkoba 18 Kg Sabu dan 30 Ribu Ekstasi

Kamis, 30 April 2026 - 07:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mobil jaringan narkoba Malaysia-Indonesia sempat kabur kemudian dikejar dengan memberikan tembakan peringatan. Akibatnya, mobil kehilangan kendali, masuk parit, dan menabrak pohon. (Posnews/Ist)

Mobil jaringan narkoba Malaysia-Indonesia sempat kabur kemudian dikejar dengan memberikan tembakan peringatan. Akibatnya, mobil kehilangan kendali, masuk parit, dan menabrak pohon. (Posnews/Ist)

RIAU, POSNEWS.CO.ID – Pengungkapan besar kembali digelar Bareskrim Polri. Tim Direktorat Tindak Pidana Narkoba berhasil membongkar peredaran gelap narkotika lintas negara di Dumai dengan barang bukti fantastis.

Direktur Tindak Pidana Narkoba, Brigjen Pol Eko Hadi Santoso, menegaskan operasi ini menyasar jaringan Malaysia–Indonesia yang menggunakan modus “tempel” untuk menghindari deteksi aparat.

Sitaan Fantastis: Sabu, Ekstasi, hingga Etomidate

Dalam operasi tersebut, polisi menyita:

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

  • 18.358 gram sabu (sekitar 18 kg)
  • 30.000 butir ekstasi logo LV warna hijau-pink
  • 500 pcs etomidate merek Yakuza XL

Barang bukti ditemukan di dalam mobil Toyota Innova yang ditinggalkan pelaku di jalur Duri–Dumai.

Kejar-kejaran Dramatis, Pelaku Tabrak Pohon

Pengungkapan ini bermula dari laporan intelijen pada akhir Maret 2026.

Selanjutnya, tim gabungan Subdit IV dan Subdit II Dittipidnarkoba Bareskrim Polri dipimpin Kombes Handik Zusen bersama Kombes Awaludin Amin serta Satgas NIC dipimpin Kombes Kevin Leleury melakukan penyelidikan intensif hingga mendeteksi dua mobil mencurigakan pada Minggu (26/4/2026) malam.

Baca Juga :  Mafia Bawang Terbongkar, 133,5 Ton Bawang Ilegal Masuk Lewat Pelabuhan Semarang

“Saat dihentikan, pelaku justru melawan dan mencoba kabur. Polisi pun memberikan tembakan peringatan. Akibatnya, satu mobil kehilangan kendali, masuk parit, dan menabrak pohon,” ungkap Brigjen Eko.

Dari lokasi itu, polisi menangkap Aditya Febry Kurniawan alias Adit. Sementara pelaku lain sempat melarikan diri.

Penangkapan Berlanjut di Hotel

Tidak berhenti di situ, polisi terus memburu pelaku lain. Keesokan harinya, tim menangkap dua tersangka tambahan, yakni Riski Trikuncoro dan Rachmad Amin Edriansyah di sebuah hotel di Dumai.

Penyidik mengetahui ketiganya berperan sebagai kurir dan pengendali lapangan. Mereka mengaku menerima perintah dari DPO berinisial Ratumas Okta Cahyani yang diduga berada di Malaysia.

Modus “Tempel” dan Jalur Internasional

Dalam aksinya, pelaku menggunakan sistem “tempel”, yakni menaruh narkoba di titik tertentu tanpa bertemu langsung dengan pengirim.

Jaringan internasional kerap memakai modus ini untuk memutus rantai distribusi.

Baca Juga :  Jakarta Diguyur Hujan Ringan Sepanjang Hari, BMKG Imbau Warga Waspada

Selain itu, para tersangka mengaku sudah dua kali menjalankan operasi serupa, termasuk pengiriman narkoba ke wilayah Jakarta Barat dengan bayaran puluhan juta rupiah.

Nilai Ekonomi Tembus Rp60 Miliar

Dari hasil penyitaan, polisi menghitung total nilai ekonomi barang bukti mencapai Rp60,9 miliar. Rinciannya:

  • Sabu: Rp33 miliar
  • Ekstasi: Rp12,3 miliar
  • Etomidate: Rp15,5 miliar

Tidak hanya itu, pengungkapan ini diperkirakan berhasil menyelamatkan lebih dari 106 ribu jiwa dari ancaman narkoba.

Pengembangan Kasus Terus Berjalan

Saat ini, penyidik telah membawa seluruh tersangka beserta barang bukti ke Mabes Polri untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.

Selanjutnya, polisi terus mengembangkan kasus guna memburu DPO sekaligus membongkar jaringan yang lebih luas.

Dengan demikian, pengungkapan ini menjadi bukti keseriusan aparat dalam memerangi narkoba hingga ke akar jaringan internasional.

Tak hanya itu, selain menyita barang bukti bernilai miliaran rupiah, polisi juga berhasil menyelamatkan ratusan ribu jiwa dari ancaman narkotika. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Samurai Blue Tahan Imbang Belanda di Piala Dunia
Polisi Kantongi Identitas Pelaku Percobaan Penculikan Lansia di PIK, Pelaku Masih Diburu
Niat Liburan Malah Boncos! Warga Sunter Tertipu Rental Mobil Fiktif di Facebook, Rp3 Juta Raib
Ganja 10 Kg Disamarkan dalam Kardus Pakaian, Bareskrim Ungkap Jaringan Antarprovinsi
Israel Gempur Lebanon Selatan di Tengah Isyarat Damai
Donald Trump dan Emmanuel Macron Pererat Aliansi
Wabah Ebola Kongo Kian Mengkhawatirkan
Israel Bersiap Hadapi Pemilihan Umum Sela

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 08:35 WIB

Samurai Blue Tahan Imbang Belanda di Piala Dunia

Senin, 15 Juni 2026 - 07:22 WIB

Polisi Kantongi Identitas Pelaku Percobaan Penculikan Lansia di PIK, Pelaku Masih Diburu

Minggu, 14 Juni 2026 - 19:04 WIB

Niat Liburan Malah Boncos! Warga Sunter Tertipu Rental Mobil Fiktif di Facebook, Rp3 Juta Raib

Minggu, 14 Juni 2026 - 18:46 WIB

Ganja 10 Kg Disamarkan dalam Kardus Pakaian, Bareskrim Ungkap Jaringan Antarprovinsi

Minggu, 14 Juni 2026 - 17:21 WIB

Israel Gempur Lebanon Selatan di Tengah Isyarat Damai

Berita Terbaru

Tandukan dramatis Daichi Kamada pada menit-menit akhir menyelamatkan Jepang dari kekalahan saat menghadapi Belanda pada laga pembuka Piala Dunia. Dok: (AP Photo/Julio Cortez)

SPORT

Samurai Blue Tahan Imbang Belanda di Piala Dunia

Senin, 15 Jun 2026 - 08:35 WIB