ROKAN HULU, POSNEWS.CO.ID – Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menggulung peredaran gelap narkotika jenis ganja di Kabupaten Rokan Hulu, Riau.
Dalam operasi senyap ini, polisi menyita 24 paket ganja dengan total berat lebih dari 23 kilogram dan menangkap dua kurir jaringan lintas provinsi.
Pengungkapan kasus ini menjadi pukulan telak bagi jaringan narkoba yang beroperasi di jalur Sumatera. Polisi menaksir, ribuan jiwa berhasil diselamatkan dari ancaman penyalahgunaan narkotika.
Tim Subdit IV Dittipidnarkoba dipimpin Kanit III Kompol Reza Pahlevi langsung bergerak cepat setelah menerima laporan masyarakat sejak awal Maret 2026.
Selanjutnya, aparat melakukan penyelidikan intensif ke Kota Pekanbaru, Riau hingga memetakan pergerakan target.
Pada Kamis (23/4/2026) sekitar pukul 05.05 WIB, petugas menghadang mobil target di Jalan Lintas Langgak, Kecamatan Tandun, Kabupaten Rokan Hulu.
Namun, saat melihat razia, kendaraan pelaku sempat berusaha kabur.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Meski demikian, polisi berhasil menghentikan mobil tersebut di depan bengkel kawasan setempat. Dari situ, dua tersangka langsung diringkus tanpa perlawanan.
Dua Kurir Dibekuk, Bos Kabur
Polisi menangkap Nirzal Januardi alias Yayan (42) dan Adrian alias AD (43). Keduanya berperan sebagai kurir yang mengangkut ganja dari Penyabungan, Sumatera Utara, menuju Pekanbaru, Riau.
Saat diinterogasi, keduanya mengaku hanya menjalankan perintah dari seorang bandar berinisial A Ang Qunaifi alias Aeng alias Joker yang kini masuk daftar pencarian orang (DPO).
Ironisnya, kedua kurir ini dijanjikan upah Rp5 juta untuk sekali pengiriman. Mereka bahkan telah menerima uang jalan sebesar Rp1,4 juta untuk biaya operasional.
Barang Bukti Fantastis
Dari tangan tersangka, polisi menyita:
- 24 bungkus besar ganja siap edar (± 23 kg)
- 1 paket kecil diduga sabu sisa pakai
- 1 alat hisap (bong)
- 2 unit ponsel
- 1 unit mobil Toyota Calya
Nilai ekonomis barang haram tersebut ditaksir mencapai lebih dari Rp92 juta di pasaran gelap.
Lebih dari sekadar penangkapan, operasi ini disebut berhasil menyelamatkan sekitar 69 ribu jiwa dari potensi penyalahgunaan narkoba.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Eko Hadi Santoso menegaskan pihaknya akan terus memburu pelaku utama hingga tuntas.
Perburuan Bandar Terus Berlanjut
Polisi langsung bergerak mengembangkan kasus dengan mendatangi rumah bandar di Pekanbaru. Namun, target utama diduga telah kabur setelah mengetahui penangkapan kurirnya.
Saat ini, seluruh tersangka dan barang bukti telah dibawa ke Mabes Polri untuk pemeriksaan lanjutan. Sementara itu, pengejaran terhadap bandar besar terus dilakukan.
Bareskrim Polri menegaskan komitmennya memberantas jaringan narkotika hingga ke akar. Polisi juga mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan aktivitas mencurigakan.
“Penegakan hukum akan kami lakukan secara tegas dan berkelanjutan demi melindungi masyarakat,” tegas aparat.
Pengungkapan ini kembali menjadi bukti bahwa jalur peredaran narkoba di Sumatera masih menjadi target utama aparat.
Namun, di sisi lain, respons cepat polisi menunjukkan perang terhadap narkotika terus digencarkan tanpa kompromi. (red)
Editor : Hadwan


















