Mengapa Merah Berarti Indah bagi Jiwa Rusia

Jumat, 16 Januari 2026 - 21:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Di Barat, merah mungkin berarti bahaya atau utang. Namun di Rusia, merah adalah sinonim linguistik untuk

Ilustrasi, Di Barat, merah mungkin berarti bahaya atau utang. Namun di Rusia, merah adalah sinonim linguistik untuk "indah"—sebuah benang merah yang menjahit ikon suci hingga bendera revolusi. Dok: Istimewa.

MOSKOW, POSNEWS.CO.ID – Bagi mata orang Barat, “Lapangan Merah” (Red Square) di jantung kota Moskow mungkin terdengar seperti pernyataan politik komunis. Namun, bagi penduduk lokal, nama Krasnaya Ploshchad memiliki makna yang jauh lebih puitis.

Dalam bahasa Slavia Kuno, yang mendahului bahasa Rusia modern, kata untuk “merah” memiliki akar yang sama dengan kata “bagus” dan “indah”. Faktanya, hingga abad ke-20, orang Rusia memahami nama lapangan ikonik itu sebagai “Lapangan Indah”.

Bagi bangsa Rusia, merah bukan sekadar pigmen. Warna ini memikul beban simbolis yang berat. Ia melambangkan kebaikan, keindahan, kehangatan, vitalitas, sorak-sorai, iman, cinta, keselamatan, dan tentu saja, kekuasaan.

Fisika di Balik Estetika

Daya tarik ini mungkin berakar pada sains. Merah adalah warna gelombang panjang di ujung spektrum cahaya. Efeknya pada mata manusia sangat mencolok: ia tampak lebih dekat daripada warna bergelombang pendek seperti hijau.

Selain itu, merah mengintensifkan warna yang bersanding dengannya. Inilah alasan mengapa kombinasi merah dan hijau begitu populer dalam lukisan Rusia, menciptakan kontras visual yang memikat mata.

Kecintaan ini tumpah ruah dalam seni terapan. Mangkuk, kotak, nampan, sendok kayu, hingga mainan anak-anak didominasi warna merah. Dalam seni rupa, tritunggal merah, putih, dan emas menjadi basis dari banyak lukisan ikon suci.

Baca Juga :  Sun Tzu vs. Clausewitz: Relevansi Dua Filsuf Perang di Abad ke-21

Dari Darah Kristus hingga Jubah Aristokrat

Simbolisme merah terus berevolusi. Pada masa pra-Kristen, merah melambangkan darah. Kekristenan kemudian mengadopsi makna ini. Merah merepresentasikan Kristus atau orang suci dalam pemurnian atau kemartiran mereka.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lihatlah ikon terkenal abad ke-15 dari Novgorod, Saint George and the Dragon. George yang gagah mengenakan pakaian merah dengan jubah hijau, menunggangi kuda putih bersih. Bunda Maria pun sering teridentifikasi lewat kerudung merah panjangnya. Namun, warna ini memiliki dua sisi mata uang: api neraka yang membakar pendosa dalam ikonografi Rusia juga digambarkan dengan warna merah menyala.

Pada abad ke-19, warna ini mulai “turun” ke rakyat jelata. Kostum petani sering kali berwarna putih dengan sulaman merah yang rumit. Lukisan Visiting (1915) karya Abram Arkhipov menangkap semangat ini: wanita-wanita dengan gaun merah dan pipi merona, tampak “terbakar” oleh kehidupan.

Revolusi di Atas Kanvas dan Medan Perang

Awal abad ke-20 membawa gelombang baru. Pelukis avant-garde Rusia seperti Kazimir Malevich dan Wassily Kandinsky menggunakan merah untuk mendobrak tradisi. Malevich melukis Red Square, sebuah karya abstrak yang memukau karena ketidaksempurnaan bentuk perseginya.

Baca Juga :  Mengapa Berhenti Mengejar Pertumbuhan Bisa Membuat Kita Lebih Bahagia?

Sementara itu, Kuzma Petrov-Vodkin menggunakan palet merah surealis. Lukisannya tahun 1915, Head of a Youth, menampilkan wajah yang sepenuhnya merah. Karyanya Fantasy (1925) lebih berani lagi: seorang pria biru menunggangi kuda merah raksasa.

Namun, politiklah yang mengukuhkan dominasi warna ini. Komunisme, yang mengambil inspirasi dari Revolusi Prancis, menjadikan merah sebagai panji pergerakan. Tentara Rusia (1918-1945) menamai diri mereka “Tentara Merah”. Bendera Uni Soviet pun menjadi “Bendera Merah”.

Seniman poster Soviet dan ilustrator buku menggunakan sapuan merah yang luas untuk membangkitkan emosi patriotik. Meskipun beberapa pelukis Realis Sosial kemudian didiskreditkan karena asosiasi politik mereka, kekuatan visual karya mereka tak terbantahkan.

Perbedaan Perspektif

Dalam bahasa Inggris, merah sering kali memiliki konotasi negatif: in the red (utang), kartu merah (pelanggaran), atau distrik lampu merah. Namun, dalam bahasa Rusia, merah adalah cantik, lincah, spiritual, dan revolusioner. Sejarah seni Rusia adalah bukti abadi dari kekuatan warna ini.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pentagon Siapkan Kapal Induk Kedua Menuju Timur Tengah
Kampung Bahari Digerebek, Polres Jakut Sita 8 Motor Curian dan Sabu 162,89 Gram
Kapolri Hadiri Retret KOKAM Muhammadiyah, Tegaskan Sinergi Jaga Kamtibmas
Wang Yi dan Viktor Orban Pertegas Kemitraan Jangka Panjang
Pesawat Smart Air Ditembaki KKB di Boven Digoel, 2 Pilot Gugur dan 39 Warga Mengungsi
Guru SD di Jember Diduga Telanjangi 22 Murid karena Uang Rp75 Ribu Hilang
Ojol Dipukuli di Citayam Depok Gara-Gara Klakson, Wajah Korban Bonyok
Rem Diduga Blong, Bus Hantam Gate Tol Waru Utama, 16 Luka

Berita Terkait

Kamis, 12 Februari 2026 - 17:04 WIB

Pentagon Siapkan Kapal Induk Kedua Menuju Timur Tengah

Kamis, 12 Februari 2026 - 16:44 WIB

Kampung Bahari Digerebek, Polres Jakut Sita 8 Motor Curian dan Sabu 162,89 Gram

Kamis, 12 Februari 2026 - 16:15 WIB

Kapolri Hadiri Retret KOKAM Muhammadiyah, Tegaskan Sinergi Jaga Kamtibmas

Kamis, 12 Februari 2026 - 15:58 WIB

Wang Yi dan Viktor Orban Pertegas Kemitraan Jangka Panjang

Kamis, 12 Februari 2026 - 15:53 WIB

Pesawat Smart Air Ditembaki KKB di Boven Digoel, 2 Pilot Gugur dan 39 Warga Mengungsi

Berita Terbaru

Ilustrasi, Tekanan militer maksimal. Pentagon menyiapkan kapal induk USS George H.W. Bush untuk bergabung dengan USS Abraham Lincoln di Timur Tengah guna menghadapi ancaman Iran jika jalur diplomasi gagal. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pentagon Siapkan Kapal Induk Kedua Menuju Timur Tengah

Kamis, 12 Feb 2026 - 17:04 WIB

Persahabatan di tengah ketidakpastian global. Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi menemui PM Viktor Orban di Budapest guna memperdalam kerja sama ekonomi dan memperkuat peran Hongaria sebagai jembatan Tiongkok-Eropa. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Wang Yi dan Viktor Orban Pertegas Kemitraan Jangka Panjang

Kamis, 12 Feb 2026 - 15:58 WIB