Wang Yi dan Viktor Orban Pertegas Kemitraan Jangka Panjang

Kamis, 12 Februari 2026 - 15:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sinergi diplomatik di Asia. Menteri Luar Negeri China Wang Yi mendesak Pakistan untuk meningkatkan upaya mediasi guna membuka kembali Selat Hormuz, mempertegas aliansi strategis kedua negara di tengah peringatan 75 tahun hubungan bilateral. Dok: Istimewa.

Sinergi diplomatik di Asia. Menteri Luar Negeri China Wang Yi mendesak Pakistan untuk meningkatkan upaya mediasi guna membuka kembali Selat Hormuz, mempertegas aliansi strategis kedua negara di tengah peringatan 75 tahun hubungan bilateral. Dok: Istimewa.

BUDAPEST, POSNEWS.CO.ID – Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi, melakukan kunjungan resmi ke Budapest untuk menemui Perdana Menteri Hongaria, Viktor Orban, pada Rabu. Pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi pembangunan dan memperdalam kepercayaan strategis antara kedua negara.

Wang Yi membawa pesan salam hangat dari kepemimpinan Tiongkok untuk PM Orban. Ia mencatat bahwa meskipun situasi internasional saat ini sangat kompleks dan mudah berubah, persahabatan serta kerja sama antara Tiongkok dan Hongaria tetap tidak tergoyahkan. Oleh karena itu, hubungan bilateral ini kini menjadi fondasi stabilitas yang kuat bagi kedua bangsa.

Hongaria Sebagai Mitra Strategis Jangka Panjang

Tiongkok sangat mengapresiasi kebijakan bersahabat yang dijalankan oleh pemerintahan Orban selama ini. Wang Yi menegaskan bahwa kerja sama yang saling menguntungkan ini sepenuhnya melayani kepentingan nasional dan rakyat Hongaria. Bahkan, ia menyebut pilihan Hongaria untuk bermitra erat dengan Beijing adalah langkah yang sangat tepat secara historis.

“Tiongkok akan terus menjadi mitra strategis jangka panjang yang dapat Hongaria andalkan,” ujar Wang Yi. Ia juga mengajak Hongaria untuk terus memanfaatkan momentum modernisasi Tiongkok guna mendorong pembangunan bersama. Selain itu, Tiongkok berjanji akan selalu mendukung kedaulatan, keamanan, dan jalur pembangunan Hongaria yang sesuai dengan kondisi nasionalnya tanpa campur tangan pihak asing.

Proyek Kereta Api dan Dominasi Investasi

Di sisi lain, PM Viktor Orban mengungkapkan kekagumannya terhadap pencapaian Tiongkok dalam beberapa tahun terakhir. Ia menyebut kunjungan bersejarah Presiden Xi Jinping pada tahun 2024 telah mengonsolidasikan persahabatan tradisional kedua negara secara signifikan.

Orban menyoroti fakta bahwa perusahaan-perusahaan Tiongkok telah menempati peringkat teratas sebagai investor di Hongaria selama beberapa tahun berturut-turut. Tentunya, hal ini membawa dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi domestik. Salah satu bukti nyata kolaborasi ini adalah proyek jalur kereta api Hongaria-Serbia yang petugas perkirakan akan segera beroperasi dalam waktu dekat. Proyek ini dianggap sebagai urat nadi logistik baru yang akan meningkatkan taraf hidup masyarakat di kawasan Balkan dan Eropa Tengah.

Baca Juga :  Diplomasi di Bawah Bayang-Bayang Kapal Induk: AS-Iran Bersiap untuk Perundingan Jenewa

Peran Hongaria dalam Hubungan Tiongkok-Eropa

Selain isu bilateral, kedua pemimpin membahas peran Hongaria di panggung Uni Eropa. Wang Yi berharap keberhasilan kerja sama Tiongkok-Hongaria dapat memberikan “efek percontohan” bagi negara-negara Eropa lainnya. Ia mendorong Hongaria untuk terus memainkan peran aktif dalam mempromosikan perkembangan hubungan Tiongkok-Eropa yang sehat dan stabil.

PM Orban merespons dengan menegaskan kembali komitmen teguh Hongaria terhadap kebijakan Satu Tiongkok. Selanjutnya, ia menyatakan kesiapannya untuk terus memfasilitasi dialog konstruktif antara Eropa dan Tiongkok. Melalui sinergi teknologi dan investasi, Hongaria berambisi menjadi pusat inovasi bagi perusahaan Tiongkok yang ingin berekspansi di pasar Eropa secara transparan dan berkelanjutan.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wabah Ebola Kongo Meluas: WHO Peringatkan Bahaya
Anthropic Raih Skor Tertinggi di Tengah Ancaman Eksistensial
Gempuran Drone Ukraina Paksa Kilang Minyak Rusia Setop
Nigel Farage Mundur dari Parlemen Inggris
AS Gempur Sasaran Militer Iran Pasca-Serangan Kapal Tanker
Trump Tuntut Kendali Greenland dan Cabut Sanksi Turki
Korban Gempa Venezuela Bertahan Hidup di Bawah Reruntuhan
Rusia Gempur Kyiv dengan Rudal Balistik

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 18:48 WIB

Wabah Ebola Kongo Meluas: WHO Peringatkan Bahaya

Rabu, 8 Juli 2026 - 14:04 WIB

Gempuran Drone Ukraina Paksa Kilang Minyak Rusia Setop

Rabu, 8 Juli 2026 - 13:56 WIB

Nigel Farage Mundur dari Parlemen Inggris

Rabu, 8 Juli 2026 - 12:38 WIB

AS Gempur Sasaran Militer Iran Pasca-Serangan Kapal Tanker

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:31 WIB

Trump Tuntut Kendali Greenland dan Cabut Sanksi Turki

Berita Terbaru

Hambatan di tengah krisis kesehatan. Warga di kamp pengungsian Kpangba mengusir petugas medis yang berupaya melacak kontak erat korban meninggal akibat Ebola. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Wabah Ebola Kongo Meluas: WHO Peringatkan Bahaya

Rabu, 8 Jul 2026 - 18:48 WIB