Wang Yi dan Viktor Orban Pertegas Kemitraan Jangka Panjang

Kamis, 12 Februari 2026 - 15:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Diplomasi di jalur sutra. China memfasilitasi pertemuan tingkat tinggi antara Pakistan dan Afghanistan di Urumqi untuk merumuskan landasan dialog skala penuh pasca-eskalasi serangan udara mematikan. Dok: Istimewa.

Diplomasi di jalur sutra. China memfasilitasi pertemuan tingkat tinggi antara Pakistan dan Afghanistan di Urumqi untuk merumuskan landasan dialog skala penuh pasca-eskalasi serangan udara mematikan. Dok: Istimewa.

BUDAPEST, POSNEWS.CO.ID – Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi, melakukan kunjungan resmi ke Budapest untuk menemui Perdana Menteri Hongaria, Viktor Orban, pada Rabu. Pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi pembangunan dan memperdalam kepercayaan strategis antara kedua negara.

Wang Yi membawa pesan salam hangat dari kepemimpinan Tiongkok untuk PM Orban. Ia mencatat bahwa meskipun situasi internasional saat ini sangat kompleks dan mudah berubah, persahabatan serta kerja sama antara Tiongkok dan Hongaria tetap tidak tergoyahkan. Oleh karena itu, hubungan bilateral ini kini menjadi fondasi stabilitas yang kuat bagi kedua bangsa.

Hongaria Sebagai Mitra Strategis Jangka Panjang

Tiongkok sangat mengapresiasi kebijakan bersahabat yang dijalankan oleh pemerintahan Orban selama ini. Wang Yi menegaskan bahwa kerja sama yang saling menguntungkan ini sepenuhnya melayani kepentingan nasional dan rakyat Hongaria. Bahkan, ia menyebut pilihan Hongaria untuk bermitra erat dengan Beijing adalah langkah yang sangat tepat secara historis.

Baca Juga :  Dari Panen Es di Danau hingga Mesin Kulkas Penyelamat

“Tiongkok akan terus menjadi mitra strategis jangka panjang yang dapat Hongaria andalkan,” ujar Wang Yi. Ia juga mengajak Hongaria untuk terus memanfaatkan momentum modernisasi Tiongkok guna mendorong pembangunan bersama. Selain itu, Tiongkok berjanji akan selalu mendukung kedaulatan, keamanan, dan jalur pembangunan Hongaria yang sesuai dengan kondisi nasionalnya tanpa campur tangan pihak asing.

Proyek Kereta Api dan Dominasi Investasi

Di sisi lain, PM Viktor Orban mengungkapkan kekagumannya terhadap pencapaian Tiongkok dalam beberapa tahun terakhir. Ia menyebut kunjungan bersejarah Presiden Xi Jinping pada tahun 2024 telah mengonsolidasikan persahabatan tradisional kedua negara secara signifikan.

Orban menyoroti fakta bahwa perusahaan-perusahaan Tiongkok telah menempati peringkat teratas sebagai investor di Hongaria selama beberapa tahun berturut-turut. Tentunya, hal ini membawa dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi domestik. Salah satu bukti nyata kolaborasi ini adalah proyek jalur kereta api Hongaria-Serbia yang petugas perkirakan akan segera beroperasi dalam waktu dekat. Proyek ini dianggap sebagai urat nadi logistik baru yang akan meningkatkan taraf hidup masyarakat di kawasan Balkan dan Eropa Tengah.

Baca Juga :  Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional

Peran Hongaria dalam Hubungan Tiongkok-Eropa

Selain isu bilateral, kedua pemimpin membahas peran Hongaria di panggung Uni Eropa. Wang Yi berharap keberhasilan kerja sama Tiongkok-Hongaria dapat memberikan “efek percontohan” bagi negara-negara Eropa lainnya. Ia mendorong Hongaria untuk terus memainkan peran aktif dalam mempromosikan perkembangan hubungan Tiongkok-Eropa yang sehat dan stabil.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

PM Orban merespons dengan menegaskan kembali komitmen teguh Hongaria terhadap kebijakan Satu Tiongkok. Selanjutnya, ia menyatakan kesiapannya untuk terus memfasilitasi dialog konstruktif antara Eropa dan Tiongkok. Melalui sinergi teknologi dan investasi, Hongaria berambisi menjadi pusat inovasi bagi perusahaan Tiongkok yang ingin berekspansi di pasar Eropa secara transparan dan berkelanjutan.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dendam Lama Berujung Siram Air Keras, Otak Pelaku Bayar Rp9 Juta ke Eksekutor
Israel Bombardir Beirut saat AS Waspadai Ancaman Iran terhadap Universitas
Banjir Grobogan 2026: 16 Desa Terendam, 3.176 KK Terdampak – Aktivitas Warga Lumpuh
Tragedi Gas Beracun di Jaksel, 4 Pekerja Tewas dalam Tangki – 3 Sesak Napas
Jet Tempur F-15E AS Jatuh di Iran, Satu Awak Hilang
Cuaca Jabodetabek 4 April 2026, Jabodetabek Diguyur Hujan Ringan hingga Sedang
Celah di Jalur Blokade: Kapal Perancis dan Jepang Berhasil Lintasi Selat Hormuz Lewat Jalur Diplomasi
Melampaui Positivisme: Mengenal Post-Positivisme dan Kritik Teori Kritis

Berita Terkait

Sabtu, 4 April 2026 - 07:49 WIB

Dendam Lama Berujung Siram Air Keras, Otak Pelaku Bayar Rp9 Juta ke Eksekutor

Sabtu, 4 April 2026 - 07:13 WIB

Israel Bombardir Beirut saat AS Waspadai Ancaman Iran terhadap Universitas

Sabtu, 4 April 2026 - 07:07 WIB

Banjir Grobogan 2026: 16 Desa Terendam, 3.176 KK Terdampak – Aktivitas Warga Lumpuh

Sabtu, 4 April 2026 - 06:15 WIB

Tragedi Gas Beracun di Jaksel, 4 Pekerja Tewas dalam Tangki – 3 Sesak Napas

Sabtu, 4 April 2026 - 06:08 WIB

Jet Tempur F-15E AS Jatuh di Iran, Satu Awak Hilang

Berita Terbaru

Ilustrasi, Taruhan nyawa di zona tempur. Jatuhnya jet tempur pertama Amerika Serikat di wilayah Iran memicu operasi pencarian dan penyelamatan darurat, sekaligus membongkar celah antara retorika politik Washington dengan realitas kekuatan militer Teheran. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Jet Tempur F-15E AS Jatuh di Iran, Satu Awak Hilang

Sabtu, 4 Apr 2026 - 06:08 WIB