23 Marinir Tertimbun Longsor, 4 Gugur di Cisarua Bandung Barat – KSAL Ungkap Kronologi

Senin, 26 Januari 2026 - 19:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

23 Marinir tertimbun longsor di Cisarua Bandung Barat, Jawa Barat. (Posnews/ist)

23 Marinir tertimbun longsor di Cisarua Bandung Barat, Jawa Barat. (Posnews/ist)

BANDUNG BARAT, POSNEWS.CO.ID – Bencana longsor menimpa pasukan elite TNI Angkatan Laut di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Sebanyak 23 anggota Batalyon Infanteri 9/Bala Jala Yudha Perkasa Brigif 4 Marinir/BS tertimbun material longsor saat menjalani latihan pra-tugas.

Hingga Senin (26/1/2026), empat anggota marinir ditemukan meninggal dunia, sementara pencarian korban lainnya masih berlangsung.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali mengungkapkan, peristiwa itu terjadi ketika para prajurit sedang melaksanakan latihan pra-penugasan pengamanan perbatasan RI–Papua Nugini (PNG).

“Pasukan marinir saat itu sedang melaksanakan latihan pra-tugas untuk Pam Perbatasan RI–PNG. Latihan memang dilakukan di lokasi tersebut,” ujar KSAL Muhammad Ali usai rapat bersama Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/1/2026).

Hujan Lebat Dua Hari Picu Longsor

Menurut Ali, hujan lebat mengguyur lokasi kejadian hampir dua malam berturut-turut. Akibatnya, lereng tanah di sekitar desa tempat latihan tidak mampu menahan beban air dan akhirnya longsor.

Baca Juga :  BMKG Prediksi Jakarta Diguyur Hujan Ringan hingga Sedang Sepanjang Hari

“Curah hujan tinggi menyebabkan longsor dan menimpa satu desa. Kebetulan, di lokasi itu terdapat prajurit marinir yang sedang melaksanakan latihan,” jelasnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari total 23 personel yang tertimbun, empat anggota telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara sisanya masih dalam proses pencarian.

“Memang terdapat 23 anggota marinir yang tertimbun. Saat ini baru ditemukan empat personel dalam kondisi meninggal dunia, sedangkan yang lain masih dalam pencarian,” tegas Ali.

Cuaca Buruk Hambat Evakuasi

Lebih lanjut, KSAL menambahkan bahwa cuaca ekstrem dan akses jalan sempit menjadi kendala utama dalam proses evakuasi. Hingga kini, alat berat belum sepenuhnya dapat menjangkau titik longsor.

“Alat berat memang belum bisa masuk secara maksimal karena kondisi cuaca dan akses jalan. Namun, pencarian tetap dilakukan dengan memanfaatkan teknologi drone, thermal, serta anjing pelacak,” pungkasnya.

Operasi SAR Hari Ketiga, BNPB Kerahkan Lima Excavator dan K9 Polri

Sementara itu, operasi pencarian dan pertolongan (SAR) memasuki hari ketiga. Tim gabungan meningkatkan upaya penanganan dengan menambah jumlah alat berat di lokasi longsor Desa Pasirlangu, Cisarua, Bandung Barat.

Baca Juga :  Kerugian Akibat Aksi Unjuk Rasa di Jakarta Capai Rp51,1 Miliar, Layanan Transjakarta dan MRT Gratis

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyatakan, dua unit excavator tambahan telah didatangkan pada Senin (26/1/2026).

“Hari ini dua excavator kembali dikerahkan. Dengan demikian, total lima excavator berukuran sedang digunakan dalam operasi SAR,” ujar Abdul Muhari.

Ia menjelaskan, kondisi material longsor yang masih labil dan berlumpur menjadi pertimbangan utama dalam penggunaan excavator berukuran sedang demi menjaga keselamatan tim penyelamat.

Selain itu, Polri turut mengerahkan enam ekor anjing pelacak (K9) dari Detasemen K9 Unit SAR Direktorat Polisi Satwa (Ditpolsatwa) Korps Sabhara Baharkam Polri.

“Sebanyak enam anjing pelacak K9 diterjunkan untuk membantu mempercepat pencarian korban longsor di Desa Pasirlangu,” pungkasnya. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mojtaba Khamenei Dinyatakan Sehat Walafiat
Serangan Drone Israel Tewaskan Warga di Tengah Rencana Negosiasi Trump
101 Orang Dipulangkan, Polisi Kejar Aktor Intelektual Aksi Anarkis
Iran Ancam Serangan Panjang dan Menyakitkan Terhadap Posisi AS
He Lifeng Serukan Penguatan Kerja Sama China-Belgia
Bocah 4 Tahun di Rokan Hilir Meninggal Diduga Diperkosa, Polisi Usut Tuntas
Pakistan Resmikan Kapal Selam Kelas Hangor Pertama di China
Australia dan Korea Selatan Perkuat Pasokan di Tengah Krisis

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:04 WIB

Mojtaba Khamenei Dinyatakan Sehat Walafiat

Sabtu, 2 Mei 2026 - 12:58 WIB

Serangan Drone Israel Tewaskan Warga di Tengah Rencana Negosiasi Trump

Sabtu, 2 Mei 2026 - 12:29 WIB

101 Orang Dipulangkan, Polisi Kejar Aktor Intelektual Aksi Anarkis

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:54 WIB

Iran Ancam Serangan Panjang dan Menyakitkan Terhadap Posisi AS

Sabtu, 2 Mei 2026 - 10:49 WIB

He Lifeng Serukan Penguatan Kerja Sama China-Belgia

Berita Terbaru

Menepis spekulasi. Pejabat senior Iran menegaskan bahwa Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei dalam kondisi kesehatan yang prima dan tetap menjalankan tugas negara secara aktif, membantah laporan mengenai cedera akibat serangan udara. Dok: Xinhua.

INTERNASIONAL

Mojtaba Khamenei Dinyatakan Sehat Walafiat

Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:04 WIB

Ilustrasi, Ambang perang terbuka. Teheran memperingatkan balasan mematikan jika Washington melancarkan serangan baru, sementara penutupan Selat Hormuz terus mencekik 20% pasokan energi dunia. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Iran Ancam Serangan Panjang dan Menyakitkan Terhadap Posisi AS

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:54 WIB

Visi kemitraan masa depan. Wakil Perdana Menteri China He Lifeng mengajak Belgia untuk mempererat tradisi kerja sama yang saling menguntungkan dan menjaga sistem perdagangan dunia yang terbuka di tengah dinamika hubungan China-Uni Eropa.  Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

He Lifeng Serukan Penguatan Kerja Sama China-Belgia

Sabtu, 2 Mei 2026 - 10:49 WIB