Trump Konfirmasi Iran Mulai Bicara, Tapi Rahasiakan Rencana

Minggu, 1 Februari 2026 - 11:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung Putih main rahasia. Trump akui ada dialog dengan Teheran, namun tolak bocorkan strategi ke Arab Saudi karena takut rencana itu

Gedung Putih main rahasia. Trump akui ada dialog dengan Teheran, namun tolak bocorkan strategi ke Arab Saudi karena takut rencana itu "lebih buruk" dari dugaan. Dok: VCG.

WASHINGTON/TEHERAN, POSNEWS.CO.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump akhirnya membuka kartu. Pada hari Sabtu (31/1), ia mengonfirmasi bahwa Iran telah mulai “berbicara” dengan pihak Amerika Serikat.

Namun, pengakuan ini datang dengan peringatan terselubung. Trump mengisyaratkan bahwa opsi militer masih berada di atas meja, tepat saat kelompok tempur kapal induk AS semakin dekat ke perairan Timur Tengah.

Dalam wawancara dengan Fox News, Trump menjelaskan posisinya dengan gaya khasnya yang ambigu. “Rencananya adalah (Iran) berbicara kepada kami, dan kita akan lihat apakah kita bisa melakukan sesuatu; jika tidak, kita lihat saja apa yang terjadi,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya Tidak Bisa Memberi Tahu Mereka”

Yang mengejutkan, Trump secara eksplisit menolak untuk membagikan rencana strategisnya kepada sekutu utama AS di Teluk, seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

“Yah, kami tidak bisa memberi tahu mereka rencananya,” kata Trump blak-blakan. “Jika saya memberi tahu mereka rencananya, itu akan hampir sama buruknya dengan memberi tahu Anda rencananya. Itu bisa lebih buruk, sebenarnya.”

Baca Juga :  Spanyol Boikot Militer AS: Tutup Ruang Udara dan Larang Penggunaan Pangkalan untuk Perang Iran

Pernyataan ini menambah ketidakpastian di kawasan yang sudah tegang. Trump juga mengungkit kembali serangan militer AS sebelumnya.

“Terakhir kali mereka bernegosiasi, kami harus menghancurkan (kemampuan) nuklir mereka… Itu tidak berhasil. Lalu kami mengeluarkannya dengan cara berbeda, dan kita lihat apa yang terjadi,” ancamnya.

Ia juga membanggakan kekuatan yang sedang bergerak. “Kami memiliki armada besar yang menuju ke sana, lebih besar dari yang kami miliki di Venezuela,” ujarnya, merujuk pada serangan militer AS terhadap Venezuela pada 3 Januari lalu.

Teheran: Struktur Negosiasi Maju

Di seberang jurang konflik, nada optimis mulai terdengar dari Teheran. Ali Larijani, kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, memberikan sinyal positif pasca-pertemuan tingkat tinggi dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow.

Melalui unggahan di X, Larijani menyatakan bahwa “pengaturan struktural untuk negosiasi sedang berkembang.”

Presiden Iran Masoud Pezeshkian memperkuat pesan damai tersebut. Dalam panggilan telepon dengan mitranya dari Mesir, ia menegaskan bahwa Iran “sama sekali tidak mencari perang” dan konflik hanya akan merugikan semua pihak.

Baca Juga :  Raja Charles III Serukan Persatuan di Tengah Keretakan Aliansi AS-Inggris

Namun, militer Iran tetap waspada. Kepala Angkatan Darat Amir Hatami sebelumnya memperingatkan bahwa pasukan Iran berada pada “kesiapan pertahanan penuh” dan keahlian nuklir mereka “tidak dapat dihilangkan”.

Sekutu yang Bingung dan Skeptis

Sikap Gedung Putih yang menutup rapat informasinya memicu skeptisisme di kalangan sekutu Timur Tengah.

Menurut laporan Axios, Menteri Pertahanan Arab Saudi Pangeran Khalid bin Salman menyuarakan kekhawatirannya dalam pertemuan pribadi di Gedung Putih hari Kamis lalu. Ia menyarankan bahwa pemerintah Iran justru akan semakin berani jika Washington gagal menindaklanjuti ancaman militernya.

Di sisi lain, Arab Saudi mengambil sikap sangat hati-hati untuk menghindari terseret perang. Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS) telah menegaskan kepada presiden Iran bahwa Kerajaan tidak akan mengizinkan wilayah atau ruang udaranya digunakan untuk serangan terhadap Iran.

Sementara itu, Qatar—tuan rumah pangkalan militer AS terbesar di kawasan—bergerak sebagai pemadam kebakaran diplomatik. Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman al-Thani dilaporkan telah bertemu langsung dengan Ali Larijani di Teheran untuk meredakan ketegangan.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Sumber Berita: Xinhua News Agency

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Israel Gempur Lebanon Selatan di Tengah Isyarat Damai
Donald Trump dan Emmanuel Macron Pererat Aliansi
Wabah Ebola Kongo Kian Mengkhawatirkan
Israel Bersiap Hadapi Pemilihan Umum Sela
Presiden Mongolia Ukhnaa Khurelsukh Sambut Menlu Tiongkok
Raksasa Teknologi Dunia Serap Mineral Milisi M23
Militer Amerika Serikat Tembak Mati Gembong Kriminal
BIGBANG Resmi Umumkan Jadwal Tur Dunia

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 17:21 WIB

Israel Gempur Lebanon Selatan di Tengah Isyarat Damai

Minggu, 14 Juni 2026 - 16:14 WIB

Donald Trump dan Emmanuel Macron Pererat Aliansi

Minggu, 14 Juni 2026 - 14:03 WIB

Wabah Ebola Kongo Kian Mengkhawatirkan

Minggu, 14 Juni 2026 - 12:56 WIB

Israel Bersiap Hadapi Pemilihan Umum Sela

Minggu, 14 Juni 2026 - 11:52 WIB

Presiden Mongolia Ukhnaa Khurelsukh Sambut Menlu Tiongkok

Berita Terbaru