KPK Bongkar Suap Jalur Impor Bea Cukai, Setoran PT Blueray Rp7 Miliar per Bulan

Jumat, 6 Februari 2026 - 06:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas KPK menunjukkan barang bukti uang dan logam mulia hasil OTT kasus suap importasi Bea Cukai di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. (Posnews/KPK)

Petugas KPK menunjukkan barang bukti uang dan logam mulia hasil OTT kasus suap importasi Bea Cukai di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. (Posnews/KPK)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya membongkar praktik suap dalam pengaturan jalur importasi di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan yang selama ini terjadi.

KPK mengungkap adanya penyerahan uang dari PT Blueray (BR) kepada sejumlah pejabat Bea Cukai untuk mengondisikan jalur merah impor barang masuk ke Indonesia.

Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menjelaskan bahwa praktik tersebut berlangsung melalui serangkaian pertemuan dan penyerahan uang sepanjang Desember 2025 hingga Februari 2026 di sejumlah lokasi.

Selanjutnya, uang itu mengalir dari pihak PT Blueray ke oknum DJBC sebagai imbalan pengaturan jalur impor.

Tak hanya itu, Asep menegaskan penerimaan uang dilakukan secara rutin setiap bulan. Uang tersebut menjadi “jatah bulanan” bagi para oknum di lingkungan Bea Cukai.

Sementara itu, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengungkapkan nilai setoran rutin tersebut mencapai Rp7 miliar per bulan.

Baca Juga :  China Balik Serang: Jepang Penyusup, Tuduhan Radar Hanya Hype Palsu yang Berbahaya

Menurutnya, penyidik masih terus mendalami aliran dana tersebut dan tidak berhenti pada pihak-pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

KPK Tetapkan 6 Tersangka

Atas pengungkapan kasus tersebut, KPK resmi menetapkan enam orang sebagai tersangka dugaan korupsi importasi di lingkungan DJBC Kemenkeu. Penyidik juga menyita barang bukti dengan total nilai mencapai Rp40,5 miliar.

Namun, John Field (JF), pemilik PT Blueray, melarikan diri saat KPK menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Rabu, 4 Februari 2026.

Asep memastikan KPK kini mengajukan permohonan cegah dan tangkal terhadap JF serta meminta yang bersangkutan segera kooperatif menjalani proses hukum.

Selain itu, KPK juga mengajak masyarakat berperan aktif melaporkan apabila mengetahui keberadaan John Field.

Daftar Para Tersangka

Enam tersangka yang ditetapkan KPK yakni:

  • Rizal (RZL), Direktur Penindakan dan Penyidikan DJBC periode 2024–Januari 2026
  • Sisprian Subiaksono (SIS), Kasubdit Intelijen Penindakan dan Penyidikan DJBC
  • Orlando Hamonang (ORL), Kasi Intelijen DJBC
  • John Field (JF), Pemilik PT Blueray
  • Andri (AND), Ketua Tim Dokumen Importasi PT Blueray
  • Dedy Kurniawan, Manajer Operasional PT Blueray
  • Sita Barang Bukti Rp40,5 Miliar
Baca Juga :  KPK Akui Kendala Bukti, Perkara Izin Tambang Konawe Utara Rp2,7 Triliun Disetop

Dalam penggeledahan di sejumlah lokasi, termasuk rumah para pejabat Bea Cukai dan kantor PT Blueray, tim KPK mengamankan barang bukti berupa uang tunai, logam mulia, hingga barang mewah dengan total nilai Rp40,5 miliar.

Barang bukti tersebut meliputi uang tunai rupiah Rp1,89 miliar, dolar AS USD182.900, dolar Singapura SGD1,48 juta, yen Jepang JPY550.000, dua paket logam mulia seberat total 5,3 kilogram senilai lebih dari Rp15 miliar, serta satu unit jam tangan mewah senilai Rp138 juta.

KPK menegaskan penyidikan akan terus berlanjut guna menelusuri aliran dana, peran masing-masing tersangka, serta potensi keterlibatan pihak lain dalam skandal suap importasi Bea Cukai ini. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diplomasi yang Retak: Marco Rubio Bantah Klaim Zelenskyy Soal Syarat Penyerahan Donbas
Bazar Lebaran Monas 2026! 100 Ribu Kupon Gratis, 1.000 Sepeda dan Motor Listrik Dibagikan
Kapolri Pantau Arus Balik di Bakauheni, 385 Ribu Kendaraan Belum Kembali
Serangan Siber Teheran: Peretas Iran Bobol Email Pribadi Direktur FBI Kash Patel
Cuba is Next: Donald Trump Beri Sinyal Intervensi Militer Terhadap Havana
Jepang Cabut Pembatasan Operasi PLTU Batu Bara
Keamanan Melampaui Senjata: Membedah Politik Luar Negeri Feminis
Nicolas Zepeda Divonis Penjara Seumur Hidup atas Pembunuhan Mahasiswi Jepang

Berita Terkait

Sabtu, 28 Maret 2026 - 16:52 WIB

Diplomasi yang Retak: Marco Rubio Bantah Klaim Zelenskyy Soal Syarat Penyerahan Donbas

Sabtu, 28 Maret 2026 - 16:46 WIB

Bazar Lebaran Monas 2026! 100 Ribu Kupon Gratis, 1.000 Sepeda dan Motor Listrik Dibagikan

Sabtu, 28 Maret 2026 - 16:31 WIB

Kapolri Pantau Arus Balik di Bakauheni, 385 Ribu Kendaraan Belum Kembali

Sabtu, 28 Maret 2026 - 14:47 WIB

Serangan Siber Teheran: Peretas Iran Bobol Email Pribadi Direktur FBI Kash Patel

Sabtu, 28 Maret 2026 - 13:40 WIB

Cuba is Next: Donald Trump Beri Sinyal Intervensi Militer Terhadap Havana

Berita Terbaru