Trump Hapus Unggahan yang Menyamakan Obama dengan Kera

Sabtu, 7 Februari 2026 - 20:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Trump klaim AS tidak butuh Kanada, padahal negaranya bergantung pada minyak, aluminium, dan potash Kanada dalam jumlah besar. Dok: Reuters/Jonathan Ernst.

Trump klaim AS tidak butuh Kanada, padahal negaranya bergantung pada minyak, aluminium, dan potash Kanada dalam jumlah besar. Dok: Reuters/Jonathan Ernst.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Tim media sosial Presiden Donald Trump akhirnya menghapus video hasil rekayasa AI yang menggambarkan Barack dan Michelle Obama sebagai kera. Langkah ini merupakan respons atas gelombang protes massal, termasuk dari tokoh-tokoh senior Partai Republik.

Klip pendek tersebut awalnya muncul di akun Truth Social milik Trump pada Kamis malam waktu setempat. Namun, unggahan itu bertahan selama sekitar 12 jam sebelum menghilang dari platform tersebut pada Jumat pagi. Berbagai media nasional dan pengamat politik secara luas menggambarkan konten tersebut sebagai tindakan rasisme yang nyata.

Kecaman dari Republik dan Demokrat

Senator Tim Scott dari Carolina Selatan menjadi salah satu tokoh Republik pertama yang bersuara keras. Ia mendesak presiden untuk segera menghapus video yang ia sebut sebagai hal paling rasis yang pernah keluar dari Gedung Putih. “Saya berdoa agar video itu palsu karena isinya sangat menjijikkan,” ujar Scott melalui platform X.

Senada dengan Scott, Pemimpin Demokrat di DPR, Hakeem Jeffries, turut meluncurkan kecaman pedas. Ia menegaskan bahwa keluarga Obama mewakili sisi terbaik dari Amerika Serikat. Jeffries juga mendesak setiap anggota Partai Republik untuk segera mengutuk kefanatikan Donald Trump yang memuakkan tersebut.

Tanggapan Trump dan Pembelaan Gedung Putih

Donald Trump akhirnya memberikan pernyataan saat jurnalis menanyakannya secara langsung. Ia mengaku bahwa dirinya mengutuk isi video tersebut. Namun, Trump secara tegas menolak permintaan maaf kepada publik terkait insiden tersebut.

“Saya tidak melakukan kesalahan. Maksud saya, saya melihat dan membagikan ribuan hal setiap harinya,” dalih Trump. Di sisi lain, Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt sempat membela unggahan tersebut sebelum dihapus. Menurut Leavitt, video itu hanyalah sebuah meme internet yang menggambarkan Trump sebagai “Raja Hutan” dan para politisi Demokrat sebagai karakter dari film The Lion King.

Konteks Video dan Target Lainnya

Video lengkap berdurasi panjang tersebut sebenarnya berasal dari akun meme pendukung gerakan MAGA. Selain keluarga Obama, video itu juga menyasar tokoh Demokrat lainnya seperti mantan Presiden Joe Biden dan Wakil Presiden Kamala Harris.

Baca Juga :  Trump Perintahkan Pentagon Kurangi Latihan Militer

Nama-nama lain seperti Alexandria Ocasio-Cortez, Wali Kota New York Zohran Mamdani, hingga mantan Menlu Hillary Clinton juga muncul dalam video tersebut. Meskipun Gedung Putih berdalih bahwa ini hanyalah satir bertema film animasi, para pengamat menilai penggunaan kera untuk menggambarkan warga kulit hitam merupakan kiasan rasisme historis yang sangat berbahaya. Insiden ini pun menambah daftar panjang kontroversi terkait retorika rasial dalam panggung politik Amerika Serikat.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Presiden Xi Jinping Dorong Blok BRICS Jadi Juru Damai Konflik
Hakim Federal Batalkan Rencana Pemangkasan Staf FEMA 50%
Peluncuran Konsol Retro NEOGEO AES+ Ditunda
Iran Ancam Balas Setiap Serangan Baru AS terhadap Asetnya
Ekstremisme Nihilistik Online Ancam Keamanan Eropa
Shinjuku Larang Separuh Sewa Liburan, Termasuk Properti
Tim Nepal Kian Bersemangat Cari Korban Banjir
PM Yunani Janjikan Pemangkasan Pajak dan Kenaikan Gaji

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 20:57 WIB

Presiden Xi Jinping Dorong Blok BRICS Jadi Juru Damai Konflik

Minggu, 13 September 2026 - 19:56 WIB

Hakim Federal Batalkan Rencana Pemangkasan Staf FEMA 50%

Minggu, 13 September 2026 - 13:30 WIB

Peluncuran Konsol Retro NEOGEO AES+ Ditunda

Rabu, 9 September 2026 - 08:03 WIB

Iran Ancam Balas Setiap Serangan Baru AS terhadap Asetnya

Rabu, 9 September 2026 - 07:00 WIB

Ekstremisme Nihilistik Online Ancam Keamanan Eropa

Berita Terbaru

Presiden Xi Jinping menyerukan blok BRICS menjadi juru damai konflik Timur Tengah pada KTT New Delhi serta mempererat hubungan diplomatik dengan India. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Presiden Xi Jinping Dorong Blok BRICS Jadi Juru Damai Konflik

Minggu, 13 Sep 2026 - 20:57 WIB

2.713 penari dari 12 negara membawakan Tari Semarak Jali-Jali Betawi di Ancol. (Posnews/Ancol)

JABODETABEK

Budaya Betawi Mendunia, 2.713 Penari Pecahkan Rekor MURI di Ancol

Minggu, 13 Sep 2026 - 20:41 WIB

Hakim federal AS membatalkan rencana pemangkasan 50% staf FEMA era pemerintahan Trump. Keputusan ini dinilai menegakkan undang-undang perlindungan FEMA. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Hakim Federal Batalkan Rencana Pemangkasan Staf FEMA 50%

Minggu, 13 Sep 2026 - 19:56 WIB