KPK Seret Pejabat DPR RI & OJK di Skandal Korupsi Dana CSR Bank Indonesia

Rabu, 10 September 2025 - 16:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung Merah Putih KPK di Jakarta. (Posnews/Ist)

Gedung Merah Putih KPK di Jakarta. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi memanggil Kepala Bagian Sekretariat Komisi XI DPR RI, Sarilan Putri Khairunnisa, sebagai saksi kasus dugaan korupsi dana corporate social responsibility (CSR) Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Rabu (10/9/2025).

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menegaskan pemeriksaan berlangsung di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, untuk mendalami kasus pejabat DPR RI.

Tak hanya Sarilan, KPK juga memanggil 15 saksi lain. Mereka antara lain Ageng Wardoyo, Anita Handayaniputri, serta Helen Manik dan Martono, Tenaga Ahli DPR RI Heri Gunawan 2019–2024.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, KPK memanggil saksi penting lain, termasuk Hestu Wibowo (Ekonom Ahli BI DKI), Ferial Ahmad Alhoreibi (Pengawas Utama OJK), Enrico Hariantoro (mantan Kepala Departemen Sekretariat OJK), serta Indarto Budiwitono (BUMN), Dhira Krisna Jayanegara (OJK), Nita Ariesta Moelgeni (Relasi Publik), dan Ferddy Rahmadi (Sekretariat Badan Supervisi OJK).

Baca Juga :  Diperiksa Maraton 8,5 Jam di KPK, Yaqut Ogah Jawab Soal Dugaan Korupsi Kuota Haji

Daftar saksi juga mencakup Hery Indratno, Eka Kartika, Andri Sopiandi, dan Hanafi.

Meski demikian, KPK belum mengungkap materi pemeriksaan. Sebelumnya, KPK menetapkan dua anggota DPR RI, Heri Gunawan dan Satori, sebagai tersangka kasus korupsi dana CSR BI-OJK 2020–2023.

Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menegaskan keduanya jadi tersangka setelah penyidik menemukan dua alat bukti kuat. Ia menyebut kasus bermula dari Laporan Hasil Analisis (LHA) PPATK serta aduan masyarakat.

Baca Juga :  KPK OTT Depok, Ketua dan Wakil Ketua PN Depok Ditangkap, Uang Ratusan Juta Disita

KPK menilai yayasan milik Heri Gunawan dan Satori menerima dana dari mitra kerja Komisi XI DPR RI, yaitu BI dan OJK. Namun, alih-alih digunakan untuk kegiatan sosial sesuai proposal, dana itu diduga mereka selewengkan untuk kepentingan pribadi.

Atas perbuatannya, KPK menjerat keduanya dengan Pasal 12 B UU Tipikor juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP juncto Pasal 64 Ayat 1 KUHP. Mereka juga dikenakan pasal tambahan dalam UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Setelah Tetapkan Wamen Imipas Tersangka, KPK Kini Periksa 11 Saksi Kunci
Polda Metro Didesak Periksa Mantan Kabais TNI dalam Kasus Andrie Yunus
Anggaran Polri 2027 Kurang Rp66 Triliun, Remunerasi hingga Pemilu Jadi Alasan
Dua Bos PT SJU Ditahan, Penyidik Buru Jejak Uang dan Aset Tambang Ilegal
Bandar Narkoba Gunakan Stiker Sedot WC sebagai Penanda Lokasi Sabu
Kabar Gembira! Tiket Kapal ASDP Diskon Besar Selama Libur Sekolah 2026
MenHAM Pigai: MBG Justru Wujud Pemenuhan Hak Dasar, Bukan Pelanggaran HAM
DPO Narkoba Internasional Dibekuk di Riau, Bareskrim Sita Narkotika Senilai Rp137 Miliar

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:26 WIB

Setelah Tetapkan Wamen Imipas Tersangka, KPK Kini Periksa 11 Saksi Kunci

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:38 WIB

Polda Metro Didesak Periksa Mantan Kabais TNI dalam Kasus Andrie Yunus

Rabu, 17 Juni 2026 - 10:36 WIB

Dua Bos PT SJU Ditahan, Penyidik Buru Jejak Uang dan Aset Tambang Ilegal

Rabu, 17 Juni 2026 - 09:00 WIB

Bandar Narkoba Gunakan Stiker Sedot WC sebagai Penanda Lokasi Sabu

Rabu, 17 Juni 2026 - 08:32 WIB

Kabar Gembira! Tiket Kapal ASDP Diskon Besar Selama Libur Sekolah 2026

Berita Terbaru

Ilustrasi, Misi damai Vatikan di Asia Timur. Kardinal Lazzaro You Heung-sik menyebut Paus Leo XIV siap mengunjungi Korea Utara guna meredakan ketegangan politik regional. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang

Rabu, 17 Jun 2026 - 16:24 WIB

Sinergi Tokyo-Washington di G7. Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menggelar pertemuan bilateral singkat bersama Presiden AS Donald Trump untuk membahas isu Timur Tengah dan tarif dagang. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran

Rabu, 17 Jun 2026 - 15:17 WIB