Mengapa Swiss Menjadi Kiblat Riset dan Teknologi Tinggi?

Jumat, 6 Februari 2026 - 10:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi,Prahara di Sion. Keluarga dari 41 korban tewas, mayoritas remaja, meluapkan kemarahan kepada pemilik bar Le Constellation saat persidangan dimulai untuk mengungkap kelalaian di balik kebakaran malam tahun baru. Dok: Istimewa.

Ilustrasi,Prahara di Sion. Keluarga dari 41 korban tewas, mayoritas remaja, meluapkan kemarahan kepada pemilik bar Le Constellation saat persidangan dimulai untuk mengungkap kelalaian di balik kebakaran malam tahun baru. Dok: Istimewa.

ZURICH, POSNEWS.CO.ID – Swiss kembali mengukuhkan reputasinya sebagai pemimpin global dalam bidang presisi dan riset teknologi tinggi. Sebagai negara yang terkenal dengan sejarah pembuatan jam tangan rumit, Swiss kini menjadi rumah bagi fasilitas riset paling canggih di dunia, termasuk laboratorium fisika partikel CERN dan pusat penelitian utama IBM.

Negara ini memiliki dua Institut Teknologi Federal (ETH dan EPFL) yang menjadi tulang punggung inovasi akademik. Selain itu, kehadiran perusahaan farmasi raksasa seperti Roche dan Novartis semakin memperkuat posisi Swiss di panggung sains internasional. Tak ketinggalan, industri cokelat yang mendunia juga menjadi bagian tak terpisahkan dari ekosistem riset negara ini.

Kekuatan Komputasi dan Inovasi IBM

IBM menjadi salah satu perusahaan global yang menancapkan kuku risetnya di Swiss melalui laboratorium Ruschlikon di selatan Zurich. Laboratorium ini berhasil menarik minat peneliti dari seluruh penjuru dunia, di mana 80 persen dari mereka merupakan tenaga kerja asing.

Pusat riset ini memimpin pengembangan teknologi penyimpanan digital, semikonduktor, hingga elektronik optik untuk jaringan daring. Selain itu, pembangunan pusat riset nanoteknologi kelas dunia yang telah rampung mempertegas dominasi mereka. Manajer sumber daya manusia IBM, Irene Holenweger Koeb, menyatakan bahwa mereka aktif mencari kandidat dari disiplin ilmu fisika, kimia, hingga matematika. Meski sebagian besar posisi membutuhkan gelar Ph.D, IBM tetap merekrut sekitar 100 lulusan sarjana dan magister setiap tahunnya.

Baca Juga :  Batu Rosetta: Kunci Rahasia yang Membuka Pintu Sejarah

Standar Tinggi dalam Industri Cokelat

Di balik manisnya cokelat Swiss, terdapat proses riset dan pengembangan yang sangat ketat. Jose Rubio dari departemen sumber daya manusia Lindt mengungkapkan bahwa perusahaannya merangkul keberagaman dengan karyawan dari 44 kewarganegaraan yang berbicara dalam 18 bahasa.

Para ilmuwan di Lindt memegang peranan vital dalam manajemen kualitas serta riset dan pengembangan. Mereka bertugas memperbaiki resep, menciptakan produk baru, hingga merancang mesin produksi yang inovatif. Bekerja di perusahaan ini memberikan kesempatan bagi peneliti untuk mengasah keterampilan dalam lingkungan yang terkelola dengan baik, sambil memastikan setiap produk memenuhi standar kualitas tertinggi perusahaan.

Baca Juga :  Armada AS Kepung Iran, Komandan IRGC: Jari Kami Sudah di Pelatuk

Daya Tarik Karier dan Kualitas Hidup

Swiss menawarkan kompensasi yang sangat kompetitif, di mana peneliti berpengalaman bisa mendapatkan gaji hingga £72.000 per tahun. Selain aspek finansial, fleksibilitas kerja menjadi daya tarik utama. Peneliti seperti Paul Hurley dari IBM menikmati atmosfer kerja yang santai, di mana pertemuan sering kali berlangsung saat makan siang atau jeda kopi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Oleh karena itu, untuk memudahkan integrasi karyawan asing, perusahaan seperti IBM menyediakan dukungan biaya relokasi dan kursus bahasa Jerman gratis. Meski demikian, penguasaan salah satu bahasa resmi Swiss tetap menjadi syarat mutlak, terutama bagi mereka yang bekerja di lini produksi dan harus berinteraksi langsung dengan rekan kerja lokal. Sinergi antara lembaga pendidikan tinggi seperti EPFL di Lausanne dan sektor industri memastikan bahwa setiap metode praktis dari laboratorium dapat segera diterapkan dalam skala industri global.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TNI Siap Kirim 8.000 Prajurit ke Gaza, Target Berangkat April–Juni 2026
Rekrutmen Guru Sekolah Garuda 2026, Butuh 96 Guru dan 20 Kepala Sekolah, Ini Syaratnya
Pesta Miras dan Karaoke Bising di Cilincing Dibubarkan, Pemuda Tantang Ditangkap
Gu Ailing dan Liu Mengting Melaju ke Final Big Air Olimpiade 2026
Gubernur Pramono Hias Jakarta Sambut Ramadan 1447 H, Lebih Meriah
Fatwa MUI Haram Buang Sampah ke Sungai, Menteri LH: Energi Besar Selamatkan Lingkungan
Mantan Kapolres Bima Kota Jadi Tersangka Narkoba, Polri Tegas: Tak Ada Ampun
CCTV Rekam Aksi Sadis OTK Lepaskan Tembakan ke Rumah Suami Anggota DPRD Jateng

Berita Terkait

Senin, 16 Februari 2026 - 10:54 WIB

TNI Siap Kirim 8.000 Prajurit ke Gaza, Target Berangkat April–Juni 2026

Senin, 16 Februari 2026 - 10:41 WIB

Rekrutmen Guru Sekolah Garuda 2026, Butuh 96 Guru dan 20 Kepala Sekolah, Ini Syaratnya

Senin, 16 Februari 2026 - 10:22 WIB

Pesta Miras dan Karaoke Bising di Cilincing Dibubarkan, Pemuda Tantang Ditangkap

Senin, 16 Februari 2026 - 08:17 WIB

Gu Ailing dan Liu Mengting Melaju ke Final Big Air Olimpiade 2026

Senin, 16 Februari 2026 - 07:59 WIB

Gubernur Pramono Hias Jakarta Sambut Ramadan 1447 H, Lebih Meriah

Berita Terbaru