Batu Rosetta: Kunci Rahasia yang Membuka Pintu Sejarah

Kamis, 1 Januari 2026 - 12:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Bukan sekadar batu biasa! Batu Rosetta adalah kunci utama kita memahami hieroglif. Simak sejarah penemuannya oleh Napoleon hingga sengketa modern dengan Inggris. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Bukan sekadar batu biasa! Batu Rosetta adalah kunci utama kita memahami hieroglif. Simak sejarah penemuannya oleh Napoleon hingga sengketa modern dengan Inggris. Dok: Istimewa.

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Di sebuah ruang pameran British Museum, London, berdiri sebuah batu hitam yang selalu dikerumuni pengunjung. Tingginya mencapai 45 inci (114 cm) dengan lebar 28,5 inci.

Batu ini bernama Batu Rosetta. Meskipun tampak sederhana, benda ini adalah salah satu penemuan terpenting dalam sejarah arkeologi dunia.

Tanpa batu ini, peradaban Mesir Kuno mungkin akan tetap bisu selamanya. Batu ini menjadi kunci yang memungkinkan kita membaca kembali hieroglif setelah ribuan tahun terkubur dalam keheningan sejarah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tiga Naskah, Satu Pesan

Keunikan Batu Rosetta terletak pada isinya. Batu ini memuat sebuah dekrit kerajaan yang sama, namun tertulis dalam tiga aksara berbeda.

Pertama, hieroglif Mesir yang sakral untuk dokumen keagamaan. Kedua, Demotik Mesir yang merupakan tulisan rakyat umum. Ketiga, bahasa Yunani Kuno yang menjadi bahasa pengadilan saat itu.

Baca Juga :  Pertemuan dengan JK, Ormas Katolik Tegaskan Tak Ada Penistaan Agama

Dekrit tersebut dikeluarkan pada 196 SM untuk memuja Faraon Ptolemy V. Karena para sarjana abad ke-19 bisa membaca bahasa Yunani Kuno, mereka akhirnya memiliki panduan (“kunci jawaban”) untuk memecahkan kode dua aksara Mesir lainnya yang misterius.

Penemuan di Tengah Perang

Sejarah penemuan batu ini penuh drama. Pada 1798, Napoleon Bonaparte menginvasi Mesir dengan membawa pasukan ilmuwan.

Insinyur Angkatan Darat Prancis, Pierre-François Bouchard, menemukan batu tersebut pada 15 Juli 1799 saat membangun benteng di kota pelabuhan Rosetta (kini Rashid).

Sayangnya, Prancis kalah perang melawan Inggris. Akibatnya, Batu Rosetta disita sebagai rampasan perang (spoils of war) dan dibawa ke Inggris pada 1802. Sejak saat itu, batu ini menjadi permata mahkota koleksi British Museum.

Baca Juga :  Integrasi Transportasi Jakarta Dikebut, TOD Dukuh Atas Jadi Simpul Moda Modern Ibu Kota

Champollion: Sang Pemecah Kode

Misteri hieroglif akhirnya terpecahkan pada 1822. Seorang sarjana Prancis jenius bernama Jean-François Champollion berhasil membandingkan teks Yunani dengan hieroglif.

Ia menyadari bahwa hieroglif bukan sekadar gambar simbolis, melainkan juga mewakili bunyi fonetik. Penemuan ini menjadi terobosan monumental yang membuka kembali akses dunia terhadap ribuan tahun sejarah, sastra, dan ilmu pengetahuan Mesir Kuno.

Sengketa Kepemilikan Modern

Hingga hari ini, Batu Rosetta tetap menjadi pusat sengketa diplomatik. Mesir telah lama menuntut pengembalian artefak tersebut.

Pada 2003, Dr. Zahi Hawass, sekjen Dewan Tertinggi Purbakala Mesir, mengajukan tuntutan keras. Meskipun sempat ada negosiasi untuk peminjaman sementara, British Museum enggan melepaskan klaim kepemilikannya.

Kondisi ini mirip dengan sengketa Elgin Marbles antara Inggris dan Yunani. Kini, perdebatan antara hak moral negara asal dan klaim legal museum barat terus berlanjut tanpa titik temu yang pasti.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Spider-Man Brand New Day Siap Sapu Bersih Bioskop
Babak Baru Semesta Family Guy: Serial Spin-off
Ambisi Ryan Reynolds: Deadpool Keempat Siap Disajikan
Inde Navarrette Terima Kado Langka Modern Warfare 2
Novel Baru Dragonlance War Wizard Rilis Agustus
Adaptasi Film The Odyssey Tuai Kritik Keras dari Penerjemah
Avengers: Doomsday Pamerkan Robert Downey Jr. Sebagai Doctor Doom
Serangan Infrastruktur AS-Iran Picu Ancaman Perang

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:22 WIB

Spider-Man Brand New Day Siap Sapu Bersih Bioskop

Jumat, 24 Juli 2026 - 06:30 WIB

Babak Baru Semesta Family Guy: Serial Spin-off

Selasa, 21 Juli 2026 - 12:32 WIB

Ambisi Ryan Reynolds: Deadpool Keempat Siap Disajikan

Selasa, 21 Juli 2026 - 10:30 WIB

Inde Navarrette Terima Kado Langka Modern Warfare 2

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:30 WIB

Novel Baru Dragonlance War Wizard Rilis Agustus

Berita Terbaru

Langkah baru pengembangan game Soulslike. Sutradara Xia Siyuan mendirikan studio Chengdu Indolphinity guna menggarap sekuel Wuchang: Fallen Feathers bersama 505 Games. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Penerbit 505 Games Resmi Mengumumkan Sekuel Wuchang

Jumat, 31 Jul 2026 - 06:03 WIB

Langkah taktis amankan benteng udara. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menemui Donald Trump di Washington guna membahas produksi mandiri rudal Patriot. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy dan Trump Gelar Pertemuan Penting di Gedung Putih

Kamis, 30 Jul 2026 - 16:12 WIB