WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID โ Para ilmuwan Amerika Serikat melaporkan bahwa populasi lansia saat ini jauh lebih sehat, bahagia, dan mandiri daripada generasi sebelumnya. Laporan hasil studi selama 14 tahun yang akan terbit akhir bulan ini menunjukkan penurunan signifikan pada gangguan kesehatan umum di kalangan warga berusia di atas 65 tahun.
Data dari National Long-term Health Care Survey yang melibatkan lebih dari 20.000 responden membuktikan bahwa penyakit seperti artritis dan gangguan sirkulasi darah menurun drastis. Penyakit berat lainnya, termasuk demensia dan emfisema, juga menunjukkan angka kejadian yang lebih rendah setiap tahunnya.
Pergeseran Definisi “Penuaan Normal”
Kenneth Manton, pakar demografi dari Duke University, menyatakan bahwa standar “penuaan normal” telah bergeser. Menurutnya, kondisi kesehatan yang dahulu menimpa lansia usia 65 tahun pada 1982, kini baru muncul saat seseorang mencapai usia 70 hingga 75 tahun.
Faktor pendorong perubahan ini tidak hanya berasal dari kemajuan medis. Perbaikan nutrisi masa kanak-kanak di awal abad ke-20 memberikan landasan kesehatan yang lebih kuat. Selain itu, tingkat pendidikan berperan vital dalam angka harapan hidup. Wanita berusia 65 tahun dengan pendidikan tinggi berpotensi hidup tujuh tahun lebih lama dibandingkan mereka yang berpendidikan rendah. Hal ini terjadi karena kelompok terpelajar cenderung memberikan perhatian lebih besar terhadap kesehatan mereka.
Kemandirian dan Dampak Ekonomi
Survei tahun 1994 mencatat tren yang mengejutkan mengenai kemandirian lansia. Hampir 80 persen responden mampu melakukan aktivitas harian seperti makan, berpakaian, hingga mengelola keuangan secara mandiri. Situasi ini menunjukkan penurunan drastis jumlah lansia penyandang disabilitas dalam populasi Amerika Serikat.
Tren kemandirian ini memberikan keuntungan ekonomi yang sangat besar. Manton mengungkapkan bahwa pergeseran ini menyelamatkan anggaran sistem Medicare pemerintah AS sebanyak lebih dari $200 miliar. Hal ini membuktikan bahwa populasi lansia tidak menjadi beban finansial sebesar yang dikhawatirkan sebelumnya. Penggunaan alat bantu medis di rumah, seperti dudukan toilet dan kursi mandi yang meningkat hingga 50 persen, turut mendukung mobilitas mereka.
Aktivitas Fisik dan Kesehatan Mental
Para ahli saraf juga menemukan kaitan erat antara aktivitas fisik dengan fungsi otak. Carl Cotman dari University of California menemukan bahwa olahraga dapat meningkatkan hormon yang menjaga fungsi neuron. Hal ini efektif mencegah penurunan fungsi otak pada manusia yang aktif secara fisik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di sisi lain, aspek psikologis seperti harga diri juga sangat berpengaruh. Lansia yang berani melakukan aktivitas menantang, seperti mengemudi, memiliki tingkat hormon stres kortisol yang lebih rendah. Namun, peneliti memperingatkan bahwa hidup sendiri tanpa dukungan sosial tetap dapat meningkatkan hormon stres, bahkan saat tidur. Oleh karena itu, kehidupan mandiri yang ideal bagi lansia adalah tetap memiliki akses bantuan saat mereka membutuhkannya.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia





















