Menengok Isi Kepala Thomas Jefferson Lewat Istana Monticello

Sabtu, 31 Januari 2026 - 15:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Ia menulis Deklarasi Kemerdekaan dan melipatgandakan luas wilayah Amerika. Namun, karya paling personal Thomas Jefferson adalah rumahnya sendiri: laboratorium inovasi yang dibangun selama 40 tahun. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Ia menulis Deklarasi Kemerdekaan dan melipatgandakan luas wilayah Amerika. Namun, karya paling personal Thomas Jefferson adalah rumahnya sendiri: laboratorium inovasi yang dibangun selama 40 tahun. Dok: Istimewa.

VIRGINIA, POSNEWS.CO.ID – Bagi rakyat Amerika, Thomas Jefferson adalah raksasa sejarah. Ia adalah penulis utama Deklarasi Kemerdekaan, Presiden ketiga Amerika Serikat, dan sosok yang melipatgandakan luas negara melalui Pembelian Louisiana.

Namun, jika Anda membalik koin 5 sen (nickel) di saku Anda, Anda akan melihat sisi lain dari sang negarawan: sebuah bangunan berkubah dengan empat pilar.

Itu adalah Monticello. Bukan sekadar rumah, bangunan 33 kamar ini adalah manifestasi fisik dari kejeniusan, cita rasa seni, dan semangat ilmiah Jefferson.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dibangun di atas gunung di Shadwell, Virginia, Monticello memakan waktu lebih dari 40 tahun untuk rampung. Jefferson tidak hanya mendesainnya; ia menumpahkan jiwanya di sana.

Kiblat ke Italia: Gaya Palladio

Jefferson sangat mengidolakan Andrea Palladio, arsitek Italia abad ke-16. Ia mengadopsi prinsip Palladio bahwa posisi bangunan adalah segalanya. Oleh karena itu, Jefferson membangun Monticello di puncak gunung dengan pemandangan yang menakjubkan.

Baca Juga :  Kera Menuntut di Pengadilan? Perjuangan Radikal

Simetri adalah kunci. Monticello membanggakan pintu masuk berkolom dan ruang tengah dengan kubah yang megah. Jefferson percaya bahwa jika Amerika ingin menjadi bangsa yang kuat, ia harus mengambil yang terbaik dari masa lalu Eropa sambil menciptakan gayanya sendiri.

Namun, pembangunan rumah ini tidak berjalan mulus. Ide-idenya berubah drastis setelah ia bertugas selama lima tahun di Prancis sebagai perwakilan dagang AS.

Sekembalinya pada 1796, Jefferson menghancurkan lantai atas rumah lamanya dan merombak total strukturnya selama sebelas tahun. Batu bata diproduksi oleh budak-budaknya (ia memiliki sekitar 200 budak), kayu diambil dari lahannya sendiri, sementara kaca jendela dan furnitur mewah diimpor langsung dari Eropa.

Rumah Sang Penemu

Di balik kemegahan klasik, Monticello adalah rumah pintar (smart home) abad ke-19. Jefferson adalah seorang penemu yang produktif.

Karena musim panas Virginia bisa sangat menyengat, ia merancang kipas angin dan tirai khusus. Ia bahkan menyimpan balok es di ruang bawah tanah sepanjang tahun—sebuah kemewahan langka pada masa itu.

Baca Juga :  Roberto Sánchez Unggul Tipis Atas Keiko Fujimori

Inovasinya melampaui kenyamanan termal. Jefferson merancang meja yang bisa berputar dengan mudah, pintu yang terbuka secara otomatis, hingga skylight untuk pencahayaan alami.

Yang paling mengesankan adalah sistem katrol (dumbwaiter) antar-lantai yang ia gunakan untuk mengerek makanan, sebuah bukti efisiensi yang mendahului zamannya.

Warisan Intelektual

Di luar batu bata dan semen, Jefferson meninggalkan jejak intelektual yang abadi. Perpustakaan pribadinya yang raksasa ia sumbangkan kepada negara dan kini menjadi fondasi Library of Congress, salah satu perpustakaan paling terkemuka di dunia.

Di masa pensiunnya, ia mendirikan Universitas Virginia, merancang gedung-gedungnya, dan menyusun kurikulumnya. Ia menjadi rektor pertamanya, memastikan bahwa semangat pencerahan terus hidup.

Thomas Jefferson wafat pada 4 Juli 1826, tepat pada peringatan 50 tahun Deklarasi Kemerdekaan yang ia tulis. Ia pergi sebagai negarawan, filsuf, pendidik, dan arsitek. Monticello kini berdiri tegak sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO, monumen abadi bagi seorang pria yang optimis, berpandangan jauh ke depan, dan sangat kreatif.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hong Kong Vonis Bersalah 2 Pemimpin Peringatan Tiananmen
Kanada Lolos dari Tarif 50 Persen Usai Kesepakatan Dagang
Uni Emirat Arab Putus Perdagangan dengan Iran
Ukraina Angkat Yevhenii Khmara Sebagai Menhan Baru
Presiden AS Donald Trump Pamer Pembangunan Helipad
Donald Trump Jadwalkan Pertemuan dengan Kim Jong Un
PM Israel Benjamin Netanyahu Targetkan Turki di Suriah
Andy Burnham Luncurkan Program Penanganan Tunawisma

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 16:59 WIB

Hong Kong Vonis Bersalah 2 Pemimpin Peringatan Tiananmen

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 06:35 WIB

Kanada Lolos dari Tarif 50 Persen Usai Kesepakatan Dagang

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:15 WIB

Uni Emirat Arab Putus Perdagangan dengan Iran

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:06 WIB

Ukraina Angkat Yevhenii Khmara Sebagai Menhan Baru

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:53 WIB

Presiden AS Donald Trump Pamer Pembangunan Helipad

Berita Terbaru

Pengadilan Tinggi Hong Kong memvonis bersalah dua mantan pemimpin kelompok yang selama puluhan tahun menggelar peringatan tragedi Tiananmen 1989. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Hong Kong Vonis Bersalah 2 Pemimpin Peringatan Tiananmen

Sabtu, 22 Agu 2026 - 16:59 WIB

Game Science mendadak merilis trailer gameplay berdurasi 15 menit untuk Black Myth: Zhong Kui. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Game Science Rilis Trailer Gameplay Black Myth: Zhong Kui

Sabtu, 22 Agu 2026 - 14:30 WIB