Truk Tabrak 6 Mobil di Underpass Ciawi, Tol Jagorawi Sempat Ditutup

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kecelakaan beruntun tujuh kendaraan di Tol Jagorawi KM 47B, Ciawi, Bogor. (Posnews/Ist)

Kecelakaan beruntun tujuh kendaraan di Tol Jagorawi KM 47B, Ciawi, Bogor. (Posnews/Ist)

BOGOR, POSNEWS.CO.ID – Kecelakaan beruntun melibatkan tujuh kendaraan terjadi di underpass KM 47B Tol Jagorawi, Bogor Timur, Rabu (12/2/2026) pagi.

Insiden bermula saat enam kendaraan berhenti karena proyek perbaikan jalan, kemudian truk trailer menabrak mereka dari belakang.

Kepala Induk PJR Tol Jagorawi, Kompol Akhmad Jajuli, menjelaskan,

“Empat kendaraan pertama berhenti di lajur satu, kemudian dua mobil lain mengikuti. Truk trailer datang melaju kencang, mencoba menghindar ke kanan, namun menabrak Daihatsu Sigra dan Honda Freed, memicu kecelakaan beruntun.”

Baca Juga :  KPK Fasilitasi Ibadah Natal 2025 untuk 12 Tahanan Korupsi di Rutan Gedung Merah Putih

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 06.20 WIB, menutup jalur dalam underpass. Jasa Marga mengalihkan lalu lintas ke Gadog dan Tajur.

“Tol Jagorawi KM 47 (Ciawi ke Jakarta) ditutup sementara. Pengendara diminta berhati-hati dan tertib di antrean,” tulis akun resmi Jasa Marga di X.

Video yang beredar di media sosial menunjukkan dua truk dan beberapa mobil rusak parah. Satu mobil pribadi terhimpit di antara dua truk besar.

Jajuli menegaskan tidak ada korban jiwa maupun luka serius dalam insiden tersebut. Ia menambahkan, kecelakaan beruntun diduga akibat kurangnya antisipasi pengemudi.

Kendaraan yang terlibat antara lain Toyota Innova, Toyota Etios, light truck, Honda Freed, Daihatsu Sigra, Nissan Evalia, dan traktor head.

Posisi akhir kendaraan sebagian menghadap utara di lajur satu dan bahu jalan, sementara satu mobil sempat melintang.

Polisi Unit Laka Bogor Kota kini menangani kasus ini untuk proses lebih lanjut. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional
Pemerintah Terima 100 Ton Kurma Premium dari Arab Saudi untuk Ramadan 2026
Warga Sunter Agung Temukan Mayat Pria di Gorong-gorong, Polisi Evakuasi Korban
Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?
Penyerangan KKB di PT Freeport Mimika, 1 TNI Gugur dan 1 Warga Sipil Luka
TransJabodetabek B51 Cawang–Cikarang: Solusi Kemacetan Jakarta Timur dan Cikarang
Richard Lee Dicekal Polda Metro Jaya, Penyidikan Kasus Produk Kecantikan Berlanjut
Polisi Gagalkan Peredaran 3.000 Butir Ekstasi di Jakarta Barat, 2 Kurir Diciduk

Berita Terkait

Rabu, 11 Februari 2026 - 21:02 WIB

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:55 WIB

Pemerintah Terima 100 Ton Kurma Premium dari Arab Saudi untuk Ramadan 2026

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:36 WIB

Warga Sunter Agung Temukan Mayat Pria di Gorong-gorong, Polisi Evakuasi Korban

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:34 WIB

Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:14 WIB

Penyerangan KKB di PT Freeport Mimika, 1 TNI Gugur dan 1 Warga Sipil Luka

Berita Terbaru

Semua orang menyukai nasi goreng. (Posnews/Ist)

KESEHATAN

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional

Rabu, 11 Feb 2026 - 21:02 WIB

Ilustrasi, Meretas batasan biologis. Di tahun 2026, biohacking bukan lagi milik ilmuwan laboratorium, melainkan gaya hidup berbasis data yang diadopsi masyarakat urban untuk mengejar performa puncak dan umur panjang. Dok: Istimewa.

KESEHATAN

Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:34 WIB