BNN Ungkap 4,1 Juta Penduduk Terpapar, Sekolah Jadi Benteng Anti Narkoba

Kamis, 12 Februari 2026 - 19:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto. (Posnews/Ist)

Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto. (Posnews/Ist)

SURABAYA, POSNEWS.CO.ID – Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali membuat gebrakan. Perang lawan narkoba kini sudah masuk ruang kelas.

BNN menggandeng Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi meluncurkan Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN) di Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Kamis (12/2/2026).

Lewat program ini, pemerintah langsung “tancap gas” membentengi pelajar dari ancaman narkoba sejak dini. Artinya, materi bahaya narkotika tak lagi sekadar imbauan, tapi masuk sistem pembelajaran resmi di sekolah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Langkah ini diambil karena peredaran narkoba makin mengkhawatirkan dan menyasar generasi muda. Karena itu, sekolah diposisikan sebagai benteng utama agar anak-anak tak terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika.

BNN menegaskan, perang terhadap narkoba tak cukup lewat penindakan. Pencegahan harus dimulai dari bangku sekolah.

Sebanyak 650 peserta dari pemerintah pusat dan daerah, satuan pendidikan, serta pemangku kepentingan menghadiri peluncuran tersebut.

Kepala BNN RI Komjen Pol Suyudi Ario Seto menegaskan, IKAN merupakan “mahakarya” yang akan menjadi warisan bagi generasi mendatang.

“Kita bekali siswa dengan pengetahuan bahaya narkotika sejak dini agar mereka memiliki ketahanan diri,” tegas Suyudi.

Baca Juga :  Ramadan 2026 Aman, Polres Metro Jaksel Gelar Lari Tengah Malam Jelang Sahur

4,1 Juta Penduduk Terpapar Narkoba

Suyudi mengingatkan, Indonesia tengah menuju visi Indonesia Emas 2045. Namun, ancaman narkoba bisa mengubah bonus demografi menjadi bencana demografi.

Berdasarkan World Drug Report UNODC, sebanyak 296 juta orang di dunia terpapar narkoba, naik 23 persen dalam satu dekade terakhir. Sementara itu, survei prevalensi nasional 2025 mencatat 2,11 persen atau setara 4,1 juta jiwa usia produktif di Indonesia telah terpapar narkoba.

Selain itu, sindikat terus berinovasi melalui New Psychoactive Substances (NPS). Saat ini tercatat 1.386 jenis NPS di dunia, dan 178 jenis sudah beredar di Indonesia. Modus baru bahkan menyasar vape dan rokok elektrik.

Suyudi juga menyoroti bahaya etomidate, obat bius keras yang kini masuk Narkotika Golongan II berdasarkan Permenkes Nomor 15 Tahun 2025. Ia turut mengingatkan fenomena “whip pink” atau gas tawa yang berisiko menyebabkan kerusakan otak permanen.

“Ancaman sudah masuk ke ruang hidup anak-anak. Karena itu, sekolah harus menjadi benteng utama,” ujarnya.

Baca Juga :  Polisi Bongkar Gudang Bawang Ilegal, Perputaran Uang Tembus Rp24,96 Miliar
BNN dan Kemendikdasmen Luncurkan Integrasi Kurikulum Anti Narkoba, 4,1 Juta Warga Terpapar
BNN dan Kemendikdasmen Luncurkan Integrasi Kurikulum Anti Narkoba, 4,1 Juta Warga Terpapar

Bangun Ketahanan Diri Siswa

Mendikdasmen RI Abdul Mu’ti menegaskan, IKAN bertujuan membangun self-resilience atau ketahanan diri siswa. Kurikulum ini tidak sekadar mengenalkan jenis narkoba, tetapi membekali siswa dengan life skill agar berani menolak dan mampu menganalisis risiko.

“Kami ingin menciptakan sekolah sebagai zona bersih narkoba tanpa toleransi peredaran di kantin, parkiran, atau sekitar sekolah,” tegas Mu’ti.

Namun demikian, ia menekankan pendekatan rehabilitatif dan edukatif bagi siswa yang terindikasi terpapar. Sekolah diminta mengedepankan konseling, bukan langsung menjatuhkan sanksi drop out.

Narkoba Isu Kemanusiaan

Sebelumnya, Komjen Suyudi menegaskan pemberantasan narkoba sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya reformasi hukum dan penguatan ketahanan bangsa.

Ia menekankan, narkoba bukan semata isu kriminalitas, melainkan isu kemanusiaan.

“Pengguna narkoba adalah korban yang harus direhabilitasi, bukan sekadar dipenjara,” tegasnya.

Dengan peluncuran Integrasi Kurikulum Anti Narkoba ini, pemerintah menargetkan terbentuknya generasi tangguh, sehat, dan bebas narkoba sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bareskrim Bongkar Jaringan Narkoba Malaysia, Napi Lapas Bengkalis Diduga Jadi Otak
Polri Temukan Tumpukan Dolar AS dan Dolar Singapura di Brankas Rahasia Kafe de’Clan
SKK Migas Buka Lowongan Kerja S1 2026, Simak Posisi dan Syaratnya
Polisi Gerebek 4 Kafe di Cibitung, Praktik Prostitusi Anak Terbongkar
Polisi Ungkap Buronan Meterai Palsu Tewas Lompat dari Apartemen
Polisi Gagalkan Peredaran Sabu Berkedok Pakan Burung di Bekasi
Kasus Impor Ilegal iPhone Naik ke Penuntutan, Bareskrim Kejar DPO
Usulan Provinsi Sunda Menguat, DPR Minta Kajian Menyeluruh

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 21:00 WIB

Bareskrim Bongkar Jaringan Narkoba Malaysia, Napi Lapas Bengkalis Diduga Jadi Otak

Rabu, 8 Juli 2026 - 20:41 WIB

Polri Temukan Tumpukan Dolar AS dan Dolar Singapura di Brankas Rahasia Kafe de’Clan

Rabu, 8 Juli 2026 - 18:27 WIB

SKK Migas Buka Lowongan Kerja S1 2026, Simak Posisi dan Syaratnya

Rabu, 8 Juli 2026 - 18:02 WIB

Polisi Gerebek 4 Kafe di Cibitung, Praktik Prostitusi Anak Terbongkar

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:42 WIB

Polisi Ungkap Buronan Meterai Palsu Tewas Lompat dari Apartemen

Berita Terbaru

Hambatan di tengah krisis kesehatan. Warga di kamp pengungsian Kpangba mengusir petugas medis yang berupaya melacak kontak erat korban meninggal akibat Ebola. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Wabah Ebola Kongo Meluas: WHO Peringatkan Bahaya

Rabu, 8 Jul 2026 - 18:48 WIB