Cegah Inflasi Pangan, Pemprov DKI Jakarta Impor 7.500 Sapi Hidup

Senin, 23 Februari 2026 - 19:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, ribuan sapi impor asal Australia tiba di Pelabuhan Tanjung Priok untuk menjaga stabilitas harga daging Jakarta jelang Ramadan 2026. (Posnews/Ist)

Ilustrasi, ribuan sapi impor asal Australia tiba di Pelabuhan Tanjung Priok untuk menjaga stabilitas harga daging Jakarta jelang Ramadan 2026. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai mengimpor 7.500 ekor sapi hidup dari Australia guna menjaga stabilitas harga daging menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026.

Langkah ini diambil untuk menekan potensi lonjakan inflasi pangan di Ibu Kota.

Hingga Senin (23/2/2026), sekitar 3.100 ekor sapi telah tiba melalui BUMD Dharma Jaya di Dermaga 101, Pelabuhan Tanjung Priok.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan impor sapi Australia ini bertujuan menahan kenaikan harga daging yang kerap terjadi saat Ramadan.

“Kami ingin memastikan harga daging di Jakarta tetap stabil dan tidak memicu inflasi,” ujar Pramono.

Baca Juga :  Oscars dan Grammys Masih Relevan? Krisis Identitas di Panggung Emas Oleh:

Antisipasi Inflasi Ramadan

Pramono menjelaskan, inflasi Jakarta setiap tahun umumnya terdorong kenaikan harga daging, cabai, dan beras menjelang Idulfitri. Karena itu, Pemprov DKI menambah pasokan sejak awal agar lonjakan harga bisa ditekan.

Ia optimistis tiga komoditas utama tersebut tidak akan mengalami kenaikan signifikan tahun ini.

Impor sapi langsung dari Australia ke Jakarta kembali dilakukan setelah 28 tahun. Pramono menyebut langkah ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan mitra internasional terhadap Jakarta.

Selain itu, kerja sama sister city antara Jakarta dan sejumlah kota di Australia ikut membuka jalur impor tersebut.

Baca Juga :  Taufik Hidayat Ditangkap, Dedi Mulyadi Minta Pelaku Penyekapan YTR Dihukum Berat

Pasokan Lokal Belum Cukup

Sebelumnya, pemerintah pusat menyiapkan pasokan sapi dari dalam negeri, termasuk Nusa Tenggara Timur (NTT). Namun, jumlahnya belum mampu memenuhi kebutuhan konsumsi Jakarta yang tinggi.

Karena itu, Pemprov DKI memilih opsi impor agar harga tidak melonjak tajam saat permintaan meningkat.

Pemprov DKI juga memastikan seluruh sapi impor asal Australia bebas penyakit mulut dan kuku (PMK). Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ada ternak yang terindikasi sakit.

Dengan tambahan 7.500 ekor sapi ini, Pemprov DKI berharap pasokan daging tetap aman, harga terkendali, dan inflasi Jakarta selama Ramadan 2026 dapat dijaga stabil. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BMKG Ungkap Cuaca Jabodetabek Senin 14 September, Bekasi Terasa Panas
Budaya Betawi Mendunia, 2.713 Penari Pecahkan Rekor MURI di Ancol
Lowongan Kerja RS PELNI September 2026, Buka 2 Posisi untuk Lulusan D3
Cuaca Jabodetabek 13 September Cerah Berawan, Tangerang Waspada Angin
Cuaca Jabodetabek Hari Ini, Hujan Mengintai Bogor dan Tangerang
Tri Waluyo Desak Pemprov DKI Evaluasi Data Desil Penerima Bansos
Jakarta Cerah Berawan, Bogor Berpotensi Hujan Petir Jumat 11 September
Video Diduga Hina Nabi Viral, Majelis Dzikir Abah Setu di Bekasi Digeruduk Warga

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 05:52 WIB

BMKG Ungkap Cuaca Jabodetabek Senin 14 September, Bekasi Terasa Panas

Minggu, 13 September 2026 - 20:41 WIB

Budaya Betawi Mendunia, 2.713 Penari Pecahkan Rekor MURI di Ancol

Minggu, 13 September 2026 - 08:21 WIB

Lowongan Kerja RS PELNI September 2026, Buka 2 Posisi untuk Lulusan D3

Minggu, 13 September 2026 - 05:58 WIB

Cuaca Jabodetabek 13 September Cerah Berawan, Tangerang Waspada Angin

Sabtu, 12 September 2026 - 05:58 WIB

Cuaca Jabodetabek Hari Ini, Hujan Mengintai Bogor dan Tangerang

Berita Terbaru