BMKG: Hujan Guyur Jabodetabek Hari Ini, Siang hingga Sore Meningkat

Kamis, 26 Maret 2026 - 06:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Langit berawan tebal menyelimuti wilayah Jakarta dengan potensi hujan dan petir menurut prakiraan BMKG. (Posnews/Ist)

Langit berawan tebal menyelimuti wilayah Jakarta dengan potensi hujan dan petir menurut prakiraan BMKG. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca di wilayah Jabodetabek pada Kamis (26/3/2026) didominasi langit berawan hingga berawan tebal.

Selain itu, potensi hujan diperkirakan sudah mulai muncul sejak dini hari dan berlanjut hingga sore hari di sejumlah titik.

Pagi–Siang: Cerah Berawan, Hujan Mengintai

Memasuki pagi hingga siang hari, cuaca cenderung cerah berawan hingga berawan tebal.

Namun demikian, hujan ringan hingga sedang tetap berpotensi turun di beberapa wilayah seperti Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Timur, serta Kota dan Kabupaten Tangerang hingga Kabupaten Bogor.

Kondisi ini menunjukkan cuaca yang masih dinamis, sehingga masyarakat perlu tetap waspada meski langit terlihat relatif cerah.

Baca Juga :  Cuaca Jabodetabek 28 Agustus 2025: Hujan Ringan hingga Sedang Saat Demo Buruh

Sore Hari: Hujan Meluas di Sejumlah Wilayah

Selanjutnya, pada sore hari, potensi hujan diprediksi semakin meluas. Wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur berpeluang diguyur hujan ringan hingga sedang.

Tak hanya itu, hujan juga berpotensi terjadi di Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Tangerang Selatan, Kota dan Kabupaten Bekasi, hingga Kota dan Kabupaten Bogor.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Intensitas hujan dapat meningkat secara lokal tergantung kondisi atmosfer.

Suhu dan Kelembapan: Udara Lembap, Cuaca Terasa Gerah

Untuk suhu udara, wilayah Bogor diperkirakan berada di kisaran 22–28 derajat Celsius. Sementara itu, wilayah lain di Jabodetabek berkisar antara 24–30 derajat Celsius.

Baca Juga :  Subscription Fatigue: Dulu Putus Kabel TV Demi Hemat

Di sisi lain, tingkat kelembapan udara cukup tinggi, yakni antara 70 hingga 94 persen.

Kondisi ini membuat udara terasa lebih lembap dan berpotensi memicu hujan secara tiba-tiba.

Waspada Petir dan Angin Kencang

BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang.

Potensi cuaca ekstrem ini diperkirakan terjadi pada dini hari dan kembali meningkat pada siang hingga sore hari di sebagian wilayah Jabodetabek.

Oleh karena itu, warga diimbau menyiapkan perlengkapan hujan dan menghindari aktivitas di area terbuka saat cuaca memburuk. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dilema Antara Pertumbuhan Ekonomi dan Target Net-Zero
Krisis Pangan Global: Ketika Pasar Komoditas Bertabrakan
Misteri Kematian Staf Bawaslu OKU Selatan, Luka di Leher Picu Dugaan Pembunuhan
Libur Lebaran, Kota Tua Jakarta Dipadati 23 Ribu Pengunjung – Lighting Art Daya Tarik Utama
Menakar Remitansi dan Dilema Politik Perbatasan
2.708 ASN Kemensos Bolos Usai Lebaran, Mensos Gus Ipul Wajibkan Apel Pembinaan
Jabatan Kepala BAIS TNI Diserahkan, 4 Prajurit Diduga Terlibat Kasus Air Keras Aktivis
Bareskrim Bongkar Narkoba Jaringan Erwin Iskandar, Pemilik dan Penjual Rekening Diciduk

Berita Terkait

Kamis, 26 Maret 2026 - 08:54 WIB

Dilema Antara Pertumbuhan Ekonomi dan Target Net-Zero

Kamis, 26 Maret 2026 - 07:52 WIB

Krisis Pangan Global: Ketika Pasar Komoditas Bertabrakan

Kamis, 26 Maret 2026 - 07:08 WIB

Misteri Kematian Staf Bawaslu OKU Selatan, Luka di Leher Picu Dugaan Pembunuhan

Kamis, 26 Maret 2026 - 06:56 WIB

Libur Lebaran, Kota Tua Jakarta Dipadati 23 Ribu Pengunjung – Lighting Art Daya Tarik Utama

Kamis, 26 Maret 2026 - 06:48 WIB

Menakar Remitansi dan Dilema Politik Perbatasan

Berita Terbaru

Pedang bermata dua transisi ekologi. Ekonomi Politik Lingkungan mengungkap tantangan kebijakan karbon global yang berisiko menciptakan hambatan dagang baru bagi negara berkembang di tengah ambisi Net-Zero. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Dilema Antara Pertumbuhan Ekonomi dan Target Net-Zero

Kamis, 26 Mar 2026 - 08:54 WIB

Piring kosong di meja dunia. Perspektif Food Regime Theory mengungkap cara volatilitas pasar dan monopoli agribisnis mengancam kedaulatan pangan nasional di tengah berkecamuknya konflik global tahun 2026. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Krisis Pangan Global: Ketika Pasar Komoditas Bertabrakan

Kamis, 26 Mar 2026 - 07:52 WIB

Pilar ekonomi yang retak. Remitansi menjadi penyelamat bagi negara berkembang, namun arus migrasi tenaga kerja kini menghadapi tembok politik domestik yang kian keras di negara-negara maju. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Menakar Remitansi dan Dilema Politik Perbatasan

Kamis, 26 Mar 2026 - 06:48 WIB