Sadis! Anak Bunuh dan Mutilasi Ayah di Bulukumba, Motif Sakit Hati Tak Diakui

Kamis, 2 April 2026 - 07:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Garis polisi. (Ist)

Ilustrasi, Garis polisi. (Ist)

SULAWESI SELATAN, POSNEWS.CO.ID – Teror berdarah mengoyak ketenangan warga Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Seorang lansia, Idris (61), meregang nyawa secara sadis—dibantai tanpa ampun lalu dimutilasi hingga tak berbentuk oleh darah dagingnya sendiri, SS (35), yang bersekongkol dengan tetangganya, ML (72).

Lebih mengerikan lagi, aksi keji ini dipicu dendam membara: pelaku sakit hati karena merasa tak diakui sebagai anak kandung.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peristiwa berdarah itu terjadi di sebuah gubuk penampungan rumput laut milik korban di Kelurahan Mariorennu, Kecamatan Gantarang, pada Minggu dini hari (29/3/2026).

Saat ditemukan, kondisi korban sudah tidak utuh, memicu kepanikan warga sekitar.

Kapolres Bulukumba, AKBP Restu Wijayanto, mengungkapkan kedua pelaku telah diamankan. “Pelaku dalam kasus ini berjumlah dua orang, yakni ML (72) dan SS (35).

Baca Juga :  Modus Toko Pulsa dan Sembako Terbongkar, Polisi Sita Ribuan Obat Daftar G

SS merupakan anak kandung korban, sementara ML adalah tetangga korban,” tegasnya saat konferensi pers di Mapolres Bulukumba, Rabu (1/4/2026).

Selanjutnya, kasus ini terungkap setelah korban dilaporkan hilang selama tiga hari. Anak korban yang lain akhirnya menemukan jasad Idris pada Senin pagi (30/3/2026) dalam kondisi mengenaskan.

Penemuan itu langsung dilaporkan ke pihak berwajib.

Tak butuh waktu lama, tim gabungan Satreskrim Polres Bulukumba bersama Polsek Gantarang langsung bergerak cepat.

Petugas mendatangi lokasi kejadian, melakukan olah TKP, serta mengevakuasi jasad korban ke rumah sakit untuk proses autopsi.

Selain itu, polisi juga memeriksa sedikitnya empat saksi, yakni MF, BC, SS, dan ML pada Selasa (31/3/2026).

Dari hasil pemeriksaan intensif, penyidik akhirnya mengungkap fakta mengejutkan di balik pembunuhan keji tersebut.

Baca Juga :  3 Pelajar Penyiram Air Keras ke Siswa SMK di Jakpus Ditangkap, Dua Masih di Bawah Umur

“Tim penyidik berhasil mengungkap kasus ini dan menetapkan kedua pelaku sebagai tersangka pada hari yang sama,” lanjut Restu.

Dendam Tak Diakui Anak Kandung

Lebih jauh, dari hasil penyelidikan sementara, pelaku SS diduga menyimpan dendam lama terhadap korban.

Ia merasa tidak diakui sebagai anak kandung, hingga akhirnya nekat melakukan aksi brutal tersebut dengan bantuan ML.

Kini, kedua tersangka telah diamankan dan dijerat pasal berlapis terkait pembunuhan berencana dan mutilasi.

Polisi masih terus mendalami kasus ini, termasuk kemungkinan adanya perencanaan matang sebelum aksi keji tersebut dilakukan.

Di sisi lain, warga sekitar masih diliputi rasa trauma dan ketakutan. Mereka tak menyangka peristiwa sadis seperti ini terjadi di lingkungan yang selama ini dikenal tenang. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Serangan Balik: Ukraina Gempur Terminal Minyak Rusia
Sempat Ditangkap Israel, 9 WNI Relawan Gaza Akhirnya Tiba di Indonesia
Marco Rubio Lawat India guna Pulihkan Hubungan Dagang
Bareskrim Selidiki Blackout Sumatera, Kabel SUTET Putus di Jambi Diuji Forensik
Prancis Larang Masuk Menteri Keamanan Israel
WHO Nyatakan Wabah Strain Bundibugyo sebagai Ancaman Global
Trump Klaim Kesepakatan Damai dengan Iran Hampir Tuntas
Brimob Polda Metro Gagalkan Tawuran dan Balap Liar, Celurit hingga Narkoba Disita

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 18:17 WIB

Serangan Balik: Ukraina Gempur Terminal Minyak Rusia

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:24 WIB

Sempat Ditangkap Israel, 9 WNI Relawan Gaza Akhirnya Tiba di Indonesia

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:14 WIB

Marco Rubio Lawat India guna Pulihkan Hubungan Dagang

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:00 WIB

Bareskrim Selidiki Blackout Sumatera, Kabel SUTET Putus di Jambi Diuji Forensik

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:11 WIB

Prancis Larang Masuk Menteri Keamanan Israel

Berita Terbaru

Bara di garis depan. Pasukan Ukraina meluncurkan serangan drone masif terhadap terminal minyak utama Rusia di Novorossiysk, sementara jumlah korban tewas akibat serangan di asrama mahasiswa Starobilsk mencapai 18 jiwa. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Serangan Balik: Ukraina Gempur Terminal Minyak Rusia

Minggu, 24 Mei 2026 - 18:17 WIB

Misi merajut kembali aliansi. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengunjungi India untuk memulihkan hubungan yang sempat retak akibat sengketa tarif dan perbedaan pandangan strategis terkait kawasan Asia Selatan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Marco Rubio Lawat India guna Pulihkan Hubungan Dagang

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:14 WIB

Sanksi diplomatik Paris. Pemerintah Prancis resmi melarang Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, memasuki wilayahnya sebagai respons atas sikap kontroversialnya terhadap aktivis bantuan Gaza. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Prancis Larang Masuk Menteri Keamanan Israel

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:11 WIB