Prajurit Masa Depan: Korea Selatan Targetkan Pengadaan 11.000 Drone

Rabu, 15 April 2026 - 15:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Modernisasi militer asimetris. Korea Selatan meluncurkan pengadaan 11.000 drone komersial tahun ini sebagai bagian dari ambisi besar mencetak 500.000 prajurit ahli drone guna memperkuat daya pukul pertahanan nasional. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Modernisasi militer asimetris. Korea Selatan meluncurkan pengadaan 11.000 drone komersial tahun ini sebagai bagian dari ambisi besar mencetak 500.000 prajurit ahli drone guna memperkuat daya pukul pertahanan nasional. Dok: Istimewa.

SEOUL, POSNEWS.CO.ID – Militer Korea Selatan berpacu dengan waktu guna mentransformasi kekuatan tempurnya menjadi militer berbasis teknologi tinggi. Kementerian Pertahanan mengonfirmasi pencarian pengadaan sekitar 11.000 drone komersial untuk kebutuhan pelatihan pada akhir tahun ini.

Dalam konteks ini, pengadaan massal tersebut merupakan respon pemerintah guna memaksimalkan sistem senjata yang hemat biaya namun memiliki efektivitas tinggi di medan tempur modern. Oleh karena itu, otoritas pertahanan akan membuka tender resmi bagi para produsen mulai pekan ini.

Jadwal Pengadaan dan Prosedur Verifikasi

Pemerintah menetapkan jadwal yang sangat ketat guna memastikan kesiapan operasional pasukan di tahun 2026. Kementerian akan menerima pengajuan proposal dari perusahaan manufaktur pada akhir Mei mendatang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selanjutnya, tim ahli akan melakukan serangkaian prosedur verifikasi teknis guna memastikan setiap unit memenuhi standar militer. Sebagai hasilnya, Pemerintah menjadwalkan penandatanganan kontrak final pada bulan Juli. Pemerintah mengharapkan langkah ini mampu mempercepat distribusi alat utama sistem persenjataan (alutsista) taktis ke berbagai pangkalan pelatihan di seluruh negeri.

Baca Juga :  KPK Bongkar Aliran Duit “Ratusan Juta” Kuota Haji, Mantan Menag Yaqut Cholil Terancam

Visi 500.000 Drone Warrior

Menteri Pertahanan Ahn Gyu-back menggagas proyek ambisius ini sejak September lalu sebagai bagian dari cetak biru “500.000 Drone Warrior”. Tujuannya adalah melatih seluruh personel wajib militer agar menguasai operasional drone sebagai pendamping infanteri.

Bahkan, Menteri Ahn menekankan bahwa proyek ini memiliki dimensi ganda. “Inisiatif ini tidak hanya memperkuat kemampuan operasi drone militer, tetapi juga mempersiapkan para prajurit untuk bekerja di industri terkait setelah mereka menyelesaikan masa dinas,” tegasnya. Oleh sebab itu, pendidikan drone di barak militer kini menjadi kurikulum wajib yang setara dengan latihan menembak konvensional.

Kemandirian Teknologi dan Dampak Ekonomi

Pilar penting dari kebijakan ini adalah kewajiban penggunaan teknologi lokal. Kementerian Pertahanan mensyaratkan produsen melengkapi drone dengan suku cadang kunci hasil pengembangan teknologi asli Korea Selatan.

Baca Juga :  Ancaman Globalisasi: Saat Burger Menggusur Resep Nenek

Dalam hal ini, pemerintah mengantisipasi adanya efek domino positif terhadap sektor swasta. Akibatnya, otoritas memprediksi proyek ini akan menjadi inkubator bagi pertumbuhan industri manufaktur drone domestik. “Kami ingin memastikan bahwa anggaran pertahanan juga berfungsi sebagai stimulus bagi inovasi teknologi nasional,” tulis pernyataan resmi kementerian. Secara simultan, langkah ini memperkuat posisi Seoul dalam rantai pasok teknologi keamanan global.

Keberhasilan proyek “Drone Warrior” akan menentukan seberapa siap Korea Selatan menghadapi ancaman keamanan yang kian dinamis di Semenanjung Korea. Pada akhirnya, integrasi drone dalam skala besar akan mengubah doktrin pertempuran darat secara fundamental.

Dengan demikian, dunia internasional memantau bagaimana Seoul menyeimbangkan antara efisiensi anggaran dengan peningkatan daya tangkal militer melalui alutsista otonom. Di tahun 2026, kedaulatan sebuah bangsa tidak lagi menyandar hanya pada jumlah tentara, melainkan pada kecanggihan teknologi yang mereka operasikan di garis depan pertempuran.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Houthi Blokade Selat Bab el-Mandeb dan Serang Kapal
Mandat B50 Indonesia dan Tensi Geopolitik Tahan Harga CPO
Afrika Selatan Hentikan Sementara Pemakzulan Presiden
Perusahaan Pelayaran Hentikan Operasi ke Ukraina
Pakistan Minta Bantuan Finansial 10 Miliar Dolar AS
Dua Kobaran Api Raksasa Bersiap Menyatu di Barat Madrid
Jepang Kembangkan Sistem SHIELD dan Reorganisasi Industri
Mantan PM Hungaria Tuduh Pemerintah Hancurkan Demokrasi

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 10:27 WIB

Houthi Blokade Selat Bab el-Mandeb dan Serang Kapal

Sabtu, 25 Juli 2026 - 10:19 WIB

Mandat B50 Indonesia dan Tensi Geopolitik Tahan Harga CPO

Sabtu, 25 Juli 2026 - 09:21 WIB

Afrika Selatan Hentikan Sementara Pemakzulan Presiden

Sabtu, 25 Juli 2026 - 09:11 WIB

Perusahaan Pelayaran Hentikan Operasi ke Ukraina

Sabtu, 25 Juli 2026 - 07:32 WIB

Pakistan Minta Bantuan Finansial 10 Miliar Dolar AS

Berita Terbaru

Ancaman ganda jalur energi global. Kelompok Houthi menyerang dua tanker minyak Saudi dan memblokir Selat Bab el-Mandeb di Laut Merah. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Houthi Blokade Selat Bab el-Mandeb dan Serang Kapal

Sabtu, 25 Jul 2026 - 10:27 WIB

Peluang dan tantangan industri sawit. MPOC memproyeksikan harga CPO Agustus bertahan stabil berkat mandat B50 Indonesia serta dinamika pasar energi global. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Mandat B50 Indonesia dan Tensi Geopolitik Tahan Harga CPO

Sabtu, 25 Jul 2026 - 10:19 WIB

Langkah hukum selamatkan posisi presiden. Pengadilan Tinggi Afrika Selatan membekukan sementara proses pemakzulan Presiden Cyril Ramaphosa terkait skandal uang di sofa peternakan Phala Phala. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Afrika Selatan Hentikan Sementara Pemakzulan Presiden

Sabtu, 25 Jul 2026 - 09:21 WIB

Krisis pasokan pangan dunia. Raksasa pelayaran Maersk dan Hapag-Lloyd menghentikan operasional ke pelabuhan Ukraina akibat gempuran rudal Rusia. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Perusahaan Pelayaran Hentikan Operasi ke Ukraina

Sabtu, 25 Jul 2026 - 09:11 WIB

Manuver diplomasi ekonomi Pakistan. Islamabad mengajukan fasilitas dana stabilitas 10 miliar dolar AS kepada Washington di tengah keraguan para ekonom. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pakistan Minta Bantuan Finansial 10 Miliar Dolar AS

Sabtu, 25 Jul 2026 - 07:32 WIB