TAIPEI, POSNEWS.CO.ID – Perusahaan cip raksasa Nvidia secara resmi menaikkan nilai investasi tahunan mereka di Taiwan. Langkah besar ini bertujuan memperkuat kapasitas produksi komponen kecerdasan buatan (AI) di tingkat global.
CEO Nvidia, Jensen Huang, mengumumkan keputusan ekspansi tersebut pada hari Rabu di Taipei. Sebab, ia menilai wilayah pengekspor tersebut sebagai pusat utama dari perkembangan teknologi AI modern.
Lompatan Besar Anggaran Investasi
Nvidia sebelumnya hanya mengalokasikan dana sekitar USD 10 hingga USD 15 miliar per tahun di Taiwan. Namun, peningkatan permintaan pasar global memaksa perusahaan untuk mendongkrak anggaran tersebut secara drastis.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Huang memastikan nilai investasi Nvidia kini melesat dari USD 100 miliar menuju USD 150 miliar per tahun. Oleh karena itu, alokasi dana raksasa ini akan menyokong ekosistem teknologi lokal secara luar biasa.
“Taiwan saat ini sedang mengalami pertumbuhan ekonomi yang sangat pesat,” ujar Huang di depan media setempat. Selain itu, Nvidia juga berencana menampung sekitar 4.000 insinyur baru di kantor modern mereka di Taipei.
Kolaborasi Vital dengan TSMC dan Foxconn
Industri teknologi Taiwan memang menjadi tulang punggung bagi pengembangan sistem kecerdasan buatan global. Sebagai contoh, perusahaan TSMC berperan penting mengubah desain rumit Nvidia menjadi komponen silikon siap pakai.
Sementara itu, Foxconn bertugas merakit prosesor tersebut menjadi server pusat data berskala raksasa. Dengan demikian, integrasi erat ini menjadikan Taiwan sebagai mitra manufaktur yang tidak tergantikan bagi Nvidia.
Perekonomian Taiwan sendiri langsung melonjak drastis sepanjang tahun lalu berkat tingginya ekspor perangkat keras AI tersebut. Oleh sebab itu, Nvidia berkomitmen untuk terus mendukung pertumbuhan para mitra ekosistem lokal mereka.
Rekor Pendapatan Kuartalan Nvidia
Pengumuman investasi ini menyusul laporan keuangan kuartal pertama Nvidia yang sangat fantastis minggu lalu. Sebab, Nvidia sukses membukukan rekor pendapatan global sebesar USD 81,6 miliar.
Pencapaian tersebut melampaui prediksi Wall Street dengan mencatat pertumbuhan 85 persen dibanding periode tahun sebelumnya. Meskipun demikian, para pengamat menilai permintaan pasar terhadap cip AI masih akan terus meningkat tinggi.
Laba bersih Nvidia juga melonjak drastis hingga menyentuh angka USD 58,3 miliar pada kuartal ini. Maka dari itu, keberhasilan finansial ini semakin memperkokoh posisi Nvidia sebagai pemimpin pasar infrastruktur AI dunia.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia












